Kirana Art Exhibition 2020, The Reflection of 2020 : New Normal – New Artmosphere

Pandemi Covid-19 membuat dunia seolah terhenti, begitu pula dalam dunia seni. Aktivitas seni menjadi lumpuh dan mengalami banyak kendala serta hambatan.

Banyak festival dan pameran seni yang dibatalkan, membuat para seniman kehilangan tempat untuk menampilkan karya-karya hebatnya, dan  menjadikan seni  seolah terbenam dan mati suri.

Maka dari itu Komunitas Seni Nusantara Nanjing (KIRANA) berinisiatif untuk mengadakan Kirana Art Exhibition 2020 bertajuk “The Reflection of 2020 : New Normal – New Artmosphere”.

Tema yang diangkat adalah tema yang sangat dekat dan relevan dengan apa yang terjadi saat ini.

Muncul sebuah gagasan untuk menghidupkan kembali gairah seni yang sempat luntur, mengajak para seniman untuk merefleksikan hingar-bingar tahun 2020 dengan cara, ide dan kreasi baru, serta memberikan ruang kepada para seniman untuk terus berkarya ditengah keterbatasan karena pandemi.

Tema ini terilhami dari kebiasaan baru masyarakat dalam menjalani kehidupan selama fase adaptasi normal baru, sebuah transisi yang seharusnya diadopsi para seniman untuk berani mendobrak keterbatasan ruang berkarya demi lestarinya seni dan budaya.

Acara pameran ini didukung penuh oleh KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Shanghai dan PPIT  (Persatuan Pelajar Indonesia Tiongkok ) cabang Nanjing.

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 17 September 2020 s/d 17 November 2020 secara virtual di situs resmi Kirana (www.kiranaart.com).

Acara ini diikuti oleh 35 seniman Indonesia yang menunjukkan karya andalan mereka sebagai refleksi tahun 2020 ke dalam sebuah seni yang sebelumnya telah melalui proses penyeleksian oleh seniman ahli yang juga merupakan seorang akademisi yaitu Peter Ardhianto, S. Sn., M. Sn. , Basnendar Herryprilosadoso, S. Sn, M. dan Amir, M. Sn.

Karya-karya yang ditampilkan mencoba untuk menggambarkan situasi atmosfer tahun 2020 seperti karya dari salah satu seniman bernama Nafa Arinda.

Bergeraklah
“Bergeraklah” karya Nafa Arinda.

Dengan judul “Bergeraklah!”, Nafa merepresentasikan kesadarannya dalam menanggapi pandemi Covid-19 menggunakan media keramik dan kayu yang dibuat menyerupai sendok.

Melalui karya ini, Nafa berpesan bahwa sebagai manusia, jika tetap bergerak, berpikir, menjaga kreatifitas dan memiliki solidaritas maka dalam situasi apapun manusia akan mampu menghadapinya.

karya Abimanyu
karya Abimanyu

Karya lain juga  dipersembahkan oleh seniman digital, Abimanyu. Ia menyampaikan harapan melalui karyanya, bahwa setiap hari merupakan misteri yang semestinya membuat kita tidak putus asa dan terus berimajinasi dan menari agar kita tetap dapat menjalani hidup.

Melalui seni, kita dapat menunjukkan bahwa pandemi bukan alasan untuk berhenti berkarya, justru ini saatnya untuk membuktikan kepada dunia, bahwa seni tidak akan mati hanya karena virus.

Seni akan selalu lahir dalam bentuk baru, selalu tumbuh dalam benih baru, selalu mekar dalam kondisi baru. Yang fana itu pandemi, karya seni abadi.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 4.2 / 5. Jumlah 5

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?