Geliatkan Industri Pariwisata Otomotif, Kemenparekraf Gandeng IMI

Kemenparekraf menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI) berupaya meningkatkan dan mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai bentuk kolaborasi dengan industri otomotif.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan antara Menparekraf Sandiaga Uno dengan Ketua Umum IMI Pusat Bambang Soesatyo, di sela-sela kegiatan Rakornas-Munaslub IMI 2021, Sabtu (29/1/2022) di Sultan Hotel, Jakarta.

Menparekraf Sandiaga Uno dalam kegiatan Rakornas-Munaslub IMI 2021
Menparekraf Sandiaga Uno dalam kegiatan Rakornas-Munaslub IMI 2021, photo : Kemenparekraf

Nota kesepahaman ini memiliki beberapa ruang lingkup.

Tidak hanya penyelenggaraan kegiatan berbasis automotive sports tourism, tapi juga peningkatan kualitas dan kemampuan sumber daya manusia di bidang parekraf yang berhubungan dengan kegiatan/aktivitas olahraga dan mobilitas kendaraan bermotor/otomotif.

Tak hanya itu, pengembangan destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif yang berhubungan dengan kegiatan kegiatan/aktivitas olahraga dan mobilitas kendaraan bermotor/otomotif, pengembangan industri dan investasi serta pemasaran di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang berhubungan dengan kegiatan olahraga dan mobilitas kendaraan bermotor/otomotif, dan lainnya.

Selain itu juga pengembangan produk wisata dan penyelenggaraan kegiatan olahraga dan mobilitas kendaraan bermotor/otomotif, serta pengembangan ekonomi digital dan produk kreatif yang berhubungan dengan transformasi digital dari kegiatan olahraga dan mobilitas kendaraan bermotor/otomotif.

“Saya sangat mengapresiasi kerja sama ini untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif bersama-sama.

Kemenparekraf memiliki slogan yang identik dengan IMI yaitu Geber, Gercep, dan Gaspol,”

kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan berbasis automotive sports tourism dikatakan Menparekraf Sandiaga, memiliki potensi dan memberikan dampak yang besar terhadap kebangkitan sektor pariwisata sehingga dapat mendorong kebangkitan ekonomi dengan terbukanya lapangan kerja. Termasuk produk ekonomi kreatif.

Kegiatan tersebut dapat menjadi etalase bagi berbagai produk-produk ekonomi kreatif.

“Mulai dari merchandise, baju, kuliner, dan lainnya.

Ini peluang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lainnya.

Kerja sama ini menjadi kerja sama yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, sesuai dengan kebutuhan baik stakeholders otomotif maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan,”

kata Sandiaga.

Salah satu kegiatan Kemenparekraf yang berkolaborasi dengan IMI adalah persiapan MotoGP Mandalika 2022 yang akan berlangsung dalam 45 hari mendatang. Bahkan tidak kurang dari dua pekan latihan pramusim akan dimulai.

“Dapat kami sampaikan bahwa show must go on, persiapan sudah memasuki finalisasi dan ini kita harapkan menjadi satu kebangkitan dari ekonomi otomotif maupun sport tourism,”

kata Sandiaga.

IMI dikatakan Sandiaga menjadi salah satu mitra Kemenparekraf untuk pengembangan automotive sports tourism.

Nota kesepahaman ini akan menjadi payung dan awal kerja sama dalam bersama-sama membangun dan meningkatkan ekonomi dan peningkatan pariwisata dengan terbukanya lapangan kerja.

“Saya baru saja diberikan tugas baru oleh Mas Bambang Ketua Umum IMI untuk mendukung MXGP di Sumbawa pada Juli nanti.

Kita akan lihat nanti bentuk kerja samanya karena MXGP ini adalah MotoGP-nya untuk motor trail, motor cross, yang boleh dikatakan penggemarnya juga sangat banyak di dunia dan di Indonesia,”

kata Sandiaga.

Sementara Ketua Umum IMI, Bambang Soesatyo, mengatakan, sebagai tanggung jawab organisasi terhadap bangsa dan negara, visi misi Ikatan Motor Indonesia selain pada peningkatan prestasi tapi juga meliputi kewajiban lain.

Yakni mendorong ekonomi Indonesia melalui berbagai kegiatan seperti turnamen, kejuaraan dunia yang memiliki dampak terhadap peningkatan pariwisata nasional.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini dan berharap kolaborasi ke depannya dapat berjalan dengan baik.

“Bicara tentang ekonomi tidak lain ke depan tulang punggung kita adalah pariwisata karena kita memiliki banyak sumber-sumber objek pariwisata yang tidak dimiliki oleh banyak negara-negara di dunia,”

ata Bambang.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 5

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

Ikuti berita dan info menarik lainnya diGoogle News!