Malam Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkapnya

Oleh: Newsroom
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, News – Malam menjelang Idul Adha selalu punya nuansa yang berbeda. Begitu matahari terbenam, suasana berubah jadi lebih hidup.

Advertisements

Dari masjid, musala, sampai jalanan kampung, gema takbir mulai terdengar bersahutan. Bagi banyak orang, inilah momen yang paling ditunggu hangat, ramai, sekaligus penuh makna.

Malam Takbiran Idul Adha 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkapnya
Malam Takbiran Idul Adha 2026, image by: AI

Di tahun 2026 ini, Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Artinya, malam takbiran sudah dimulai sejak Selasa, 26 Mei 2026, tepat setelah waktu Magrib.

Saat Malam Dipenuhi Lantunan Takbir

Selepas Magrib di malam takbiran, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir berupa takbir, tahmid, dan tahlil.

Advertisements

Bukan sekadar tradisi, lantunan ini jadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT sekaligus rasa syukur menyambut Hari Raya Kurban.

Di Indonesia, tradisi ini terasa sangat khas. Ada yang memilih berkumpul di masjid, ada juga yang ikut takbir keliling.

Iring-iringan warga dengan bedug, pengeras suara, hingga kendaraan hias membuat malam terasa semakin meriah.

Kapan Takbiran Idul Adha Mulai Dilakukan?

Berdasarkan penjelasan Ustaz Ahmad Mundzir dalam artikel NU Online, takbir pada Idul Adha termasuk dalam kategori takbir muqayyad, yaitu takbir yang dibaca pada waktu-waktu tertentu.

Takbir ini mulai dikumandangkan sejak malam 10 Zulhijah, atau dalam kalender tahun ini bertepatan dengan Selasa, 26 Mei 2026 setelah Magrib.

Tak hanya di malam hari raya, umat Islam juga dianjurkan terus melantunkan takbir setelah salat wajib selama hari Tasyrik, yaitu dari 11 hingga 13 Zulhijah.

Mengenal Dua Jenis Takbir dalam Islam

Takbir dalam Islam terbagi menjadi dua jenis, dan keduanya punya waktu pelaksanaan yang berbeda.

1. Takbir Mursal
Takbir ini tidak terikat waktu tertentu. Biasanya dibaca sejak malam hari raya hingga sebelum pelaksanaan salat Id.

2. Takbir Muqayyad
Berbeda dengan mursal, takbir ini dibaca setelah salat fardu pada waktu tertentu.

Khusus Idul Adha:

  • Takbir mursal dianjurkan pada malam 10 Zulhijah
  • Takbir muqayyad dimulai sejak Hari Arafah (9 Zulhijah) hingga berakhirnya hari Tasyrik (13 Zulhijah)

Sementara pada Idul Fitri, takbir hanya dikumandangkan dari malam 1 Syawal sampai sebelum salat Id, tanpa berlanjut di hari-hari berikutnya.

Ragam Bacaan Takbir Idul Adha

Meski ada beberapa versi bacaan takbir yang dikenal di masyarakat, semuanya memiliki makna yang sama: mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Berikut beberapa bacaan yang umum digunakan:

Takbir Pendek

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”

Bacaan Takbir yang Umum Dibaca

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi-Nya.”

Bacaan Takbir Panjang

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi kathīrā, wa subḥānallāhi bukrataw wa aṣīlā. Lā ilāha illallāhu wa lā na’budu illā iyyāhu, mukhliṣīna lahud-dīna wa law karihal-kāfirūn. Lā ilāha illallāhu waḥdah, ṣadaqa wa’dah, wa naṣara ‘abdah, wa a’azza jundahū wa hazamal-aḥzāba waḥdah. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamdu.

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, dengan memurnikan agama bagi-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

Lebih dari Sekadar Tradisi

Takbiran bukan hanya soal kemeriahan malam menjelang hari raya. Di balik gema yang terdengar, ada makna mendalam tentang kebersamaan, rasa syukur, dan pengingat akan kebesaran Allah.

Jadi, saat malam takbiran tiba, entah memilih berdiam di rumah, ke masjid, atau ikut takbir keliling, yang terpenting adalah menghadirkan hati yang penuh syukur dan khusyuk.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis:
Editor: Newsroom