Viral Tampah Dijual Jutaan Rupiah, Seperti Apa?

Baru-baru ini jagat media sosial digemparkan dengan postingan dari salah satu akun yang memposting tampah dijual dengan harga $299 dollar AS atau setara dengan 4,2 juta rupiah.

Bagaimana bisa tampah yang biasanya digunakan masyarakat Indonesia sebagai pemisah gabah dengan beras bisa laku terjual semahal itu?

Ilustrasi Tampah, image by : masindofurniture.com
Ilustrasi Tampah, image by : masindofurniture.com

Sedangkan di negara asalnya tampah biasanya dijual di pasar dengan harga mulai dari 25 ribu rupiah bahkan ada yang lebih murah (tergantung ukuran) dan hampir disetiap rumah memilikinya.

Usut punya usut ternyata tampah tersebut digunakan sebagai hiasan dinding yang diletakkan di atas Kasur sebagai pemanis antara lampu kamar.

Bahan dasar dari tampah ini adalah bamboo yang memiliki karakter mirip dengan kayu sehingga digemari oleh masyarakat AS, tanaman bambu ini hanya tumbuh di dataran rendah dan tinggi di Kawasan Benua asia dan memiliki 2 fungsi yaitu fungsi hias dan fungsi pakai.

Dalam hal ini yang ditonjolkan adalah fungsi hias yang dilihat dari nilai estetika yang memiliki unsur etnik.

Selain itu bamboo juga memikiki bentuk yang unik dan berkarakter sehingga anyaman yang terbuat dari bamboo ini memiliki nilai lebih, lihat saja bagaimana kuat dan awetnya anyaman dari bambu, hal inilah yang kemudian menjadi pertimbangan masyarakat dunia dan wisatawan asing untuk menggunakan bamboo sebagai hiasan.

Meski demikian untuk mengekspor produk ke luar negeri terutama kerajinan membutuhkan biaya yang tak sedikit, belum lagi terkendala regulasi yang cukup rumit dan ongkos shipping yang mahal.

Lalu, apakah yang membuat tampah ini menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial beberapa hari ini?

Berikut ini rangkuman sedikit awal mula fenomena kerajinan bamboo ini muncul.

Tangkapan layar Twitter zourrymilf
Tangkapan layar Twitter @zourrymilf

Postingan tersebut pertama kali muncul di situs jual beli Potterybarn yang mengunggah foto tampah sebagai hiasan dinding namun dengan harga yang fantastis dan diluar nalar.

Kemudian akun @zourrymilf memposting tangkapan layer dari ssitus jual beli tersebut dan mempostingnya ke twitter pada Rabu 12-05-2021, sontak saja postingan tersebut menggegerkan jagat media sosial di dunia tek terkecuali Indonesia.

Hal ini terbukti dengan unggahan ulang yang dilakukan akun @fxmario yang menyebutkan jika hal ini bisa menjadi peluang dan bisa menambah pendapatan negara, postinga tersebut mendapat retweet  lebih dari 20ribu orang dan disukai lebih dari 54ribu akun.

Postingan tersebut juga mendapat respon dari warganet lainnya, seperti balasan dari akun @oanyeowang, bener banget, pernah ada kesempatan jalan-jalan sama keluarga ke Amsterdam, ada toko etnik yang lumayan hype disana, ada cafenya juga jadi kaya tempat nongkrong anak situ lah. Ada yang jual tas anyaman mirip punya yang di bali dan jogja gitu. 1 tas 50-70€ dong.

Tak berhenti disitu saja, akun @aegassi juga membalas postingan tersebut, Sapu lidi kita aja di ekspor lho, bisa mahal gitu, ya jelas biaya proses dokumen kirim eropa atau amerika aja sudah mahal.

Ada lagi yang menambahkan

“sebenarnya potensi kerajinan negara Indonesia banyak, mulai dari kein tenun, Mutiara, ukiran kayu dan masih banyak lainnya, hanya saja masyarakat kita kurang dukungan dari pihak ahli untuk melakukan branding ke pasar internasional”

kata @rahmadiandrnt dalam balasan di twitter.

Jika ditelaah harga tersebut memang sejalan jika dilihat dari makna sebuah kerjainan yang dibuat dengan proses yang rumit dan menggunakan bahan baku kualitas tinggi.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi vote.

Penilaian rata-rata 5 / 5. Jumlah 6

Jadilah yang pertama memberi peringkat disini.

Kami mohon maaf karena posting ini tidak berguna untuk Anda

Biarkan kami memperbaiki pos ini

Beri tahu kami bagaimana kami dapat memperbaiki pos ini?

FREE 100% Dapatkan info dan penawaran menarik langsung di email! 

Daftar klik disini

Seorang mahasiswa ekonomi yang hobi akan main musik, selalu meluangkan waktu untuk travelling ditengah kesibukan. Masih terus belajar untuk menuliskan kisah perjalanan.
BAGIKAN
Komentarmu?