Ngayogjazz 2016, Hamamangun Karyenak Jazzing Sasama

“Hamamangun Karyenak Jazzing Sasama”, membangun karya jazz yang indah bagi sesama manusia itulah yang menjadi tagline Ngayogjazz 2016, festival jazz tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2007.

Sejak awal jazz tidak hanya menjadi judul ataupun sekedar musik yang dipertunjukkan di Ngayogjazz. Swing yang menjadi dasar ritme musik jazz menjadi jiwa dari penyelenggaraan festival yang selalu dinantikan pencinta musik.

Swinging menyatukan semua orang yang hadir di event tersebut, baik itu penyelenggara acara, penduduk desa tempat penyelenggaraan yang menjadi tuan rumah dari perhelatan tersebut, musisi, sponsor, dan penonton yang datang tidak hanya dari kota Yogyakarta, tapi juga berbagai kota lainnya. Ada spirit untuk terus optimis yang dihantarkan musik jazz.

logo-ngayogjazz-2016-conv

Improvisasi yang menjadi keunikan permainan musik jazz  terutama secara live, muncul di setiap langkah perencanaan, persiapan, hingga pagelaran Ngayogjazz.

Ngayogjazz 2016 yang diselenggarakan di padukuhan Kwagon, Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu Pon, 19 November 2016 sejak jam 10 pagi, terus memelihara spirit swing dan keindahan improvisasi untuk menghasilkan karya pagelaran musik jazz yang indah bagi sesama manusia.

Sejak bulan Oktober lalu, penduduk desa bersama penyelenggara Ngayogjazz telah bekerja keras bersama untuk mempercantik Padukuhan Kwagon, seperti layaknya musisi di sebuah jazz big band.

Liukan improvisasi muncul di sana sini untuk membuat berbagai hal yang menghiasi area acara dan daerah sekitarnya. Tahap ini selalu menarik di tiap penyelenggaran Ngayogjazz yang selalu berpindah-pindah desa di seputar kota Yogyakarta. Sebagaimana musisi jazz, penyelenggara membentuk harmoni kerja dengan penduduk desa yang kerap memiliki ide-ide kreatif yang membuat Ngayogjazz selalu cantik di setiap penyelenggaraannya.

Di penyelenggaraannya yang ke-10 ini, Ngayogjazz juga mengadakan workshop sebagai media untuk berbagi pengalaman dan pemahaman, baik kepada tim Ngayogjazz sendiri maupun kepada sesama penggiat event dan festival. Workshop yang telah diselenggarakan sejak bulan Oktober lalu di antaranya adalah workshop artistik, stage management, Public Relation, dan Sound Engineering.

Sesuai dengan lokasi digelarnya Ngayogjazz 2016 di Kwagon yang terkenal dengan sentra industri genteng, tahun ini terdapat 6 panggung yang diberi nama sesuai dengan jenis-jenis genteng : panggung genteng Kodok, genteng Kripik, genteng Krepus, genteng Wuwung, genteng Garuda, dan genteng Paris.

Artis Pengisi Acara Ngayogjazz 2016

Panggung-panggung tersebut akan menampilkan Fariz RM Anthology Kuartet, Monita Tahalea, Tohpati & Friends, Shadow Puppets & Harvey Malaihollo, Emerald-BEX feat. Dudy Oris, Kolaborasi Arupadhatu Jazz, Sweetener & Andi Bayou Project, Bonita & hus BAND, Ricad Hutapea Trio feat. Renata Tobing, Nikita Dompas Trio feat. Mian Tiara, Risky Summerbee & Honeythief, Sono Seni Ensemble, MLD Jazz Project, Mutiara, Komunitas Jazz Jogja, dan komunitas jazz dar berbagai kota Nusantara.

Selain itu, kesenian tradisional yang dipersembahkan oleh masyarakat padukuhan Kwagon juga akan turut memeriahkan Ngayogjazz 2016 seperti tarian rampak buto, kirab pasukan Bregada, dan kirab ogoh-ogoh. Tidak ketinggalan karawitan dan tari anak padukuhan Kwagon juga akan tampil di sebuah panggung yang diberi nama panggung genteng Morando.

Pencinta musik bisa datang ke area Ngayogjazz 2016 dari Pasar Godean mengarah ke Barat di mana Padukuhan Kwagon yang berada di sebelah utara jalan. Ada banyak kantung parkir motor dan mobil bagi pengunjung yang membawa kendaraan.

Bila tidak mau repot mencari tempat parkir, pengunjung Ngayogjazz dapat menaiki Shuttle Jazz dari Jogja National Museum atau Taman Kuliner Condong Catur mulai dari pukul 11:00. Informasi mengenai Ngayogjazz dapat diakses di www.ngayojazz.com atau ikuti akun Twitter, Facebook, dan Instagram Ngayogjazz, termasuk untuk mendapatkan informasi lokasi dan jadwal acara di tujuh panggung yang tersebar di berbagai tempat Padukuhan Kwagon.

Jazz adalah musik yang dilahirkan di Amerika Serikat di awal Abad XX. Perkembangannya selama hampir 100 tahun, musik jazz yang sejak awalnya hadir dari perpaduan musik tradisi berbagai kebudayaan di dunia, terus berimbuh dengan kekayaan seni musik bangsa-bangsa di seluruh dunia dan melahirkan warna baru musik jazz. Bahkan penyajian dan penyelenggaraan pertunjukan musik jazz semakin indah karena dihembus oleh latar belakang bangsa dan kehidupan masyarakat yang memainkan dan menikmati musik jazz.

Ngayogjazz adalah sebenar-benarnya musik jazz dengan baluran seni budaya yang hidup dan menghidupi masyarakat Yogyakarta. Ngayogjazz 2016 yang diselenggarakan Sabtu Pon, 19 November di Padukuhan Kwagon, Godean, Sleman, Yogyakarta merupakan karya jazz indah khas Jogja untuk sesama manusia.