STAGE of HOPELESSNESS Main Exhibition BIENNALE JOGJA XIV

Tema STAGE of HOPELESSNESS ini akan dijawab oleh karya-karya seniman Indonesia dan Brasil melalui pameran utama di Jogja National Museum dan ruang-ruang pamer lain di Yogyakarta yang menjadi peserta Parallel Events.

STAGE of HOPELESSNESS ini adalah perlintasan panjang yang merupakan tahapan-tahapan psikologis dari ketidakpastian menuju harapan. Tujuh narasi yang dicakup dalam tahapan ini adalah Penyangkalan atas Kenyataan, Kemarahan pada Keadaan, Keputusasaan atas Kehilangan, Kepasrahan dalam Ketiadaan, Penghiburan atas Kehilangan, Kesadaran pada Keadaan, dan Penerimaan atas Kenyataan.

STAGE of HOPELESSNESS Main Exhibition BIENNALE JOGJA XIV

Bersama dengan 27 seniman Indonesia terpilih, Main Exhibition akan turut diramaikan oleh 12 seniman Brasil. Tiga dari antara seniman Brasil tersebut akan mengikuti residensi selama dua bulan di Yogyakarta, dan dua seniman lainnya diharapkan akan datang dan ikut membuat karya baru untuk pameran utama di biennale.

Para seniman Brasil terpilih ialah: Cinthia Marcelle dan Tiago Mata Machado, Clara Ianni, Daniel Lie, Deyson Gilbert, Ícaro Lira, Jonathas de Andrade, Leticia Ramos, Lourival Cuquinha, Rodrigo Braga, Virginia de Medeiros, Waléria Americo, dan Yuri Firmeza.

Seniman yang terpilih untuk mengikuti residensi dari tanggal 18 September hingga 9 November 2017 adalah Daniel Lie, Rodrigo Braga, dan Yuri Firmeza. Daniel Lie sendiri punya keluarga yang berasal dari Indonesia, maka ia akan tiba lebih awal untuk terlebih dahulu menemui tempat keluarganya dan selanjutnya memproduksi sebuah karya instalasi.

Sementara itu, Rodrigo Braga akan menelusuri sejumlah ritual lokal serta artefak untuk membuat karya video atau instalasi dari objek-objek yang ditemukannya. Selain tiga seniman yang diundang untuk residensi, dua seniman lainnya dijadwalkan akan tiba pada bulan Oktober dan membuat karya baru untuk Biennale.

Formasi lengkap (39) seniman dalam Main Exhibition ialah:

  1. Adi Dharma a.k.a. Stereoflow (IND)
  2. Aditya Novali (IND)
  3. Arin Sunaryo (IND)
  4. Cinanti “Keni” Astria Johansjah (IND)
  5. Cinthia Marcelle dan Tiago Mata Machado (BRA)
  6. Clara Ianni (BRA)
  7. Daniel Lie (BRA)
  8. Deyson Gilbert (BRA)
  9. Faisal Habibi (IND)
  10. Farid Stevy Asta (IND)
  11. Gatot Pujiarto (IND)
  12. Ícaro Lira (BRA)
  13. Indieguerillas (IND)
  14. Jonathas de Andrade (BRA)
  15. Julian Abraham (IND)
  16. Kinez Riza (IND)
  17. Leticia Ramos (BRA)
  18. Lourival Cuquinha (BRA)
  19. Lugas Syllabus (IND)
  20. Maria Indriasari (IND)
  21. Mulyana (IND)
  22. Narpati Awangga (IND)
  23. Ngakan Ardana (IND)
  24. Nurrachmat Widyasena (IND)
  25. Patriot Mukmin (IND)
  26. Roby Dwi Antono (IND)
  27. Rodrigo Braga (BRA)
  28. Sangkakala (IND)
  29. Syaiful Aulia Garibaldi (IND)
  30. Tattoo Merdeka (IND)
  31. Timoteus Anggawan Kusno (IND)
  32. Virginia de Medeiros (BRA)
  33. Waléria Americo (BRA)
  34. Wiguna Valasara (IND)
  35. Wisnu Auri (IND)
  36. Yudha “Fehung” Kusuma Putera (IND)
  37. Yunizar (IND)
  38. Yuri Firmeza (BRA)
  39. Zico Albaiquni (IND)

STAGE of HOPELESSNESS

Parallel Events: 28 Oktober – 3 Desember 2017

Parallel Events akan melibatkan sederet ruang seni di Yogyakarta untuk menyelenggarakan pameran terkait tema tersebut selama linimasa biennale.

Sekitar 35 ruang dan kolektif seni akan bergabung dalam perhelatan ini, di antaranya Ark Galerie, PKKH Universitas Gadjah Mada, Taman Budaya Yogyakarta, Kedai Kebun Forum, Museum Dan Tanah Liat, Galeri Lorong, Ruang MES 56, dan lain-lain.

Tiap-tiap ruang/kolektif seni/komunitas akan menyajikan sebuah acara (pameran, performance, lokakarya, diskusi, pemutaran film, dll) untuk merespons satu dari tujuh tahap narasi yang diajukan untuk Main Exhibition. Peran serta ruang-ruang seni ini akan berkontribusi dalam merefleksikan cara-cara yang dapat ditempuh untuk melintas dari ketidakpastian menuju harapan bersama.