Panggung Mak Byarr Di Ndalem Pugeran Yang Terasa Sangat Istimewa

Helatan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY 29) telah memasuki hari ke-12, dengan total jumlah pengunjung sampai 7/08 kurang lebih sebanyak 68,931 orang.

Antusiasme pengunjung terlihat di sejumlah agenda kegiatan yang tengah berlangsung seperti pasar seni, pameran perupa muda (Paperu), Panggung Senyap, lomba dan workshop, panggung pasar seni, maupun beberapa agenda yang sudah dilangsungkan seperti bioskop FKY, Jogja Video Mapping Project, lokakarya Jalan-jalan seni, dan sastra.

Selain program teater, FKY 29 akan juga menampilkan beberapa agenda kegiatan lain seperti Panggung Mak Byarr pada serta pertunjukan wayang kulit.

Nah kemarin sudah berlangsung Panggung Mak Byarr! yang diadakan di Ndalem Pugeran Brontokusuman mulai pukul 19:30.

Panggung Mak Byarr Di Ndalem Pugeran Yang Terasa Sangat Istimewa
By : Official Doc FKY29

Di atas panggung tersebut ditampilkan beberapa pertunjukan dari Anterdans, Gaung Jagat Ensemble, Didik Nini Thowok, Samifati, dan pertunjukan video dari Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP).

“Panggung Mak Byarr! adalah sebuah panggung pertunjukan musik dan tari yang dikemas apik, dengan tata panggung, sound, dan lighting yang terkonsep,”

Kata Adi Adriandi, koordinator Panggung Mak Byar!

Panggung Mak Byarr! di helatan FKY 29 terasa sangat istimewa, sebab menghadirkan penampilan dari Samifati (Perancis), duo asal Perancis yang bakal mengajak penonton berjalan menyusuri seluruh indera dengan aransemen biola, suara bass serta melodi yang mendalu. Perjalanan menyusuri semesta pertunjukan yang indah serta indah adalah sebuah hal yang dijanjikan oleh Samifati di atas panggung. Kabarnya aransemen yang yang ditampilkan Samifati terinspirasi dari berbagai macam musik tradisional dari seluruh belahan bumi.

Diantara para penampil, ada pertunjukan Tari Jepindo BALI Topeng Walangkekek yang merupakan hasil kolaborasi antara tradisi tari Jepang dan Indonesia. Dalam pertunjukan tari yang geraknya dirancang oleh Didik Nini Thowok, yang ditampilkan dengan memadukan unsur-unsur gerak komedi yang sudah lama dikenal sebagai ciri khas Didik. Mengambil sumber dari tarian tradisi, yang ditonjolkan adalah permainan topeng dari dua karakter berbeda.