Beranda News News

Penumpang Jarang Tahu, Ini Teknologi yang Dipakai KAI di Balik Jalur Rel

Penumpang Jarang Tahu, Ini Teknologi yang Dipakai KAI di Balik Jalur Rel
Photo by: KAI.id

Piknikdong.com, News – Perjalanan kereta api yang terlihat sederhana dari sisi penumpang sebenarnya ditopang oleh rangkaian pekerjaan di balik layar.

Sebelum kereta melaju membawa pelanggan ke berbagai kota, kondisi jalur rel harus dipastikan tetap layak, aman, dan andal.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mengembangkan metode pemeliharaan prasarana.

Tidak hanya melalui teknologi baru, perusahaan juga mulai memanfaatkan material alternatif yang dinilai lebih tahan lama dan mendukung pengelolaan lingkungan.

Dua di antaranya adalah penggunaan bantalan sintetis pada jalur rel serta pemanfaatan peralatan perawatan yang menggunakan tenaga baterai dan listrik.

Perawatan Rel Tak Hanya Mengandalkan Material Konvensional

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, kualitas perjalanan kereta api berkaitan erat dengan kesiapan prasarana yang menjadi tempat kereta berjalan.

“Di balik perjalanan kereta api yang dinikmati pelanggan, terdapat proses perawatan yang dilakukan berkelanjutan.

KAI terus menghadirkan inovasi pada material dan teknologi perawatan agar prasarana tetap andal serta mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Anne.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengganti sebagian penggunaan material konvensional dengan bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane.

Bahan tersebut digunakan sebagai salah satu alternatif bantalan rel.

Dibandingkan bantalan kayu, material sintetis mempunyai umur teknis lebih panjang sekaligus lebih tahan menghadapi perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.

Pemakaiannya pun menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data KAI, jumlah bantalan sintetis yang diadakan mencapai 5.656 batang pada 2022.

Angka tersebut meningkat menjadi 16.353 batang pada 2023, kemudian 15.864 batang pada 2024.

Pengadaan berikutnya tercatat sebanyak 13.789 batang pada 2025 dan kembali meningkat menjadi 16.839 batang pada 2026.

Jika dijumlahkan, sepanjang periode 2022 hingga 2026 KAI telah melakukan pengadaan 68.501 batang bantalan sintetis.

Umur Pakai Lebih Panjang, Penggantian Bisa Ditekan

Pemilihan bantalan sintetis bukan hanya berkaitan dengan ketahanan material.

Dalam kegiatan pemeliharaan jalur rel, material yang memiliki masa pakai lebih panjang dapat membantu mengurangi kebutuhan penggantian secara berkala.

Anne menjelaskan, penggunaan bantalan sintetis juga berkontribusi pada pengurangan pemakaian kayu sebagai bahan baku.

Di sisi lain, frekuensi pergantian material yang dapat ditekan turut membantu mengurangi timbulan limbah dari proses pemeliharaan.

Namun, bantalan tersebut tidak langsung digunakan begitu saja. Sebelum dipasang pada jalur rel, KAI melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan karakteristik dan kekuatannya memenuhi kebutuhan teknis.

Pengujiannya mencakup kekuatan lentur dan modulus Young, ketahanan terhadap beban lentur, kekuatan tekan longitudinal, kekuatan geser, hingga kekuatan geser lekat.

Selain itu, terdapat pemeriksaan tegangan tembus arus, resistansi isolasi, kekuatan cabut screw spike, pengukuran dimensi, ketahanan api, ketahanan fatik, serta ketahanan terhadap cuaca.

Rangkaian pengujian tersebut menjadi bagian dari proses untuk memastikan material yang digunakan mampu menghadapi kondisi kerja pada prasarana perkeretaapian.

Peralatan Perawatan Mulai Beralih ke Tenaga Baterai

Inovasi KAI tidak berhenti pada material bantalan rel. Perubahan juga dilakukan pada peralatan yang digunakan petugas ketika melakukan pekerjaan pemeliharaan di lapangan.

Teknologi berbasis baterai dan listrik mulai dimanfaatkan untuk sejumlah pekerjaan. Peralatan cordless memberikan keleluasaan bagi petugas karena tidak selalu membutuhkan sumber listrik langsung maupun penggunaan mesin berbahan bakar.

Sejumlah perangkat berbasis baterai yang telah digunakan KAI antara lain impact wrench, mesin bor, lampu penerangan, gerinda, dan track geometry trolley.

Masing-masing peralatan memiliki fungsi berbeda. Impact wrench digunakan untuk membantu pekerjaan pemasangan komponen jalur rel, sementara mesin bor mendukung pekerjaan pengeboran.

Lampu penerangan digunakan ketika petugas membutuhkan pencahayaan di area kerja. Gerinda dapat digunakan dalam pekerjaan pemotongan atau pengerjaan material, sedangkan track geometry trolley mendukung kegiatan pengukuran geometri jalur rel.

Daftar Peralatan Listrik Akan Terus Dikembangkan

KAI juga menyiapkan perluasan pemanfaatan peralatan berbasis baterai dan listrik. Sejumlah perangkat masuk dalam rencana pengadaan untuk menunjang kegiatan perawatan prasarana.

Peralatan yang direncanakan mencakup battery rail saw, rail grinder, electric hydraulic jack, battery-powered portable tamper, battery drill, electric paint sprayer, electric high-pressure washer, serta chain saw.

Penggunaan perangkat tersebut diharapkan dapat membuat pekerjaan lapangan lebih praktis sekaligus mendukung aspek ergonomi dan efisiensi.

Peralihan dari peralatan berbasis bahan bakar menuju perangkat bertenaga baterai dan listrik juga menjadi salah satu bagian dari upaya KAI mengurangi penggunaan peralatan berbahan bakar dalam aktivitas pemeliharaan prasarana.

Pengelolaan Lingkungan Ikut Diperhatikan

Upaya menjaga prasarana tidak hanya menyangkut kondisi rel dan peralatan kerja. KAI juga menjalankan sejumlah program pengelolaan lingkungan di fasilitas prasarana.

Salah satunya melalui penerapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Fasilitas ini digunakan untuk mengolah limbah cair yang berasal dari aktivitas pencucian dan perawatan sehingga memenuhi baku mutu sebelum dilepaskan ke lingkungan.

KAI juga melakukan pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, audit lingkungan secara rutin dilakukan di area kerja sebagai bagian dari pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan.

Langkah lainnya adalah rencana pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Balai Yasa Prasarana. Rencana tersebut mencakup pemasangan panel surya fotovoltaik untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik operasional.

Konsep efisiensi energi serta penerapan green building juga disiapkan pada fasilitas perawatan prasarana.

Dari Jalur Rel hingga Teknologi, Semua Saling Terhubung

Bagi penumpang, perjalanan kereta api mungkin hanya terasa sebagai rangkaian keberangkatan, perjalanan, lalu tiba di tujuan.

Di baliknya, ada pekerjaan pemeliharaan yang berlangsung secara berkelanjutan untuk menjaga prasarana tetap siap digunakan.

KAI menempatkan pengembangan material, pembaruan teknologi perawatan, hingga pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari proses tersebut.

Anne menambahkan bahwa berbagai inovasi di sektor prasarana merupakan bagian dari upaya KAI untuk terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat.

“Perjalanan kereta api dimulai dari jalur yang terawat. Melalui inovasi material, teknologi perawatan, dan pengelolaan lingkungan, KAI terus menjaga kualitas prasarana agar perjalanan pelanggan semakin aman, nyaman, dan andal,” tutup Anne.

Andrinong
Andrinong
Penulis Piknikdong.com