Festival Kesenian Yogyakarta 28 Resmi Ditutup

Perhelatan seni dan budaya tahunan Daerah Istimewa Yogyakarta, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28, tanggal September 2016 malam resmi ditutup di Taman Kuliner Condongcatur Sleman Yogyakarta.

Penutupan festival yang telah digelar selama 18 hari sejak 23 Agustus lalu secara simbolis dilakukan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Kepala Dinas Kebudayaan DIY Drs. Umar Priyono, M.Pd  bersama-sama oleh Ketua Festival Kesenian Yogyakarta 28, Ishari Sahida.

Penutupan FKY 28
Doc. Panitia FKY

Dalam laporannya, Ketua Panitia FKY 28 menjelaskan untuk tahun ini FKY didukung 208 orang panitia dan relawan, diikuti lebih dari 225 seniman, baik pertunjukkan, sastra, maupun seni rupa. Sementara untuk Pasar Seni FKY diikuti oleh 132 stan yang terdiri dari 47 stan kuliner dan 85 stan kreatif, dengan omset sampai 8 September kemarin tercatat mencapai Rp 1.904.712.400, yang diperoleh dari 183.722 pengunjung.

Adapun pendapatan yang diperoleh dari 11 kantong parkir yang berada di sekitar taman kuliner memeroleh pendapatan sebesar Rp. 101.700.000. Tapi lebih dari itu ada hal yang lebih berharga dari pencapaian dalam wujud angka-angka tersebut di FKY 28 ini.

“FKY bukan tentang angka tapi tentang bagaimana kebersamaan itu menghasilkan sebuah festival yang bisa dinikmati oleh lebih 100.000 orang.” jelas Ishari Sahida.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan DIY melihat situasi FKY kali ini dapat menggambarkan keberadaan berkesenian dan berkebudayaan di Yogyakarta. Apalagi dengan kehadiran seniman dan budayawan dari daerah-daerah lain di luar DIY.

“Saya harap ke depannya pelaksanaan FKY memberikan nuansa yang lebih baik dari sekarang dan jadi evaluasi bersama-sama untuk atur strategy FKY 29 selanjutnya.” tutur Drs. Umar Priyono, M.Pd.

Penutupan FKY 28
Doc. Panitia FKY

Selain acara penyerahan piala pada para pemenang lomba yang digelar selama kegiatan ini, malam penutupan festival yang telah menginjak tahun ke-28 ini dihiasi pula dengan cokekan dari Paguyuban Seni Budaya Al-Barokah, tarian tradisi dan kontemporer, serta bintang tamu Drs. Susilo Nugroho atau yang lebih akrab dikenal sebagai Den Bagus Ing Ngarso bersama Rini Widyastuti dan Jon Dayat.