Menariknya Fragmen Golek Menak Di Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta

Pada Hari Selasa Wage, 7 Maret 1989 atau 29 Rejeb, Tahun Wawu 1921, KGPH Mangkubumi dinobatkan sebagai Raja ke-10 Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Permaisurinya bergelar Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Tepat pada tanggal 7 Maret 2020 kemarin Ngarsa Dalem genap bertakhta selama 31 tahun berdasarkan tahun Masehi. Berdasarkan hitungan tahun Jawa, genap bertakhta selama 32 tahun pada Hari Selasa Wage, 29 Rejeb, Tahun Wawu 1953 atau tanggal 24 Maret 2020.

Sambutan GKR HAYU
Sambutan GKR HAYU dalam Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta, Photo By : Monyo

Guna memeringati agenda tersebut, pada Sabtu (7/3) pkl 19.00, telah digelar Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta.

“Abalakuswa berarti rangkaian busana kebesaran. Tajuk ini dipilih menjadi ruh dari pameran yang erat dengan rekam jejak kekuasaan.

Selain itu, busana juga menjadi ruang ekspresi politik bagi setiap periode kekuasaan. Bahkan para bangsawan menggunakan busana sebagai penentu identitas dan strata sosial.

Kondisi ini kerap ditemui di Dalem-Dalem Pangeran pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VI hingga VIII yang memiliki kreativitas luas dalam mengembangkan motif batik.

Di Keraton motif batik sebagai tanda kebesaran seorang raja, seperti Parang Rusak Barong, cenderung baku dan bersifat stagnan.

Sementara para Pangeran memberi nuansa lain pada motif parang sehingga lahirlah varian motif parang yang beraneka ragam.”

Ungkap GKR Hayu dalam sambutannya.

Pada gelaran ini akan turut ditampilkan Fragmen Golek Menak dengan lakon ‘Jayengrana Jumeneng Nata” dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

Fragmen Golek Menak Di Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta
Fragmen Golek Menak dengan lakon Jayengrana Jumeneng Nata, Photo By : Monyo

Adapun jalan ceritanya mengisahkan seorang Amir Ambyah (putra dari Adipati Mekkah, Abdul Mutolib), yang merupakan nama kecil dari Tiyang Agung Jayengrana yang sangat nakal saat masih kecil.

Memasuki masa remaja dan dewasa, Amir Ambyah memutuskan untuk mengembara didampingi oleh Umarmaya dan Maktal. Mereka mengembara dan menyebarkan agami suci. Pada saat pengembaraannya, dia menemukan peninggalan Nabi Iskak, yakni Kuda Kalisahak.

Amir Ambyah merupakan seorang yang taat beragama. Ia bercita-cita menyebarkan agama suci ke seluruh negeri dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan, termasuk kerajaan Kaos dan Koparman yang menolak masuknya agami suci. Namun pada akhirnya mereka dapat dikalahkan dan mengakui kehebatan Amir Ambyah.

Kegiatan Pameran Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta ini sendiri dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Pagelaran.

Pembukaan Pameran Busana Kraton Jogja Oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X
Pembukaan Pameran ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwana X

Pameran akan berlangsung mulai 8 Maret hingga 4 April 2020. Jam kunjung ke pameran akan dibuka setiap hari Senin-Minggu dengan waktu kunjungan Senin-Kamis : 09.00-16.00 serta Jumat, Sabtu, Minggu pada pukul 09.00-21.00 WIB. Adapun tiket masuk ke venue pameran adalah sebear Rp 5,000.

Gelaran Pameran sendiri akan diisi degan serangkaian workshop batik, berbusana Jawa, dan diskusi seputar tema terkait Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta.

Selain itu, juga akan digelar pementasan Beksan Trunojoyo pada 25 Maret dan wayang Wong Purwo pda 4 April 2020. Kedua gelaran ini juga terbuka untuk masyarakat umum hanya dengan membeli tiket masuk ke venue pagelaran saja.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 4

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini

Menyajikan informasi menarik terkini
BAGIKAN
Komentarmu?