Beranda › Kuliner › Kuliner

Menjelajahi Kuliner Solo hingga Jember Naik Kereta, KA Joglosemarkerto, Lodaya, dan Ranggajati Makin Diminati

Jelajahi wisata kuliner Solo, Yogyakarta, Semarang, Bandung hingga Jember dengan KA Joglosemarkerto, Lodaya, dan Ranggajati yang mencatat kenaikan pelanggan pada 2026.

Menjelajahi Kuliner Solo hingga Jember Naik Kereta, KA Joglosemarkerto, Lodaya, dan Ranggajati Makin Diminati
Photo: KAI.id

Piknikdong.com, News – Bagi sebagian orang, perjalanan ke luar kota tidak selalu harus berangkat dari keinginan untuk berlibur panjang.

Advertisements

Terkadang, ada makanan tertentu yang membuat seseorang rela menempuh perjalanan berjam-jam. Mulai dari berburu timlo di Solo, menikmati lumpia khas Semarang, mencicipi mendoan hangat di Purwokerto, hingga menyantap empal gentong langsung dari kota asalnya di Cirebon.

Pengalaman seperti ini membuat wisata kuliner terasa lebih menarik ketika dikombinasikan dengan perjalanan menggunakan kereta api.

Selain bisa menikmati pemandangan selama perjalanan, penumpang juga memiliki kesempatan untuk singgah di berbagai kota dengan karakter makanan dan tradisi yang berbeda.

Advertisements

Minat masyarakat menggunakan kereta api untuk bepergian di sejumlah jalur tersebut juga menunjukkan tren positif. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat sebanyak 2.114.131 pelanggan menggunakan KA Joglosemarkerto, KA Lodaya, dan KA Ranggajati selama Januari hingga September 2026.

Jumlah tersebut meningkat 10,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 1.913.930 pelanggan.

Advertisements

Tiga Layanan Kereta Api Catat Kenaikan Jumlah Pelanggan

Pertumbuhan jumlah pelanggan terjadi pada ketiga layanan kereta api yang menghubungkan sejumlah kota di Pulau Jawa tersebut. Masing-masing memiliki rute perjalanan dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Berdasarkan catatan KAI, berikut perkembangan jumlah pelanggan selama Januari–September 2026:

  1. KA Joglosemarkerto: Melayani 1.104.419 pelanggan, meningkat 9,73 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.006.467 pelanggan. Kereta ini menghubungkan sejumlah kota, antara lain Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, dan Semarang.
  2. KA Lodaya: Melayani 506.637 pelanggan untuk relasi Bandung–Solo Balapan (PP). Angka tersebut naik 7,54 persen dari sebelumnya 471.094 pelanggan.
  3. KA Ranggajati: Mencatat 503.075 pelanggan pada relasi Cirebon–Jember (PP) melalui Surabaya Gubeng. Jumlah ini meningkat 15,29 persen dibandingkan 436.369 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa layanan kereta api pada ketiga rute masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota.

Wisata Kuliner Bisa Menjadi Alasan Menjelajahi Kota dengan Kereta

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa mengenal suatu daerah tidak harus selalu dimulai dari mengunjungi tempat wisata populer. Mencicipi makanan khas juga bisa menjadi cara menarik untuk memahami kehidupan dan kebiasaan masyarakat setempat.

Sebab, di balik setiap hidangan tradisional biasanya tersimpan cerita panjang mengenai budaya, resep keluarga, hingga kebiasaan yang terus dipertahankan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Setiap kota punya makanan yang membuat orang ingin datang kembali. Ada yang rindu sarapan khas Solo, ingin menikmati lumpia langsung di Semarang, atau mencari empal gentong favoritnya di Cirebon. Kereta api menghubungkan kota-kota tersebut, sehingga perjalanan akhir pekan bisa menjadi kesempatan untuk menikmati cita rasa yang berbeda sekaligus mengenal kehidupan masyarakat setempat,” ujar Anne.

Konsep perjalanan semacam ini juga memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk menentukan tujuan sesuai waktu dan minat masing-masing. Tidak harus mengunjungi banyak kota sekaligus, satu atau dua destinasi pun cukup untuk mendapatkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Dari Timlo Solo hingga Lumpia Semarang, Ada Banyak Pilihan di Jalur Joglosemarkerto

Salah satu rute yang menawarkan banyak pilihan wisata kuliner adalah KA Joglosemarkerto. Layanan ini menghubungkan beberapa kota yang memiliki kekayaan makanan tradisional dan budaya yang sudah dikenal luas.

Solo bisa menjadi titik awal perjalanan bagi pencinta kuliner. Kota ini memiliki sejumlah hidangan yang layak dicoba, seperti timlo, nasi liwet, selat Solo, hingga serabi. Masing-masing menawarkan karakter rasa yang berbeda dan menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat setempat.

Jika ingin melanjutkan petualangan rasa, Yogyakarta juga memiliki banyak pilihan. Gudeg dengan cita rasa manis dan bakpia sebagai salah satu oleh-oleh favorit bisa masuk dalam daftar kuliner yang ingin dicoba.

Berbeda lagi dengan Semarang. Kota ini dikenal melalui lumpia, tahu gimbal, dan bandeng presto yang kerap menjadi incaran wisatawan ketika berkunjung.

Sementara itu, Purwokerto menawarkan pengalaman sederhana yang tidak kalah menggugah selera. Mendoan yang disajikan hangat setelah diangkat dari penggorengan menjadi salah satu makanan khas yang lekat dengan kehidupan masyarakat Banyumas.

Banyaknya pilihan kota tersebut membuat perjalanan menggunakan KA Joglosemarkerto menarik untuk direncanakan sebagai wisata kuliner singkat maupun perjalanan akhir pekan.

KA Lodaya Menghubungkan Kuliner Khas Bandung dan Solo

Bagi penumpang yang ingin menikmati perjalanan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, KA Lodaya menawarkan pilihan relasi Bandung–Solo Balapan pulang pergi.

Bandung memiliki banyak makanan yang sudah menjadi bagian dari daya tarik wisata kota. Batagor, mi kocok, dan surabi merupakan beberapa kuliner yang bisa masuk dalam agenda berburu makanan sebelum melanjutkan perjalanan.

Setibanya di Solo, suasana kuliner yang ditawarkan terasa berbeda. Kota ini memiliki hidangan tradisional dengan cita rasa khas, mulai dari nasi liwet hingga selat Solo yang cukup populer di kalangan pencinta makanan Nusantara.

Perbedaan karakter makanan dari kedua kota tersebut membuat perjalanan Bandung–Solo tidak hanya menarik untuk urusan transportasi, tetapi juga memberikan pengalaman mengenal kekayaan kuliner dari dua daerah.

KA Ranggajati, Pilihan Menyusuri Kuliner Cirebon hingga Jawa Timur

Pilihan perjalanan lainnya bisa ditemukan melalui KA Ranggajati yang melayani rute Cirebon–Jember pulang pergi dengan melewati Surabaya Gubeng.

Cirebon menjadi salah satu kota yang menarik untuk dikunjungi pencinta kuliner tradisional. Ada empal gentong dengan kuah rempah yang khas, nasi jamblang dengan beragam pilihan lauk, hingga tahu gejrot yang menawarkan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas.

Perjalanan menuju Jawa Timur juga membuka kesempatan untuk mengenal makanan khas daerah lainnya.

Di Surabaya, wisatawan bisa mencicipi rawon dengan kuah hitam khas kluwek maupun rujak cingur yang memiliki perpaduan sayuran, buah, dan bumbu petis.

Sementara itu, Jember mempunyai kekayaan kuliner yang tidak kalah menarik. Suwar-suwir menjadi salah satu makanan khas yang sering diburu sebagai buah tangan. Ada pula pecel pincuk yang menawarkan sajian sederhana dengan cita rasa khas daerah.

Melalui rute KA Ranggajati, penumpang memiliki kesempatan untuk mengenal lebih banyak variasi kuliner dari wilayah Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Menikmati Kuliner Lokal Sekaligus Mengenal Kehidupan Masyarakat

Berburu makanan khas daerah sebenarnya bukan hanya soal menemukan hidangan dengan rasa yang enak. Ada pengalaman lain yang bisa didapatkan ketika wisatawan datang langsung ke tempat makanan tersebut berasal.

Misalnya, mengunjungi pasar tradisional pada pagi hari, mampir ke warung keluarga yang sudah beroperasi selama puluhan tahun, atau berbincang dengan pedagang yang masih mempertahankan resep turun-temurun.

Tempat-tempat seperti itu sering kali memberikan gambaran berbeda tentang kehidupan masyarakat lokal. Wisatawan bisa melihat bagaimana makanan disiapkan, mengenal bahan yang digunakan, hingga mengetahui kebiasaan masyarakat dalam menikmati hidangan sehari-hari.

Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.

KAI: Perjalanan Kereta Api Tidak Hanya untuk Wisata

Meski jumlah pelanggan ketiga layanan kereta api tersebut mengalami peningkatan, KAI menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut berasal dari berbagai kebutuhan perjalanan.

Anne Purba menyebutkan, pelanggan menggunakan kereta api untuk beragam keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, mengunjungi keluarga, hingga berwisata.

Dengan demikian, angka kenaikan pelanggan tersebut tidak secara khusus menggambarkan jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan kuliner. Namun, data itu menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat pada jalur yang menghubungkan sejumlah kota dengan kekayaan budaya dan gastronomi.

“Sering kali yang membuat sebuah perjalanan berkesan justru hal-hal sederhana. Duduk di warung yang sudah puluhan tahun berdiri, mendengar cerita penjual tentang resep keluarganya, atau akhirnya mencicipi makanan yang selama ini hanya dikenal dari cerita orang lain.

Dari pengalaman seperti itulah kita semakin mengenal keberagaman Indonesia. Kereta api mengantarkan masyarakat dari satu kota ke kota lainnya, sementara rasa, tradisi, dan cerita masyarakat setempat membuat perjalanan itu ingin diulang kembali,” tutup Anne.

Bagi yang sedang mencari ide liburan singkat, menjelajahi kota-kota dengan kereta api sambil mencicipi makanan khas bisa menjadi alternatif menarik.

Tidak perlu menunggu musim liburan panjang, perjalanan akhir pekan pun dapat dimanfaatkan untuk menemukan rasa baru sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan kuliner Indonesia.

Advertisements
Mimin
Mimin
Penulis Piknikdong.com