Pementasan Grup Dewolff (Belanda) Di Taman Budaya Yogyakarta

Erasmus Huis yang merupakan Lembaga Kebudayaan Belanda mempunyai misi untuk mendatangkan seniman, artis dan musisi dari Belanda untuk mengadakan pertunjukan di Indonesia. Hal ini untuk mendekatkan hubungan budaya anatara kedua negara, budaya yang dibawa ke Indonesia selain budya yang adiluhung juga budaya pop yang berkembang di Belanda.

Erasmus Huis dalam misinya tersebut tidak hanya mengadakan pertunjukan di Jakarta tetapi juga di kota-kota lain di Indonesia yang mempunyai potensi untuk mengapresiasi pertunjukan tersebut.

De Wolff Jogja
DeWolff Jogja

Erasmus Huis Jakarta kali ini mengadakan pementasan sebuah grup Rock terkenal dari Belanda yaitu DeWolff, grup yang terdiri dari anak-anak muda Belanda yang baru saja memenangkan Edison Award untuk Kategori Rock.

Acara yang diselenggarakan pada hari Jumat 15 Maret 2019 mulai pukul 19.00 dan berlokasi  di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Jl. Sriwedani No. 1, Yogyakarta ini diharapkan grup ini nanti bisa menginspirasi dan sebaliknya juga mendapatkan inspirasi dari para audience khususnya anak-anak muda di Kota Yogyakarta.

DeWolff adalah grup rock n roll yang beranggotakan tiga musisi dari Belanda. Band ini lahir pada tahun 2007 beranggotakan Pablo (vocal/ gitaris) Danuka van de Poel (drum), dan  Hammond Robin Piso(organ).

Perpaduan musik neo-psychedelia yang luas membuat mereka mendapatkan kontrak rekaman pertama pada tahun 2008. Sejak itu mereka sudah merilis sebuah EP, 5 album studio dan album live (yang semuanya sukses di tanah air mereka, 10 teratas atau 20). DeWolff menghabiskan sebagian besar kehidupan mereka di atas panggung dan di jalan, melakukan lebih dari 800 pertunjukan di tahun-tahun terakhir, menjadikan DeWolft sangat menarik untuk kita lihat performnya.

Dan untuk pertunjukan DeWolff di Kota Yogyakarta ini akan ada band pembuka dari grup band lokal Kota Yogyakarta yaitu Niskala yang merupakan grup band anak-anak muda yang sudah cukup dikenal.

Niskala sudah hampir 4 tahun terbentuk menjadi sebuah band, Niskala – unit  postrock asal Yogyakarta yang digawangi oleh Damar Puspito (bass), Danish Wisnu (synth), Danar Puspito (gitar), Inderajaya (drum), dan Daniel Bagas (gitar) akhirnya melepas album penuh mereka ber-aran “Hourglass”.

“Hourglass” dilepas dengan 9 track dengan durasi 41 : 16 menit yang sejatinya adalah rangkuman perjalanan secara personal dalam tubuh Niskala, sebagai band ataupun individu lepas antar personilnya.

Hourglass dirilis oleh Trauma Irama Record, sebuah label independent asal Yogyakarta yang sebelumnya menaungi band kawakan Melancholic Bitch dan Yennu Ariendra, yang tak lain adalah personil Melbi dan Belkastrelka.

Untuk menikmati pertunjukan grup DeWolff  ini tidak dipungut biaya atau GRATIS lho, penonton dapat langsung masuk ke tempat pertunjukan hanya dengan regristrasi di pintu masuk gedung pertunjukan.

FREE 100% Jadi bagian dari PIKNIKDONG, dan dapatkan kejutanya! 

Daftar Klik Disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?