8 Tempat Istimewa Di Chiang Mai Yang Bisa Kamu Kunjungi Dalam Waktu Kurang Dari 24 Jam

Siapa sih yang tidak ingin mengunjungi Chiang Mai yang notabene merupakan salah satu propinsi terbesar yang ada di Thailand bagian Utara.

Chiang Mai ini terkenal dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya yang terus bikin penasaran untuk di-ulik.

Sebagai budget traveler, jangan heran kalau saya sangat menunggu-nunggu promo tiket dari maskapai tetangga agar bisa terbang ke sana.

Finally, Setelah menyusun trip Singapore-Bangkok-Phuket untuk akhir april, muncul juga tiket promo murah pake banget dengan keberangkatan yang pas melalui Kuala Lumpur!

Cocok banget kaaaaan.

Pasti bertanya-tanya, memang di Chiang Mai ada apa sih kok sampai ngotot disumpelin untuk dikunjungi? Padahal sebenarnya saya hanya punya waktu 12 jam!

Bagi saya yang punya ketertarikan lebih dengan situs-situs sejarah, Chiang Mai sangat mencuri perhatian.

Nah, kembali lagi ke topik, di Chiang Mai ini terkenal dengan situs-situs sejarah yang sangat unik dan sangat menarik untuk di-ulik sejarahnya. Tapi mengingat waktu yang tidak bisa lama-lama di Chiang Mai, alhasil saya bisa menyelesaikan Trip kali ini dengan mengunjungi 8 tempat istimewa yang sangat menarik dikunjungi ketika datang ke Thailand khususnya di Chiang Mai.

Penasaran bukan seperti apa dan dimana saja lokasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

1. Wat Phra That Doi Suthep

Kuil Buddha ini dinamakan Wat Phra That Doi Suthep karena letaknya yang berada di puncak Doi Suthep. Disini kita bisa menikmati pemandangan kota Chiang Mai dari atas.

Yang menarik disini adalah lokasinya di pucuk gunung, dan untuk mencapainya kita harus melewati 309 anak tangga.

WAT PHRA THAT DOI SUTHEP
Photo : @Enchagram

Capek iya, tapi tidak bosan karena di tengah perjalanan kamu bisa berjumpa dengan anak-anak lokal yang berpakaian tradisional dan berdiri berjajar di anak tangga bagian tengah.

Mereka ngapain ya? Tentu saja, mereka menjadikan dirinya sebagai obyek foto. Kapan lagi bisa berfoto dengan anak-anak lokal yang berpakaian unik ini? Bayarannya pun seikhlasnya lho!

Foto Dengan Anak di Tahiland
Photo : @Enchagram

Tiket masuk Wat Phra That Doi Suthep adalah 30 THB (kurs saat itu 400 rupiah). Untuk masuk ke kuil utama, kita diwajibkan berpakaian sopan, paling tidak menggunakan celana atau rok di bawah lutut serta melepas alas kaki.

Menuju What Phra That Doi Suthep dari Chiang Mai international Airport

Ada trik asik nih gaes, jadi kita tidak perlu menginap dulu atau cari penginapan.

Lho tidak menginap? Tidak taruh ransel dulu?

Tidak perlu!

“FYI (For Your Information)” Beberapa bandara di dunia sudah banyak yang menyediakan fasilitas sewa loker termasuk di Chiang Mai international Airport. Jadi setelah turun dari pintu Exit Ketibaan, kamu hanya perlu belok kiri untuk menemukan tempat penyewaan loker yang berada di depan kantor pos Bandara.

Setelah berdiskusi dan bengong sebentar dengan teman seperjalanan,  akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti saran mbak cantik penjaga kaunter TIC Chiang Mai.

“Naik Songthew warna merah jurusan kota, bilang mau turun di Chiang Mai Zoo kemudian sambung dengan songthew merah juga ke Doi Suthep.” [Tentu bilangnya dalam bahasa Inggris ya, bukan bahasa Indonesia.]

Menurut si mbak kaunter TIC tadi, lokasi di depan Chiang Mai Zoo memang tempat mangkalnya para driver songthew jurusan Doi Suthep yang bisa kamu carter (bareng turis lainnya) seharga 40 THB untuk pulang pergi dengan jarak 40km. Itu kan murah pakai banget!

Setelah sampai di atas, para driver memberikan waktu satu jam untuk kita naik ke kuil dan berbelanja. Kalau terlalu lama di sana lebih dari satu jam, kita bisa ditinggal rombongan dan harus cari driver lain yang tentunya minta bayaran lebih.

Lalu kenapa tidak langsung saja dari bandara ke Doi Suthep?

Nah, perlu kamu tau jika mengambil rute langsung, kita bisa dipalak dengan tarif 200 THB. Kan selisihnya lumayan buat jajan.

WAT PHRA THAT DOI SUTHEP
Photo : @Enchagram

Lokasi:

Wat Phra That Doi Suthep Road Srivijaya Suthep Mueang Chiang Mai District Chiang Mai, Thailand

2. Khao Soi Nimman

Khao Soi sendiri adalah mie seafood kuah kare, yang sekarang sudah banyak variasi topping-nya seperti jamur, daging ayam, cumi, daging sapi, atau daging babi.

Harga semangkuk Khao Soi jamur yang saya makan adalah 65 THB dan Es sirup nikmat di siang bolong dilengkapi dengan panasnya Chiang Mai kala itu yang cetar dan keringat yang bercucuran seharga 25 THB saja.

Penampakannya seperti tammie tapi ada mie basahnya, kuah kare kental, dilengkapi dengan acar dan bubuk cabai. Enak? Enak, enak, enak, sangat enak.

KHAO SOI NIMMAN
Photo : @Enchagram

Lokasi:

Nimmanhemin Soi 7, Thailand

Buka jam 11.00am – 08.00 PM

3. Nimmanhemin Street

Nimmanhemin Street Adalah jalan yang berisi sederet kafe, butik, distro, bistro, salon & spa, Starbuck, tempat nongkrong, dan tempat shopping kawula muda kekinian Chiang Mai.

Buat yang merasa anak muda kekinian, tidak ada salahnya sisihkan satu hari untuk bersantai berpindah-pindah kafe lucu di Nimmanhemin Street ini. Jangan lupa menggunakan sunblock atau paling tidak body lotion karena ternyata hotwave di Chiang Mai luar biasa mengigit di kulit.

Kebetulan kami berkunjung pada bulan April, dimana gelombang panas jadwalnya melintasi Thailand Utara yang juga didukung dengan banyaknya lahan yang dibakar oleh para petani setelah panen. Sengatan sinar mataharinya tidak begitu terasa, tapi hawanya sangat gerah di seluruh tubuh. Ini membuat saya pengin cepat-cepat masuk ruangan ber-AC. Sambil mampir ke Starbuck beli tumbler, ngadem plus cari Wi-Fi.

4. Local Café Think Park

Saking panasnya siang itu, sampai tidak ada orang lain selain saya dan teman seperjalanan saya yang berjalan berkeliaran menyusuri Nimmanhemin Street. Lumayan hemat daripada 20 THB naik songthew, mending jalan kaki.

Lagian tidak ada songthew yang lewat.

Untuk yang keempat adalah Local Café Think Park, kami Sengaja menyempatkan ke sini karena penasaran dengan dekorasi barnya yang terbuat dari pintu mobil bekas dan konsep kafenya yang keren banget. Cita-citanya ke sini mau pesan Thai Tea Iced with Milk dan Crepes Cake-nya tapi ternyata saya masih sangat kenyang Khao Soi tadi.

Alhasil saya hanya memesan Thai Tea Iced with Milk dengan harga 85 THB (iya ini kafe kekinian yang harganya juga kekinian). Tidak apa-apa, harga segitu tidak sebanding dengan rasa kepanasan saya.

Oh ya, di depan Local Café juga ada Robin Ruth Store lho! Pernah lihat tas yang full sablon *Amsterdam Amsterdam Amsterdam* atau lihat yang *New York New York New York*? Nah itu brand aslinya adalah Robin Ruth.

LOCAL CAFE THINK PARK
Photo : @Enchagram

Lokasi:

Tepat di perempatan Nimmanhemin Street, di depan Maya Lifestyle Shopping Centre

Think Park Huai Kaeo Road, Suthep Distance

5. Wat Chedi Luang / Temple of The Royal Stupa

Wat Chedi Luang / Temple of The Royal Stupa Dibangun pada masa kejayaan King Sean Muang Ma, Mengrai Dinasti.

Sekitar tahun 1385-1402, dan pernah rusak karena gempa bumi tahun 1545 jadi bagian atasnya agak runtuh dan tidak utuh lagi.

Wat Chedi Luang dulunya merupakan pilar kerajaan yang digunakan untuk menandai pusat alam semesta kerajaan Lanna, dan menurut legenda jika pohon karet raksasa yang berdiri didekat pintu masuk itu tumbang makan akan terjadi malapetaka yang dahsyat.

Kini Kuil yang berada di Wat Chedi Luang difungsikan sebagai tempat para jamaah berdoa dan melaksanakan ritual lilin malam ketika hari raya Visakh Buja.

Biaya masuk gratis, jam buka dari 08.00 AM – 05.00 PM

WAT CHEDI LUANG
Photo By : @Enchagram

Lokasi:

103 Road King Prajadhipok Phra Singh, Muang District, Chiang Mai, 50200, Thailand

6. Wat Phra Singh

Terletak dalam tembok bagian barat kota tua diujung jalan Ratchadamnoen, Wat Phra Singh merupakan kuil yang juga sangat dihormati stelah Wat Phra That Doi Suthep, kuil ini akan sangat padat didatangi para jamaah untuk beribadah menjelang Hari Raya Songkran Thailand.

Dibagian belakang Wat Phra Singh terdapat Viharn Laikam yang memiliki arsitektur gaya Lanna lainnya. Didalam nya terdapat Buddha Singa yang diyakini dipengaruhi oleh budaya Sukhotai dan India Pala. Setiap Songkran penduduk Chiang Mai akan mengundang Phra Singh dalam sebuah prosesi upacara agama. Selain itu didalam wihara ini juga terdapat mural yang menceritakan kehidupan penduduk setempat pada jaman itu.

Tiket masuknya 20 THB tapi tidak menutup kemungkinan juga kamu akan dikira warga lokal dan disuruh masuk begitu saja tanpa membayar.

Lokasi Wat Phra Sigh dan Wat Wat lainnya yang masih berada dalam dinding Kota tua sebenarnya bisa dicapai dengan jalan kaki, namun karena waktu kami terbatas mau tidak mau keluar masuk naik songthew daripada waktu terbuang karena salah jalan.

WAT PHRA SINGH
Photo By : @Enchagram

Lokasi:

Si Phum, Mueang Chiang Mai District, Chiang Mai 50200, Thailand.

7. Tha Phae Gate

Tha Phae Gate Merupakan salah satu landmark yang wajib dikunjungi. Tha Phae Gate ialah bagian dari tembok benteng kota yang telah runtuh. Areanya memiliki lapangan yang luas sehingga sering digunakan untuk acara-acara besar seperti perayaan Loy Kratong, Songkran Festival, karnaval bunga dan hari Maha Bucha.

Pusat pariwisata juga terletak di sekitaran Tha Phae Gate ini, ada penginapan, tempat makan, tempat nongkrong turis. Karena saya rasa bucket list saya sudah ter-contreng semua, saatnya duduk santai sejenak selonjoran nongkrong di tengah-tengah lapangan Tha Phae Gate.

Memangnya boleh? Boleh dong,

Banyak turis duduk “nglemprok” kecapekan. Selain itu ada juga seniman jalanan, pedagang, dan warga lokal yang hanya duduk-duduk dan gratis pula masuknya.

Santai, tidak ada Satpol PP yang mengusir.

THA PHAE GATE
Photo By : @Enchagram

Lokasi:

Tha Phae Gate Tambon Si Phum, Amphoe Mueang Chiang Mai, Chang Wat Chiang Mai 50200, Thailand

8. Maya Lifestyle Shopping Centre

Waktu sudah menunjukan pukul enam petang, sedang pesawat saya masih jam sepuluh malam. Pengin jalan ke mana tapi kaki sudah gempor. Akhirnya saya kembali ke area Maya Lifestyle Shopping Centre.

Ke sana cari oleh-oleh? Iya, tapi tidak membuahkan hasil.

Meski demikian, kalau akhir pekan dan malam hari, tepat di depan lobi mall satu ini ada pasar tumpah. Nah, dipasar tumpah ini kita bisa membeli kaos bertuliskan Chiang Mai, handmade magnet kulkas, pernak-pernik, dan lainnya.

MAYA SUSHI
Photo By : @Enchagram

Selain itu, disamping mall, juga ada pasar kuliner, makanan Jepang, lokal Thailand, dan streetfood banyak sekali pilihannya dan  tidak ketinggalan, harganya murah-murah lagi! Jadilah ngelemprok manja lagi disini sambil ngemil sushi seharga 5 THB, nyeruput smoothies seharga 15 THB ditemani kawula muda kekiniannya Chiang Mai.

Akhirnya baru sekitar pukul delapan malam saya dan teman seperjalanan kembali ke Bandara sambil seret-seret hasil belanja Robin Ruth, kaos titipan, dan lain-lain tentunya naik songthew lagi.

Baru juga hari kedua ngetrip ransel sudah penuh dasar wanita! hahaha.

Walau begitu, hati ini sungguh bahagia. Terima kasih Tuhan, Laa gon (ลาก่อน) Chiang Mai!.

 

Disunting oleh Tiara Mahardika (@thayeriee) & Mimin Piknikdong (@piknikdong)