Nuzulul Quran 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya

Oleh: Newsroom and Andri
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, News – Bulan Ramadan selalu menghadirkan banyak momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Advertisements

Salah satu peristiwa yang memiliki makna sangat besar adalah Nuzulul Qur’an, yaitu saat pertama kali wahyu Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Nuzulul Quran 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasannya
Nuzulul Quran 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? ILUSTRASI photo: Pixabay

Peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Islam, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Muslim tentang awal turunnya kitab suci yang menjadi pedoman hidup hingga sekarang.

Banyak umat Islam biasanya memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, hingga mengikuti berbagai kegiatan keagamaan di masjid.

Advertisements

Lalu, sebenarnya Nuzulul Qur’an 2026 jatuh pada tanggal berapa? Berikut penjelasannya.

Tanggal Nuzulul Qur’an 2026

Dalam kalender Hijriah, peringatan Nuzulul Qur’an selalu jatuh pada 17 Ramadan setiap tahunnya.

Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal tersebut pada tahun 1447 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026.

Artinya, umat Islam di Indonesia akan memperingati Nuzulul Qur’an pada tanggal tersebut.

Namun perlu diketahui, dalam sistem penanggalan Hijriah pergantian hari tidak dimulai pada tengah malam seperti kalender Masehi, melainkan sejak waktu Maghrib.

Karena itu, malam peringatan Nuzulul Qur’an sudah dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026, setelah matahari terbenam.

Agar lebih mudah dipahami, berikut rinciannya:

  • Malam Nuzulul Qur’an 2026: Jumat, 6 Maret 2026 (mulai setelah Maghrib)
  • Hari Nuzulul Qur’an 2026: Sabtu, 7 Maret 2026 (hingga Maghrib)

Biasanya pada malam tersebut berbagai masjid mengadakan kegiatan seperti pengajian, tadarus Al-Qur’an, hingga ceramah keagamaan yang membahas makna turunnya kitab suci bagi kehidupan umat manusia.

Bagaimana Peristiwa Turunnya Al-Qur’an?

Menurut penjelasan dari laman UIN Sunan Gunung Djati, wahyu Al-Qur’an pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad SAW saat beliau berusia sekitar 40 tahun.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah sedang menyendiri dan beribadah di Gua Hira, yang terletak di kawasan Jabal Nur.

Pada saat itulah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun menariknya, Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus dalam satu waktu. Kitab suci ini hadir secara bertahap selama bertahun-tahun, menyesuaikan dengan situasi, kebutuhan, serta persoalan yang dihadapi umat Islam pada masa itu.

Proses turunnya wahyu secara berangsur ini juga mengandung banyak hikmah. Salah satunya adalah memberi pelajaran kepada umat Islam untuk menghadapi berbagai ujian kehidupan dengan kesabaran serta kebijaksanaan.

Proses Turunnya Al-Qur’an dalam Dua Tahap

Mengutip Jurnal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjudul “Hikmah Penurunan Al-Qur’an secara Berangsur”, proses turunnya Al-Qur’an terjadi melalui dua tahapan besar.

Pada tahap pertama, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT ke Lauh Mahfudz, yaitu tempat yang diyakini sebagai catatan seluruh ketetapan Allah.

Setelah itu, pada tahap berikutnya Al-Qur’an diturunkan ke Baitul Izzah yang berada di langit dunia. Dari sanalah wahyu kemudian disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap melalui perantara Malaikat Jibril.

Ayat-ayat yang turun sering kali berkaitan dengan situasi yang sedang dihadapi umat Islam saat itu.

Dalam beberapa kesempatan, wahyu hadir untuk menjawab pertanyaan para sahabat, memberikan petunjuk hukum, atau menegaskan tindakan yang dilakukan Rasulullah SAW.

Namun ada pula ayat yang diturunkan tanpa didahului peristiwa tertentu.

Ayat Pertama yang Diturunkan

Berdasarkan pendapat yang paling kuat dan populer, ayat pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surat Al-Alaq ayat 1–5.

Pendapat ini didukung oleh hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Aisyah Ummul Mu’minin.

Turunnya ayat tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang wahyu Al-Qur’an yang kemudian membimbing umat manusia hingga hari ini.

Momen Nuzulul Qur’an setiap Ramadan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

Tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis: and
Editor: Newsroom