Ragam Pertunjukan Merespon Karya Jogja Street Sculpture Project 4, Seperti Apa?

Berbagai bentuk pertunjukan telah hadir untuk merespon 8 karya patung Jogja Street Sculpture Project 4 (JSSP 4), Jumat (19 November 2021).

Pertunjukan tersebut ditayangkan melalui Kanal Youtube Dinas Kebudayaan DIY tasteofjogja disbud diy.

Stardust Dance Crew, Pancawarna
Stardust Dance Crew, Pancawarna, SC Youtube : tasteofjogja disbud diy

Beragam penampilan ini merupakan perwujudan tema yang diusung JSSP 4 yaitu Jogja Patung Publik Nyawiji.

Semangat kolaborasi tidak berhenti pada proses pembuatan patung, antara seniman, panitia dan masyarakat kalurahan budaya. Namun, kolaborasi partisipatif dapat kita nikmati bersama melalui berbagai pertunjukan lintas kesenian yang merespon 8 karya patung JSSP 4.

Sebagaimana Komunitas Jejak Imaji merespon karya patung kelompok Klinik Art Studio berjudul “Sumur Biyung” yang berlokasi di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul dengan pembacaan puisi berjudul “Ibu” milik D. Zawawi Imron.

Puisi ibu dipilih sebagai bentuk simbolik, bahwa segala perjalanan akan kembali pada rahim atau pada ujung dalam segitiga. Kembali ke ibu sebenarnya akan kembali pada Yang Maha pencipta.

Komunitas Jejak Imaji juga menghadirkan pertunjukan musikalisasi puisi berjudul “Obituari Ingatan” karya Faisal Odang untuk merespon karya patung kelompok Pandai Ruang “Imagine of Senopati” yang berlokasi di Kalurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul.

Selain itu Komunitas Jejak Imaji juga merespon karya patung “Cinderamata” dari kelompok Jiwa Sehat yang berlokasi di Bangunjiwo, Kasihan, Bantul dengan fragmen tari.

Kelompok kesenian Stardust Dance Crew merespon karya patung “Gemah Ripah Loh Jinawi” dari kelompok Buruh Seni yang bertempat di Kalurahan Girikerto, Turi, Sleman dengan repertoar tari berjudul “Semar”.

Nuansa mistis dan magis sangat kental dihadirkan oleh kelompok ini. Tak berhenti di situ, Stardust Dance Crew juga menghadirkan respon tari “Pancawarna” terhadap karya “Manunggaling Kawulo Gusti” dari kelompok Hokki yang bertempat di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman.

Pada karya patung kelompok DADA(K) “Cultural Unity” yang bertempat di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Kelompok Banyu Murti merespon karya tersebut dengan tarian Amarta Aji. Amarta aji merupakan tagline Kalurahan Wedomartani yang memiliki makna Amanah, Membangun, Rukun, Taqwa, Anggayuh Jejeging Iman.

Kelompok kesenian Gendhis Manis menghadirkan respon melalui tari “Anjagi” bernuansa tradisonal untuk dihadirkan pada karya kelompok YOS “Sumber Kehidupan”yang bertempat di Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman.

Tidak hanya sekali, Kelompok Gendhis Manis juga mengahadirkan tarian “Boyong Dewi Sri” pada karya patung kelompok Dewi Sri “Dewi Sri” yang bertempat di Kalurahan Sabdodadi, Bantul.  Semangat dan sukacita begitu terasa pada pertunjukan ini.

“Selaku panitia saya mengucapkan selamat serta terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu kelancaran program ini, Seluruh pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi pemantik karya-karya lainnya yang akan terus hadir dan tumbuh di masyarakat,”

tutur Purwanto selaku Direktur Artistik JSSP 4. Selain Performing Art.

JSSP 4 juga akan menghadirkan program Diskusi yang dapat dinikmati pada Senin, 22 November 2021 di Kanal Youtube Dinas Kebudayaan DIY: tasteofjogja disbud diy.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 2

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini