Visitor’s Galleria : Begini Cara RW Genting Mengenang Pendirinya

The Visitor’s Galleria – Makan malam tidak lantas menutup rangkaian kegiatan di hari pertama kami dalam perjalanan FAM Trip Genting 2017 ini. Setelah menyantap Western Food yang cukup legit di Bubbles & Bites, kami melanjutkan agenda untuk mengunjungi satu tempat lagi.

Rasanya, diantara kami tidak ada yang membawa jadwal. Bahkan, tidak ada yang benar-benar tahu kemana kami akan pergi setelah dari Bubbles & Bites. Kami hanya mengekor Bang Jay saja. Seandainya Bang Jay membawa kami ke Meikarta, mungkin kami tidak akan bisa apa-apa.

Hal ini diperparah dengan langkah Bang Jay yang lebar-lebar. Sangat berbeda dengan rentangan kaki kami yang mungkin tidak ada se per sepuluhnya. Rombongan sempat terpisah beberapa kali. Mungkin Bang Jay keburu mau nelpon gebetannya yang belum diingetin buat makan malam. Dasar bucin.

Untungnya, ada panitia lain yang membersamai kami selain Bang Jay. Alicia namanya. Konon katanya, Alicia ini teman masa kecilnya Bang Jay di Penang. Nggak tau dah dulu masa kecil anak-anak Malaysia jaman segitu mainannya gaple atau gamebot.

The Visitors’ Galleria

Perjalanan terhenti di sebuah galeri yang diberi nama The Visitor’s Galleria.

Booking.com

Saya termasuk yang paling awal tiba di lokasi. Sehingga begitu sampai sana, saya langsung bertanya perihal tujuan dari dibangunnya tempat ini. Bukan apa-apa, cuma mau memastikan bahwa tempat ini bukan counter Meikarta seperti yang sudah saya khawatirkan sejak awal.

Galeri Sang Founder

Kuntowijoyo bilang,

Dengan Sejarah, Kita Belajar Jatuh Cinta.

Bilang cinta itu mudah, membuktikannya yang susah. Salah satu cara manajemen Genting Malaysia Berhad dalam mengekspresikan bukti cintanya kepada sang pendiri, Tan Sri Dato’ Sri Lim Goh Tong adalah dengan mendirikan The Visitor’s Galleria ini.

Perjalanan ini dipandu oleh guide-guide yang sayangnya tidak bisa berbahasa Sunda, apalagi Bahasa Sansekerta. Namun jika kita memiliki pemahaman yang baik di Bahasa Malaysia, Cina ataupun Inggris, maka itu adalah modal yang cukup untuk bisa memahami apa yang disampaikan oleh mba-mba pemandu.

Perjalanan kami di dalam galeri kemudian ditemani oleh mba-mba pemandu yang tadi sempat saya singgung yang memang sudah disiapkan dari pihak galeri. Kami dijelaskan dengan detail kehidupan Tan Sri Dato’ Sri Lim Goh Tong dari masa kecil hingga awal mula pembangunan Resorts World Genting dari awal hingga bisa sebesar sekarang ini.

Melangkah lebih dalam, kita bisa menemukan miniatur kawasan Resorts World Genting yang berisi berbagai macam bangunan di dalamnya. Konon, area yang sudah di bangun di Genting Highlands ini baru sekitar 5% dari kurang lebih 11.000 hektar areal tanah yang dikelola oleh perusahaan ini. Cukup lah buat main petak umpet yang nggak akan ada habisnya.

di-the-visitors-galleria
Nongton poto potooo

Setiap tahunnya, ada seperempat juta jiwa mengunjungi galeri yang berlokasi di Genting Grand ini. Dimana di dalam Visitor’s Galleria tersebut kita juga bisa menemukan foto-foto pembangunan Resorts World Genting dari waktu ke waktu, serta banyak prestasi yang diperolehnya seperti Hospitality Asia Platinum Award, Malaysian International Gastronomy Festival, dan banyak penghargaan lain yang tidak bisa dimuat disini.

Untuk bisa masuk ke dalam galeri ini, kamu tidak perlu repot-repot mengeluarkan dompetmu yang mungkin isinya cuma koleksi bon yang kamu kumpulin tiap akhir bulan. The Visitor’s Galleria tidak memberikan beban finansial apapun kepada para pengunjungnya. Benar-benar 0 rupiah. Sans, di Genting masih ada yang gratis kok.

Nobarrrr

Pasca melihat-lihat galeri tadi, ada sebuah ruangan yang terpasang monitor di dalamnya, dan ada seseorang wanita berdiri depannya. Karena terlihat seperti seminar MLM, saya ragu mau masuk. Malah sebenarnya ada niatan mulia yang terbersit dari lubuk hati yang paling dalam untuk menyelamatkan teman-teman saya yang sudah terlanjur duduk dan terjebak dalam workshop tidak jelas itu.

Sedetik kemudian, Bang Jay meminta kami yang masih di luar untuk masuk ke ruangan tersebut karena memang ada pengenalan lebih lanjut soal Resorts World Genting. Kami duduk, dan apa yang ada di monitor dinyalakan. Ketika video diputar, rasanya sama saja kaya nonton TV di rumah. Bedanya kalau di TV rumah, iklan itu cuma selingan. Nah ini dari awal sampai akhir iklan semua. Ya, sekitar 45 menit waktu kami yang berharga dihabiskan untuk nonton promosi mereka.

Kaya seminar MLM kan?

Iklan nggak selalu tidak berguna kok. Dari video promosi tersebut, kami jadi mengetahui lebih detail tentang betapa Bapa Lim Goh Tong itu merupakan seorang yang visioner, yang literally mbabat alas untuk membuka jalan sebuah bukit di Pahang ini.

Setelah dibuka, pembangunan demi pembangunan dilakukan di tanah antah berantah ini. Hotel dan tempat-tempat hiburan dibuka untuk publik, wisatawan mulai berdatangan hingga akhirnya kemudian seluruh kepemilikan bukit ini dilimpahkan begitu saja dari Pemerintah Malaysia untuk dikelola perusahaannya. Yang 11.000 hektar itu tuh. Gimana nggak mupeng kan ya.

Selepas menonton video, ada sedikit diskusi tentang Resorts World Genting yang dipandu oleh Mbak Irene, yang nantinya juga akan menjadi teman jalan dalam petualangan kami di Genting Highlands. Jangan dibayangkan diskusi ini bakal tegang dan panas kaya ILC ya, boro-boro mau nanya, buat duduk tegak aja punggung ini sudah tak mampu.

Jadi, saudara-saudara, begitulah orang hebat seperti bapa Lim Goh Tong dikenang : dibuatkan galeri untuk mengenang jasa dan prestasinya. Kalo kita nol prestasi tapi masih tetap ingin punya galeri sendiri, mau nggak mau kita harus mencukupkan diri dengan galeri henpon yhaa.

FREE 100% Jadi bagian dari PIKNIKDONG, dan dapatkan kejutanya! 

Daftar Klik Disini

Dulunya programmer | Sekarang lebih banyak nulis dan jalan-jalan
BAGIKAN
Komentarmu?