Beranda › News › News

Usai Insiden Bekasi Timur, KAI Tutup 172 Perlintasan dan Siapkan 748 Petugas PJL

Setelah insiden Bekasi Timur, KAI menutup 172 perlintasan dan menyiapkan 748 petugas PJL tersertifikasi untuk mendukung keselamatan.

Usai Insiden Bekasi Timur, KAI Tutup 172 Perlintasan dan Siapkan 748 Petugas PJL
Photo: KAI.id

Piknikdong.com, News – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus bergerak menindaklanjuti rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah kejadian yang melibatkan KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.

Advertisements

Perbaikan tidak baru dimulai setelah laporan investigasi selesai. KAI menyebut sejumlah langkah keselamatan sudah dijalankan sejak kejadian berlangsung dan tetap diteruskan selama proses investigasi.

Enam rekomendasi KNKT mulai ditindaklanjuti

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, setelah laporan akhir KNKT diterima, perusahaan langsung membagi enam rekomendasi yang ditujukan kepada KAI untuk ditangani sesuai bidang masing-masing.

Advertisements

Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat aspek keselamatan operasional kereta api.

“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Bobby.

Rangkaian rekomendasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari komunikasi dan prosedur keselamatan, kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan kereta, hingga kemampuan personel dalam mengidentifikasi potensi bahaya.

Sebagian tindak lanjut telah dilakukan melalui pembaruan prosedur, penguatan pelatihan, evaluasi sistem kerja, serta kajian terhadap berbagai aspek operasional yang menjadi perhatian KNKT.

KAI tetap dampingi pegawai yang menjalani proses hukum

Di tengah proses perbaikan keselamatan, KAI juga menyatakan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait kejadian tersebut.

Bobby memastikan perusahaan akan bersikap kooperatif dan transparan kepada pihak berwenang. Di sisi lain, pegawai KAI yang tengah menjalani proses hukum juga akan mendapatkan pendampingan dari perusahaan.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan akan tetap kooperatif serta transparan. Di saat yang sama, kami juga hadir untuk mendampingi pegawai kami yang sedang menjalani proses tersebut.

Perusahaan akan memastikan pendampingan dan bantuan hukum diberikan, agar yang bersangkutan tidak menghadapi proses ini sendirian,” kata Bobby.

Menurut KAI, pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap memberikan dukungan kepada pegawai selama proses hukum berjalan.

Ratusan perlintasan menjadi sasaran penguatan keselamatan

Selain menindaklanjuti rekomendasi KNKT secara internal, KAI juga melakukan sejumlah pembenahan yang berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan kereta di lapangan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat penanganan perlintasan sebidang.

Pada 11 Mei 2026, KAI menerbitkan instruksi untuk menutup 172 titik perlintasan sebidang. Seluruh target tersebut kemudian dinyatakan telah terealisasi pada 23 Juli 2026.

Program keselamatan berikutnya menyasar 190 titik prioritas yang tersebar di sembilan Daop dan empat Divre di wilayah Jawa dan Sumatra.

Penanganannya tidak hanya berupa pembangunan fisik. KAI juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain gardu, rambu, perlengkapan keselamatan dan komunikasi, petugas Penjaga Jalan Lintasan (PJL), hingga pintu perlintasan.

Pelaksanaan program dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan serta sejumlah pihak terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Progres 190 titik terus dipantau

Berdasarkan pembaruan hingga 28 September 2026, pekerjaan sipil telah berlangsung di 183 dari total 190 lokasi prioritas.

Sementara itu, pekerjaan modular tercatat sudah dilakukan di 69 lokasi.

Untuk komponen lainnya, pekerjaan rambu telah berjalan di 26 lokasi, pemasangan palang pintu di dua lokasi, sedangkan perangkat komunikasi telah dikerjakan di 87 lokasi.

Agar pengamanan dan operasional di 190 titik tersebut dapat berjalan, KAI juga menyiapkan 748 petugas PJL yang telah memiliki sertifikasi.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah JPL 86 Bekasi Timur. Di titik ini, KAI telah menyelesaikan pembangunan pos jaga sekaligus memasang rambu, palang pintu, serta perangkat komunikasi. Perlintasan tersebut kini telah beroperasi.

Edukasi keselamatan juga menyasar masyarakat

Pembenahan keselamatan tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur dan kesiapan petugas. KAI juga terus menjalankan edukasi kepada masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar jalur dan perlintasan kereta api.

Dalam periode 2022 hingga 2025, tercatat 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang telah dilakukan KAI.

Pada periode yang sama, perusahaan juga mencatat 1.024 kegiatan penutupan perlintasan sebidang liar dan rawan. Edukasi keselamatan turut digelar di lingkungan sekolah dan tempat ibadah dengan total 988 kegiatan.

Selain sosialisasi langsung, sebanyak 2.646 spanduk peringatan dipasang di sejumlah perlintasan yang dinilai rawan selama periode 2022 hingga Juni 2024.

Anne mengatakan proses pembenahan dilakukan secara bertahap dengan pemantauan terhadap setiap tahap pekerjaan.

“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat. Seluruh progres terus kami pantau agar setiap tahapan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Anne.

Dengan berbagai langkah tersebut, KAI menyatakan percepatan peningkatan keselamatan terus dilakukan, baik melalui tindak lanjut rekomendasi KNKT, penguatan fasilitas di lapangan, kesiapan petugas, maupun edukasi kepada masyarakat.

Advertisements
Mimin
Mimin
Penulis Piknikdong.com