Kolase Teater Yogyakarta “PASAR KAGET” FKY 28 di Jembatan Sardjito


Kolase Teater Yogyakarta bertajuk “PASAR KAGET” dipentaskan mulai (29/08) dan (30/08) di Ruang Terbuka Hijau, bawah Jembatan Sardjito, Kampung Jetisharjo, pukul 19:30 WIB.

Program yang merupakan rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 28 ini hasil kerjasama dengan WhaniDProject, yang akan mengangkat 6 naskah monolog Whani Dharmawan yaitu Sengsu, Toa, Master Chef, Tukang Kayu, Alien, dan Teater Game.

Sejalan dengan tema besar FKY 28, yaitu “Masa Depan, Hari Ini Dulu”, enam naskah yang akan ditampilkan tersebut menggambarkan problematika dan peristiwa di dekat kita di masa kini.

Pementasan Teater FKY yang sangat unik dengan melibatkan pengunjung
Doc. Panitia FKY28

Muhamad Sodiq Sudarti, Suryadi Sali, dan Yopie Hendrawan adalah yang bertanggungjawab untuk mewujudkan gagasan dalam naskan tersebut ke dalam bentuk pertunjukan, sehingga lahirlah gagasan membuat “Kolase” dari naskah-naskah monolog tersebut.

“Sangat mungkin dalam satu waktu, satu ruang yang sama terjadi peristiwa yang berbeda-beda dan berlangsung secara bersama,” komentar Yopie Hendrawan. Hasilnya, enam naskah Whani Darmawan yang menghadirkan bentuk peristiwa yang berbeda ini akan dipertunjukan dalam ruang yang sama dan waktu yang sama.

Demi terwujudnya hal tersebut, pertunjukan ini mengambil latar pasar dengan segala kegiatan yang memang berlangsung sebagaimana mestinya dan juga café dengan segala aktifitas nyata yang terjadi.

“Pasar dan café bukanlah ruang alternatif,” kata Suryadi Sali yang memberikan tawaran untuk menempatkan teks tersebut ke dalam bentuk pasar dan café. Oleh karenanya pertunjukkan ini dibungkus dalam satu tema besar “Pasar Kaget”.

Sehingga bentuk pertunjukannya nanti bukan memakai satu cara pandang konvensional melainkan pertunjukan dengan merespon ruang yang ada. Sehingga blocking, acting, dan irama pertunjukan yang dimainkan merupakan respon aktor terhadap keadaan sekitarnya.

Pemain Kolase Teater FKY 28
Doc. Panitia FKY28

Para pemain yang tampil dalam pertunjukan ini adalah Henricus Benny, Mathori Briliyan, Afra Imani, Nanda Arif Arya, Pasa Deparaga, dan Syarifah Achda. Mereka merupakan hasil seleksi dari program open call for actor pada 14 – Juli 2016 lalu, yang secara terprogram didampingi secara terprogram selama 12 kali pertemuan oleh antara lain Eko Ompong Santosa, Whani Darmawan, Suryadi Sali, dan Yopi Hendrawan.

Lokasi Pementasan Teater FKY 28 Pasar Kaget
Doc. Panitia FKY28

Lokasi pertunjukkan di Ruang Terbuka Hijau, bawah Jembatan Sardjio, Kampung Jetisharjo, yang sekaligus menawarkan keunikan lain. Pertimbangan dipilihnya lokasi ini karena dipandang sangat sesuai dengan konsep yang ingin diciptakan Kolase Teater Yogyakarta ini.

Jadi nanti di lokasi tersebut disulap jadi pasar dan café- café kecil, sehingga akan menciptakan kesan intim dengan cerita-cerita yang akan ditampilkan secara sangat dekat (secara fisik) dengan para penontonnya.

“Jadi intinya nanti penonton itu di antara permainan para aktor, atau para actor yang bermain di antara kepadatan penonton.”, pungkas koordinator Teater FKY 28, Jamaluddin Latif.

Seorang mimin piknik yang punya hobi piknik namun sangat kurang piknik. Walaupun begitu mimin ini selalu mengajak orang untuk piknik.
Karena piknik ini sekarang sudah menjadi kebutuhan

BAGIKAN
Komentarmu?