Niat Puasa Ayyamul Bidh, Tata Cara dan Keutamaannya, Simak yuk!

Share:

Selain puasa sunah Senin Kamis, ada lagi puasa sunah lainnya yang ternyata memiliki keutamaan yang tidak kalah luar biasa, yakni puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa yang dilakukan atau dikerjakan pada pertengahan bulan yang waktunya berdasarkan kalender Islam atau Qomariah.

Niat Puasa Ayyamul Bidh, Gambar oleh Wolfgang Eckert dari Pixabay
ILUSTRASI Gambar oleh Wolfgang Eckert dari Pixabay

Puasa Ayyamul Bidh ini tidak bisa ditentukan menggunakan kalender Masehi atau yang biasa digunakan.

Kapan waktu Puasa Ayyamul Bidh?

Jadwal puasa Ayyamul Bidh ini bisa dilakukan setiap tanggal 13-15 setiap Bulan Hijriah, kecuali di tanggal tersebut bertepatan dengan hari tasyrik atau hari yang dilarang untuk berpuasa.

Hal ini sesuai dengan keterangan di sebuah hadist Ibnu ‘Abbas RA mengatakan bahwa:

“Rasulullah SAW biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR An-Nasai).

Arti Ayyaamul Bidh

Ayyaamul Bidh adalah bentuk jamak yang berasal dari kata ‘al yauma’ yang artinya ‘hari’ sedangkan ‘bidh’ artinya putih.

Puasa Ayyaamul Bidh ini juga sering disebut dengan puasa putih, namun puasa putih disini tidak sama dengan puasa putih yang pada umumnya dilakukan oleh orang jawa yang hanya makan nasi dan air putih saja.

Dikutip dari NU Online, mengenai kenapa puasa ini dinamakan puasa Ayyaamul Bidh karena terkait dengan kisah Nabi Adam AS saat diturunkan ke Bumi.

Riwayat Ibnu Abbas mengungkapkan, saat Nabi Adam AS diturunkan ke Bumi, seluruh tubuhnya terbakar oleh matahai sehingga jadi hitam/gosong.

Kemudian Allah memberikan wahyu padanya untuk berpuasa selama 3 hari, yakni pada tanggal, 13, 14, dan 15.

“Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam.

Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’.

Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih.

Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih.

Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Ada pendapat lain juga mengenai penamaan Ayyamul Bidh ini, karena malam-malam tersebut terang benderang disinari bulan.

Dan bulan tersebut selalu menyinari bumi sejak matahari terbenam sampai kembali terbit, karena itu pada hari-hari tersebut malam dan siang seluruhnya menjadi putih (terang).

“Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi.

Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang).”

(Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari).

Niat Puasa Ayyamul bidh

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan seperti puasa pada umumnya, dimana tidak boleh melakukan hal yang membatalkan puasa dari fajar terbit hingga sore terbenam matahari.

Perbedaanya adalah pada waktu pelaksanaannya, dimana hanya dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah.

Untuk niat niat ayyamul bidh berikuti ni ulasannya.

“Nawaitu sauma ayyamal bidh sunnatan lillaahi ta’ala.”

Artinya: “Saya niat puasa ayyamul bidh, sunah karena Allah ta’ala,”.

Niat puasa ayyamul bidh ini bisa diucapkan dalam hati ataupun dengan lisan.

Apa saja keutamaan Puasa Ayyamul Bidh?

Ada beberapa keutamaan dari Puasa Ayyamul Bidh ini, berikuti ni ulasannya.

1. Pahala Puasa Setahun

Pahala orang yang melakukan puasa 3 hari setiap bulannya seperti puasa sepanjang tahun, karena pahal satu kebaikan adalah 10 kebaikan yang sama.

Hal ini sesuai pada hadis ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari di setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kamu lakukan.

Karena itu, puasa ayyamul bidh sama dengan puasa setahun penuh.” (HR Bukhari-Muslim).

2. Menghidupkan Sunnah

Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh sampai beliau wafat.

Puasa Ayyamul Bidh ini merupakan salah satu teladan yang bisa diikuti dan dilaksanakan sesuai yang dilakukan Rasulullah SAW.

3. Menjadikan tubuh lebih sehat

Manfaat bagi kesehatan dari puasa seperti dilangsir dari Jurnal Ners adalah puasa bisa mencegah penakit kardiovaskuler dengan membantu menjaga berati badan, tekanan darah, LDL dan trigliserida dalam batas normal.

4. Menghidupkan kebiasaan Rasul

Di dalam sebuah perbincangan antara Mu’adzah yang bertanya kepada Aisyah tentang ibadah puasa selamat 3 hari berturut-turu setiap bulannya yang selalu dilakukan Rasulullah SAW dan kapan saja waktu melaksanakannya.

“Apakah Rasulullah SAW senantiasa berpuasa tiga hari setiap bulannya?”. ‘Aisyah menjawab: “Iya,”.

Aku (Mu’adzah) pun lalu bertanya lagi: “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?”. ‘

Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).” (HR At-Tirmidzi).

5. Mendapatkan Surga Ar-Rayyan

Pintu Surga Ar-Rayyan adalah pintu surga yang diperuntukkan untuk umat muslim yang selalu berpuasa sepanjang hidupnya.

Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan masuk melalui pintu tersebut.

Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya.” (HR Bukhari Muslim).

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 2

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

Ikuti berita dan info menarik lainnya dari Piknikdong di Google News!