Hai Lombok, Jangan Bosan Ya, Aku Akan Selalu Kembali Kesini

8 min read

Traveling? Galau? Iya bagiku itu suatu hal yang saling melengkapi, Kenapa?

Karena Traveling obat paling ampuh untuk menghilangkan rasa galau. Sebagai pecinta pantai, suara ombak dan angin benar-benar benar bisa membuatku merasa tenang dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup.

Saat merasa tidak ada siapa-siapa untuk berbagi cerita, saat merasa orang terdekat ternyata tidak sedekat yang kukira, terbesitlah keinginan untuk ke pantai favoritku untuk bercerita padanya. Iya lagi-lagi Lombok menjadi destinasi untuk melepaskan segala kegalauanku. Aaah Lombok aku begitu mencintaimu, begitu banyak orang orang baik disana yang aku temui, orang-orang baru  yang selalu bisa menginspirasi.

Perjalanan menuju Lombok dimulai dari Jakarta dengan menggunakan Pesawat terbang, memilih pesawat jam 5 pagi dari Jakarta. Sesampainya di Lombok aku tidak langsung mencari hotel, karena yang ada dipikiran waktu itu adalah bagaimana menuju Pantai!.

“Sebenarnya sih rencana awal mau ke pantai Kuta tapi berhubung ini trip dadakan banget dan belum tau bagaimana cara menuju Kuta akhirnya kuputuskan untuk ke Senggigi saja.”

Sampai Bandara aku langsung menuju Senggigi menggunakan Bus Damri, sebuah perjalanan yang tidak akan bisa aku lupakan ketika berbagi cerita dengan beliau sang sopir bus yang dengan ramahnya menjawab pertanyaanku.

Hal ini sebenarnya kebetulan saja sih, karena busnya penuh dan kuputuskan untuk duduk deket pak supir, ngobrol banyak banget dari bagaimana cara menuju Pantai Kuta, cara memilih Hotel murah di daerah Senggigi, sampai menceritakatan nikmatnya Wisata Kuliner di Lombok.

“Ini alasan kenapa aku begitu menyukai Pulau Lombok, orang orang nya begitu ramah”.

Sesampainya di Senggigi, tentu saja rasa tidak sabar untuk bertemu pantai juga sudah meluap-luap, tapi tetep harus sedikit bersabar dulu karena jarak dari tempat pemberhentian bus menuju pantai cukup jauh.

Santai, disini banyak tukang ojek yang menawarkan tumpangan untuk menuju pantai. Namun aku lebih memilih untuk berjalan kaki,

“Ya.. namanya juga lagi Me Time kan?”

Ada begitu banyak cafe disepanjang jalan menuju pantai, hingga akhirnya aku tertarik untuk mampir ke cafe tersebut, menikmati suasana cafe yang sebenernya tidak jauh berbeda dengan yang diJakarta, hanya saja mengamati orang orang baru disekitar adalah kesukaanku, mengamati cara mereka bercerita, mengamati cara mereka menikmati suasana, itu yang membuat berbeda menurut pandanganku.

Dua jam sudah kuhabiskan di cafe pinggir jalan Senggigi sampai akhirnya aku melanjutkan perjalanan menuju pantainya.

Bayangin deh sesampainya dipantai aku selalu merasakan hal yang berbeda setiap mendengar desiran ombak, melihat pemandangan yang begitu menyenangkan, menghirup udara yang begitu segar.

Aku bisa berbicara dengan diri sendiri, berkompromi dengan hati, kenapa dan harus bagaimana aku menanggapi masalah.

Hampir 4 jam aku menghabiskan waktu dipinggir pantai sampai pada akhirnya aku ingat untuk segera mencari hotel untuk menginap.

hotel di lombok

Begitu banyak hotel di sekitar Pantai Senggigi dan bermacam macam pula harga hotelnya. Nah kebetulan karena waktunya memang sudah sore aku memilih hotel yang berdekatan dengan pantai saja.

Salah satu hal yang membuatku suka traveling sendiri adalah, kita bakal dituntut untuk belajar berkompromi dengan diri sendiri. Aku percaya, pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian.

Bertemu orang baru saat travelling

Seperti sekarang, Allah begitu baik denganku, dipertemukan dengan orang orang baru, dengan orang orang yang tidak sengaja selalu menginspirasi, berbagi cerita satu sama lain.

“Dari sini aku jadi paham, kalau aku benar-benar tidak sendiri.”

Nah jika ngomongin tentang budget sebenernya tergantung kita sih ya, kemarin aku sengaja milih naik pesawat karena waktu libur dikantor hanya sebentar dan pasti akan menghabiskan banyak waktu kalau aku naik jalur darat.

Biaya naik pesawat sekitar 1,2 juta (Pulang Pergi) kalau dapet promo bisa hanya 700-800 (Pulang Pergi) biasanya aku pakai aplikasi penyedia tiket pesawat sih, cari aja yang murah. Sedangkan untuk Hotel biasanya cari lewat aplikasi, tapi kalau perginya tidak dadakan, tapi kalau dadakan biasanya cari-cari di sekitar tempat tujuan aja. Hotel di Senggigi ini bermacam macam harganya dari yang ratusan hingga jutaan.

Ya memang bukan pertama kali aku ke Lombok, dan setiap akan meninggalkan salah satu potongan surga ini dalam hati selalu bilang “Hai Lombok, Jangan Bosan Ya, Aku Akan Selalu Kembali Kesini”.

Load Lebih Banyak Artikel Terkait
Load Lebih Banyak Dari Vita Tyas
Load Lebih Banyak di Dalam Negri