Erasmus Huis Dance Event Yogyakarta, Acara Seru Kolaborasi Antara DJ Belanda dan Indonesia

Menutup bulan Agustus ini bakal ada acara yang sangat menarik, yakni Erasmus Huis Dance Event Yogyakarta yang bakal diselenggarakan di Grand Mercure Yogyakarta Adi Sucipto, pada tanggal 31 Agustus 2019, mulai pukul 19.00 WIB.

Siapapun bisa datang ke acara ini dan gratis, cukup dengan mendaftarkan diri di www.ehde.nl

Erasmus Huis Dance event Yogyakarta ini merupakan acara kolaborasi antara DJ Indonesia dan Belanda, dimana yang akan tampil antara lain DJ Thomas Newson dari Belanda.

Press Conference Erasmus Huis Dance Event Yogyakarta
Press Conference Erasmus Huis Dance Event Yogyakarta, photo by : andri/piknikdong

Thomas Newson DJ muda kelahiran tahun 1994 ini membuat pergerakan yang berarti di komunitas dance music. Dengan dukungan dari pendahulunya, diantara lainnya seperti Hardwell (DJ nomor 1 di Dunia – 2013 & 2014), Avicii, Tiësto (DJ nomor 1 Dunia, 2002 – 2004), Sunnery James & Ryan Marciano dan Afrojack. Tanpa diragukan, Newson mempunyai potensi untuk menjadi penerus generasi DJ berkualitas di Belanda.

Untuk penampil DJ dari Indonesia, bakal ada , Innerlight & Dino. INNERLIGHT terkenal dengan aliran musik yang berbeda. Dimulai dari album trance pertamanya yang dirilis di tahun 2004, yang berjudul ‘Take Me to the Blue Sky’ hingga lagu-lagu barunya yang dimainkan di berbagai dance scene. Ia berbagi panggung dengan DJ mancanegara seperti Solar Stone, Niklas Harding, dan Scot Bond.

Sedangkan untuk DJ Dino, ia menemukan aliran musik house dan disko saat ia masih berada di Borneo. Ketika ia memutuskan untuk tinggal di Yogyakarta, ia lebih condong mendengarkan music funk dan house groove. Di tahun 2016, ia bermain bersama DJ papan atas Yogyakarta seperti Ones, Noor, Wachid in ‘480 Minutes’ & ‘Energy Room’ sebagai pemain pembuka. Sejak saat itu, ia mulai berkancah di Malang, Jakarta, Surabaya dan Bali.

Selain itu, diantara penampilan DJ yang sudah pasti sangat istimewa, dalam Erasmus Huis Dance Event Yogyakarta ini juga bakal didukung pertunjukan dari Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) yang akan mempertujukan video mapping untuk mendukung penampilan para DJ di atas panggung. Penasaran kan bakal seperti apa?

“DJ, produser, penyelenggara, dan label musik dari Belanda telah berkontribusi untuk kepopularitasan dan perkembangan dance music di seluruh dunia.

Belanda sukses menjadi salah satu pencetus dari electronic dance music, dance culture dan berbagai konsep festival.

Banyak DJ dari Belanda, seperti Tiësto, Armin van Buuren, Afrojack, Hardwell, Martin Garrix, Yellow Claw yang telah dikenal secara mancanegara.

Erasmus Huis mengundang beberapa DJ pendatang baru dari Belanda untuk datang dan mengadakan konser di Jakarta.

Selain para DJ, Erasmus Huis juga mengundang Amsterdam Dance Event, Barong Family (label musik milik Yellow Claw), Young Gunz Muzic, dan Hype Festival, untuk memberikan seminar dan membuka sesi demo musik bagi para produser musik muda Indonesia.

Sejauh yang kami tahu, hingga saat ini belum banyak dari mereka yang mengadakan konser di Yogyakarta. Kami menyadari bahwa Yogyakarta adalah kota yang sangat hidup dengan penonton yang bersemangat.

Maka dari itu, kami mengundang salah satu DJ, yaitu Thomas Newson, untuk berkolaborasi dengan Innerlight, Dino dan Jogjakarta Video Mapping Project.

Acara ini akan menjadi ajang dimana dua kebudayaan, Indonesia dan Belanda, bertemu dan berinteraksi,”

Ujar Joyce Nijssen, Manager Erasmus Huis.

Jadi, sudah siap untuk datang ke Erasmus Huis Danace Event Yogyakarta? Acaranya gratis, namun jangan lupa untuk mandaftarkan diri disini dulu www.ehde.nl.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

FREE 100% Jadi bagian dari PIKNIKDONG, dan dapatkan kejutanya! 

Daftar Klik Disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?