Menakjubkanya Panggung Masa Depan FKY 28 di Tebing Breksi

8 September 2016 Malam di Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta digelar Panggung Masa Depan yang merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28 – 2016.

Acara yang dimulai sekitar 19:30 WIB ini menampilkan orkestra pimpinan Singgih Sanjaya sebagai suguhan utama, mengawal nyaris seluruh rangkaian acara ari awal hingga selesai.

Panggung Masa Depan Tebing Breksi
Doc. Panitia FKY

Singgih Sanjaya selain saat ini aktif sebagai salah seorang pengajar di ISI Yogyakarta, juga sedang menempuh jenjang doktoral penciptaan musik di perguruan tinggi yang sama.

Pria kelahiran Solo, 7 September 1962 ini lulus Sekolah Menengah Musik Yogyakarta tahun 1983 dengan instrumen mayor flute, kemudian melanjutkan studi di Jurusan Musik – Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan lulus 1988. Ketika menempuh studi di pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta, ia mendapat beasiswa sandwich program, belajar musik ke Amerika Serikat hingga lulus magister pada 2003.

Dari sekian banyak pengalaman bermusik beliau, salah satunya adalah menjadi kondakter serta aranjer Orkestra Dan Paduan Suara Gita Bahana Nusantara, dalam acara aubade Memperingati HUT Kemerdekaan RI, dari tahun 2010 hingga 2014 di Istana Merdeka Jakarta.

Acara dimulai sekitar pukul 20:00 WIB ditandai dengan Singgih Sanjaya orkestra membawakan tembang Kinanti, dilanjutkan Sekar Pangkur yang diwarnai alunan suara Nani Sanjaya.

Setelah membawakan Star Wars yang akrab di telinga penonton, digelarlah tarian Chakil in Action oleh Cakil Squad Art Community.

cakil squad art comunity
Doc. Panitia FKY

Tarian hasil karya koreografer Wisnu Aji SW, yang malam itu tampil juga sebagai penari ditemani Fendy Bramantyo, Endra Wijaya, Rangga Hamiseno, Eka Lutfi dan Ikhsan Bastian,  menggambarkan kebebasan ide dalam berproses menciptakan sebuah nuansa dan dimensi yang lain. Simbol-simbol gerak bermakna dan tak bermaknapun muncul dan mewarnai kreativitas di dalamnya.

Chakil di sini adalah basis utama dalam pencetusan ide gerak. Nuansa seni acrobatic dan tradisi berkolaborasi dalam sebuah sajian. gerak, hembusan nafas, rasa, ritme musik menjadi satu sajian tari yang enerik dan penuh tenaga.

Ayu Permatasari Dance Company adalah penampil berikutnya menyuguhkan tarian berjudul Tanda Tanya karya koreografer Ayu Permata Sari dan komposer Kidjing. Para penari yang membawakan Tanda Tana ini adalah Valen, Marsya, Dea, Mima, Rines, Susan dan Rian.

Tanda Tanya ini ingin menggambarkan Tanya yang memiliki Jawaban hingga berbuah interaksi secara langsung pun sedikit demi sedikit hilang, karena tanya yang memiliki jawaban berkembang menjadi interaksi pasif. Tidak salah karena jarak, hanya sejarah yang mencatat pertemuan kita berkurang.

impromtu by singgih sanjaya
Doc. Panitia FKY

The Fusion No 1 dan Impromtu adalah komposisi-komposisi yang dibawakan Singgih Sanjaya Orchestra setelah dua tarian tadi selesai dipertunjukkan, sebelum acara rehat sejenak selama 15 menit.

Tarian Serat Nitipraja oleh Kinanti Sekar yang berkolaborasi dengan Singgih Sanjaya Orchestra kembali memulai pertunjukkan setelah rehat tadi.

Dengan koreografer Kinanti Sekar Rahina, komposer musik Jimmy Mahardika dan Guntur, karya yang dibawakan oleh para penari Kinanti Sekar, Putriyani setiabudi, Gabriella Kinanthi Cahyaning Pramudya, Muthia Avistasari, Dea Fitria Amalia, Amanda Olga Paramintha, dan Wahyuni Fitrianasari ini, menggambarkan kondisi zaman yang telah berubah, tatanan yang hilang, dan orang tidak tahu lagi nista dirinya. Untuk itu agar jadi orang yang tahu kebajikan, dituntut berlatih menguatkan jiwa raga agar tak pernah menghadapi bahaya.

Panggung Masa Depan FKY28
Doc. Panitia FKY

Saron Groove tampil pada giliran berikutnya di Panggung Masa Depan FKY 28 ini. Dimulai dengan membawakan nomer Nusantara tanpa iringan orkestra, kelompok musik ini melanjutkan dengan reportoar Tarian Kelelawar.

Sekitar pukul 22:15 malam, saat membawakan nomer Kangen karya Sapto Raharjo, mendadak turun hujan lebat disertai angin kencang. Sehingga dengan sangat terpaksa pertunjukkan ditunda menunggu cuaca membaik.

Akhirnya pada 22:45 WIB, penyelenggara acara diwakili Ari Wulu dan Adi Adriandi mengumumkan pada para pengunjung bahwa pertunjukkan dihentikan karena cuaca yang tidak memungkinkan.

Ini berarti penampil berikutnya yang rencananya akan menjadi bintang tamu kejutan, yaitu Endank Soekamti, tidak dapat tampil bersama Singgih Sanjaya Orchestra di Panggung Masa Depan FKY 28 ini.