Menyambut Mahasiswa Baru, Didi Kempot Bakal Hadir di “Jogja Menyapa”

Paniradya Kaistimewan menyapa para mahasiswa baru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menggelar kegiatan bertajuk Jogja Menyapa : Ngaruhke, Ngarahke – Tepung, Dunung, Srawung, yang akan digelar pada 21 Agustus 2019, pada pukul 16:00 WIB – 22:00 WIB, di Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta.

Paniradya Kaistimewan melihat momentum datangnya para mahasiswa baru di DIY ini sebagai saat yang tepat untuk lebih mengenalkan keistimewaan Jogja. Baik sisi sosial kemasyarakatan, pola perilaku kesantunan, keramahtamahan, seni, budaya, kuliner, dan berbagai hal yang menarik dan unik lainnya.

Menyambut Mahasiswa Baru, Didi Kempot Bakal Hadir di “Jogja Menyapa”
Menyambut Mahasiswa Baru “Jogja Menyapa”

Ngaruhke, Ngarahke” yang menjadi tagline acara ini adalah tindakan-tindakan awal yang umum dilakukan masyarakat DIY ketika menyambut tamu atau warga baru.

Ngaruhke maksudnya menerima, menyambut, atau sapaan sugeng rawuh/selamat datang. Sementara, Ngarahke maksudnya mengarahkan atau menunjukkan berbagai hal tentang DIY, sehingga antara warga baru dan tuan rumah dapat saling mengenal dan memahami.

Dengan saling mengenal dan memahami, harapannya para warga baru, dalam hal ini para mahasiswa baru, bisa Tepung (paham dan mengerti), Dunung (mengenal lebih dekat), dan Srawung (menjalin hubungan lebih dekat dan akrab). Sehingga proses akulturasi dan inkulturasi budaya antara para warga baru dengan masyarakat DIY berlangsung dengan tetap mengedepankan semangat bhinneka tunggal ika yang sudah tertanam sejak lama.

Dengan demikian diharapkan para warga baru DIY yang berasal dari beragam latar belakang budaya, tidak harus serta merta menjadi orang DIY (Jawa). Namun tetap membawa unsur dan identitas budayanya sendiri untuk saling melengkapi dan membaur di dalam kerangka kehidupan bermasyarakat setempat. Karena hal tersebut merupakan salah satu dari Keistimewaan DIY.

“Tidak harus menjadi orang Jawa untuk tinggal di Jogja.

Tetaplah menjadi orang Batak, Dayak, Papua, dan sebagainya.”

Ungkap Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur DIY.

Alasan kedekatan historis baik dengan Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, maupun dengan masyarakat Indonesia dari berbagai belahan bumi Indonesia, menjadi dasar dipilihnya Universitas Gadjah Mada sebagai lokasi pelaksanaan Jogja Menyapa ini, tepatnya di Pelataran Soegondo di Halaman Fakultas Ilmu Budaya UGM.

“Dari Jogja untuk Indonesia. Mari kita berkembang bersama.”

Ungkap Santoso Rohmad dan Dirut BPD DIY.

Kegiatan hasil kerjasama antara Paniradya Kaistimewan, Bank Pembangunan Daerah DIY, dan Fakultas Ilmu Budaya UGM ini, akan terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan antara lain, guyonan, gojekan, plesetan, dialog budaya, tarian tradisional dari beberapa daerah Indonesia (Rampoe UGM, Tarian Sumba, Tarian Halmahera), penampilan Beksan Wanara dari Kraton Jogja, Semata Wayang, Traffix Jam, Keroncong Plesiran, Sastro Moeni, Trio A Selososelodan satu lagi yang lagi populer saat ini adalah Lord Didi.

The Lord of Broken Heart Didi Kempot, Image By IG : @didikempot_official
The Lord of Broken Heart Didi Kempot, Image By IG : @didikempot_official

Sudah tahu kan siapa itu Lord Didi? Benar sekali, Beliau adalah The Lord of Broken Heart Didi Kempot. Penyanyi yang memiliki fans Sad Boys (untuk laki-laki) dan Sad Girl (untuk perempuan) dikonfimasi bakal ikut serta memeriahkan acara ini, tentu dengan tembang-tembang andalan beliau yang sedang hits sekarang ini.

Meskipun lokasi kegiatan di UGM, namun acara ini terbuka untuk mahasiswa baru dari semua kampus di Jogja dan gratis.

“Keberagaman tidak harus menjadi keseragaman, tapi bisa menjadi keselarasan,”

Pungkas Drs. Beny Suharsono, M.Si.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

FREE 100% Jadi bagian dari PIKNIKDONG, dan dapatkan kejutanya! 

Daftar Klik Disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?