Uniknya Sejarah Perbedaan Sumpit China, Jepang, dan Korea

Pasti tahu kan apa itu sumpit? Bahkan bagi sebagian orang, sumpit adalah alat makan sehari-hari, terutama bagi yang suka dengan mie. Sumpit merupakan alat makan yang berasal dari Asia Timur, yang berbentuk batang sama panjang dan menggunakannya dipegang antara jari-jari salah satu tangan.

Sumpit sendiri terbuat dari berbagai bahan, seperti bambu, logam, gading dan plastik. Sekarang ini, sumpit sudah digunakan hampir di seluruh dunia terutama untuk makanan khas Asia Timur. Sedangkan di Asia Tenggara, sumpit merupakan alat makanan yang pentingnya seperti sendok dan garpu, seperti di Indonesia sendiri, pilihan sendok garpu atau sumpit disediakan di rumah makan dengan menu masakan khas Tionghoa, Korea, Jepang, Vietnam, Thailand sampai penjual bakso atau mie ayam di pinggir jalan.

Okedeh, kembali ke topik utama kita tentang sejarah perbedaan Sumpit China, Jepang, dan Korea.

Uniknya perbedaan Sumpit Korea, China dan Jepang
Uniknya perbedaan Sumpit Korea, China dan Jepang

Sekilas memang terlihat sama, namun jika diperhatikan dengan seksama, sumpit Jepang, Korea dan China memiliki panjang yang berbeda, dan uniknya lagi memiliki sejarah yang berbeda.

1. Sumpit Jepang

Yang pertama adalah sumpit yang berasal dari Negeri Sakura. Dari segi bentuknya, sumpit dari Jepang ini memiliki ukuran paling pendek dibanding sumpit Korea dan China.

Menurut sejarahnya kenapa lebih pendek adalah adanya budaya Jepang yang tidak terbiasa berbagi makanan.

Konon, orang Jepang percaya bahwa saat bibir mereka menyentuh sumpit makan dan makanan mereka, roh seseorang akan ikut masuk dalam sumpit dan makanan itu. Jadi setiap orang memiliki sumpit dan makanan dalam porsi masing-masing serta sangat personal.

Selain itu, sumpit dari Jepang lebih runcing daripada sumpit Korea dan China, karena orang Jepang suka makan ikan. Sumpit yang runcing memang didesain agar lebih mudah dalam memotong ikan sampai memisahkan ikan dari durinya.

2. Sumpit Korea

Sumpit Korea sangat unik, karena kebanyakan tebruat dari logam, dengan bentuk agak pipih dan meruncing dibagian ujungnya. Konon hal ini berkaitan dengan sejarah jaman perang Kerajaan di Korea di Abad ke 7.

Di Jaman itu, para pekerja rumah tangga Kerajaan memiliki tugas mecicipi makanan, sebelum di santap keluarga Kerajaan. Hal ini karena keluarga Kerajaan was-was diracuni oleh musuh. Orang kerajaan Korea ini percaya bahwa sumpit yang terbuat dari logam seperti perak bisa mendeteksi reaksi kimia dan racun.

Walaupun cenderung mahal, sumpit dengan bahan baku perak sudah menjadi budaya turun-menurun di Korea. Maka dari itu sekarang bentuknya juga lebih pipih agar mengurangi harganya. Selain itu, warga Korea sendiri memang hobi makan daging panggang, dengan menggunakan sumpit perak tentu akan lebih tahan lama dibandingkan sumpit dengan bahan yang lainnya.

3. Sumpit China

Sumpit dari China atau Tionkok memiliki ukuran paling panjang jika dibandingkan dengan sumpit Jepang, dan Korea. Keunikan lain dari sumpit China adalah ujungnya yang tidak runcing.

Dibalik bentuknya itu ada alasan yang berkaitan dengan sejarah orang China yang gemar makan bersama dan berbagi makanan saat makan yang sering disebut dengan “makan tengah”.

Advertisements

Jika kita tengok kebelakang lagi, pada abad ke 10 meja besar dan kursi diperkenalkan di China. Dari situlah kebiasaan makan bersama menjadi sebuah budaya. Nah, untuk desain sumpit yang panjang memiliki fungsi mempermudah dalam menjangkau makanan di tengah meja besar tersebut tanpa merasa kesulitan.

Selain itu, orang Tiongkok atau China ini sering berbagi menu Chinese hot pot (jenis sajian sup yang disajikan di panci panas) dengan sumpit yang panjang itulah mereka bisa mengambil makanan dalam panci tanpa harus kawatir terkena panas dari panci.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

FREE 100% Jadi bagian dari PIKNIKDONG, dan dapatkan kejutanya! 

Daftar Klik Disini

Ketika piknik menjadi sebuah kebutuhan, maka pikniklah
BAGIKAN
Komentarmu?