Rangkaian Lokakarya PAPERU FKY 28

7 min read

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28 menyelenggarakan lima lokakarya seni rupa PAPERU. Setiap lokakarya mengangkat tema dan bidang seni yang berbeda.

Lokakarya pertama digelar di Tembi Rumah Budaya (25/08), dilanjutkan dengan lokakarya di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kota Gede (28/08), Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan (30/08), Panti Asuhan Ganjuran (01/09), dan Pustaka Desa Wukirsari (03/09).

Di perhelatan FKY kali ini, lokakarya seni rupa PAPERU mengajak orang-orang untuk terlibat dalam praktik seni di berbagai wilayah kultural. Masing-masing wilayah yang disambangi memiliki masalahnya sendiri yang khas dan tidak bisa disamaratakan. Mulai dari masalah ketiadaan pendidikan di sebuah dusun kecil di wilayah Gunung Kidul yang akhir-akhir ini digencarkan sebagai pusat wisata baru, sampai permasalahan perempuan dan kreativitas yang tumbuh di balik institusi penjara.

Dengan diadakannya lokakarya yang menyebar di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta, PAPERU dan FKY 28 ingin mengajak orang untuk melihat masalah yang muncul di tengah-tengah pembayangan akan masa depan Yogyakarta yang dikatakan istimewa dan sangat toleran, serta penuh dengan simbol-simbol pendidikan. PAPERU ingin mengajak orang-orang untuk melihat ironi dan absurditas, sembari membayangkan praktik seni yang “mengajak” orang untuk memaknai kedirian mereka dengan caranya sendiri.

Lokakarya Pertama

Bertema Untuk Indonesia, lokakarya pertama diselenggarakan di Tembi Rumah Budaya
Doc. Panitia FKY28

Bertema Untuk Indonesia, lokakarya pertama diselenggarakan di Tembi Rumah Budaya, 25 Agustus 2016. Puluhan siswa SMP diajak untuk membuat diorama, yaitu sajian tiga dimensi suatu pemandangan dalam ukuran kecil.

Mereka dibimbing oleh para seniman dari Komunitas Diorama. Melalui lokakarya ini, FKY 28 mencoba menyikapi berbagai isu perbedaan di Indonesia. Acara juga dimeriahkan oleh Sastra Rupa dan musik akustik.

Lokakarya Kedua

Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kotagede, 28 Agustus 2016. Dengan mengusung tema Dari Santri Untuk Negeri
Doc. Panitia FKY28

Acara ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Ummah, Kotagede, 28 Agustus 2016. Dengan mengusung tema Dari Santri Untuk Negeri, puluhan santri diajari membuat komik oleh komikus Kharisma Jati dan Bram (SDK).

Melalui media komik, diharapkan para santri dapat mentrasnformasikan nafas-nafas keempat prinsip dan pilar bergama, berbangsa-bernegara yang selama ini melingkupi dirinya kepada masyarakat luas. Hasil karya mereka akan dibuat menjadi Buku Kompilasi Komik. Lokakarya ini turut dimeriahkan oleh penampilan rebana Nurus Shobah dan pembacaan puisi bahasa Arab oleh Abdul Jalil. Selain itu, Nasirun turut serta sebagai seniman undangan.

Lokakarya Ketiga

Bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan, lokakarya ini mengangkat tema Kepada Kebebasan Kami Rayakan Kerinduan. Pada 30 Agustus 2016, 122 narapidana belajar membuat zine, yaitu media cetak alternatif yang biasanya diterbitkan secara personal atau kelompok kecil.

Dengan dibimbing oleh Komunitas Garda Blakang, peserta menuliskan atau menggambarkan  keluh-kesah, pemikiran, dan harapan pada selembar kertas. Hasilnya akan disatukan dan diterbitkan menjadi buku. Acara ini turut diramaikan oleh Fashion Show Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan.

Lokakarya Keempat

FKY 28 menyelenggarakan lokakarya di Panti Asuhan Ganjuran, 1 September 2016. Tema yang diangkat adalah Menyemai Sepi, Menunda Seni
Doc. Panitia FKY 28

Kali ini FKY 28 menyelenggarakan lokakarya di Panti Asuhan Ganjuran, 1 September 2016. Tema yang diangkat adalah Menyemai Sepi, Menunda Seni.

Puluhan anak panti asuhan diajari seni tindes oleh Tindes Art and Friends. Seni tindes merupakan salah satu turunan teknik grafis dengan menggunakan media-media dasar yang sudah diakrabi (kertas, pensil, bolpoin), dan bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk.

Lokakarya Kelima

Lokakarya terakhir dilaksanakan di Pustaka Desa Wukirsari, 3 September 2016. Kali ini FKY 28 menangkat tema Darurat Sampah
Doc. Panitia FKY28

Lokakarya terakhir dilaksanakan di Pustaka Desa Wukirsari, 3 September 2016. Kali ini FKY 28 menangkat tema Darurat Sampah. Acara dibuka oleh H. Abdul Halim Muslih, Wakil Bupati Bantul. Sebanyak 130 siswa SD diajak untuk menggambar bersama dengan tema sampah.

Diharapkan, kegiatan itu bisa menyadarkan mereka tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Lokakarya juga turut dimeriahkan oleh penampilan dari FJ Kunting dan Dendang Kesandung, serta orasi budaya dari Iskandar Bumi-Langit. Pengunjung juga bisa menyablon kaos dengan gratis asalkan membawa kaosnya sendiri.

“Tahun ini Lokakarya PAPERU FKY 28 digelar di berbagai tempat yang unik dan berbeda, sebab kami ingin menjangkau dan mempertemukan banyak entitas,” kata Awaludin G.D. Mualif, Koordinator Lokakarya.

Koordinator PAPERU Arsita Pinandita menambahkan, “Melalui Lokakarya PAPERU FKY 28, kami ingin menggunakan seni untuk menyikapi berbagai isu agama, berbangsa, dan bernegara di Yogyakarta.”

Menyemarakkan PAPERU tahun ini, digelar pula Diskusi Sastra pada 2 September di Panggung Taman Budaya Yogyakarta dan Pameran Perupa Muda pada 29 Agustus – 5 September di Taman Budaya Yogyakarta.

Load Lebih Banyak Artikel Terkait
Load Lebih Banyak Dari Mimin Piknik
Load Lebih Banyak di Event