Beranda › Gadget › Gadget

iPhone 18 Pro dan Pro Max Bawa Kamera Apertur Variabel, Chip A20 Pro, hingga Baterai Lebih Awet

Kenali fitur iPhone 18 Pro dan Pro Max, mulai dari kamera 48 MP dengan apertur variabel, chip A20 Pro, teknologi AI, hingga baterai lebih tahan lama.

iPhone 18 Pro dan Pro Max Bawa Kamera Apertur Variabel, Chip A20 Pro, hingga Baterai Lebih Awet
Photo SS: Apple.com

Piknikdong.com, Gadget – Apple menghadirkan sejumlah perubahan penting pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Advertisements

Kali ini, peningkatan tidak hanya berpusat pada kecepatan perangkat, tetapi juga menyentuh kemampuan fotografi, pengolahan video, serta ketahanan baterai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Salah satu pembaruan yang cukup menarik perhatian adalah kehadiran kamera utama dengan teknologi apertur variabel.

Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke lensa, sehingga pengambilan gambar dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan maupun hasil foto yang diinginkan.

Advertisements

Kedua ponsel premium tersebut juga mengandalkan chip A20 Pro berbasis teknologi fabrikasi 2 nanometer.

Apple turut memperkenalkan teknologi pemeriksaan keaslian gambar yang ditujukan untuk membantu pengguna membedakan foto asli dengan gambar yang telah mengalami manipulasi atau dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Advertisements

Sejumlah laporan CNET dan The Guardian pada 12 Oktober 2026 menyoroti kemampuan fotografi serta peningkatan daya tahan baterai kedua perangkat.

Sementara itu, Village Pipol dalam pemberitaannya pada 14 Oktober 2026 mengulas lebih jauh berbagai teknologi yang menjadi andalan iPhone generasi terbaru ini.

Kamera 48 MP Kini Bisa Mengatur Bukaan Lensa

Sektor kamera menjadi salah satu bagian yang mendapatkan perhatian besar pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Apple membekali keduanya dengan kamera utama Fusion beresolusi 48 megapiksel yang menggunakan mekanisme enam bilah untuk menghadirkan apertur variabel.

Teknologi tersebut memungkinkan bukaan lensa berubah sesuai kebutuhan pemotretan. Pengguna bisa menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk sekaligus memperoleh kendali lebih baik terhadap kedalaman bidang atau depth of field.

Keunggulan ini cukup berguna ketika memotret di tempat dengan pencahayaan terbatas maupun saat ingin menghasilkan foto dengan karakter visual tertentu. Pengaturan kamera juga tidak hanya mengandalkan mode otomatis.

Melalui aplikasi Kamera, pengguna dapat mengatur apertur, kecepatan rana, hingga white balance secara manual. Apple turut menyediakan histogram untuk membantu melihat distribusi pencahayaan sebelum mengambil gambar.

Pilihan pengolahan foto semakin beragam berkat pembaruan Photographic Styles. Pengguna kini dapat menyesuaikan tekstur dan butiran gambar agar hasil akhirnya memiliki karakter yang sesuai dengan selera masing-masing.

Perekaman Video Mendapat Sentuhan Lebih Sinematik

Kemampuan kamera iPhone 18 Pro tidak berhenti pada fotografi. Apple juga memberikan sejumlah peningkatan untuk pengguna yang sering membuat konten video, mulai dari kebutuhan media sosial hingga produksi yang lebih serius.

Salah satu kemampuan barunya adalah penerapan efek sinematik setelah proses perekaman selesai. Fitur ini tersedia untuk video dengan kecepatan hingga 60 frame per second (fps), sehingga pengguna memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengolah hasil rekaman.

Mode time-lapse juga mendapatkan dukungan resolusi 4K dengan Dolby Vision HDR. Artinya, pengguna dapat menghasilkan video selang waktu dengan detail dan rentang dinamis yang lebih baik.

Bagian audio pun tidak luput dari pembaruan. Apple memperbarui algoritma Audio Mix untuk membantu meningkatkan kejernihan suara sekaligus memisahkan elemen audio, termasuk musik.

Bagi kreator konten yang mengandalkan smartphone untuk merekam aktivitas, perjalanan, atau kebutuhan produksi harian, kombinasi peningkatan kamera dan audio ini bisa menjadi salah satu daya tarik utama.

Apple Perkenalkan Teknologi untuk Memeriksa Keaslian Foto

Di tengah semakin mudahnya membuat dan mengedit gambar menggunakan AI, Apple menghadirkan Reference Image sebagai fitur pendukung pemeriksaan keaslian foto.

Berdasarkan penjelasan Apple yang dikutip Village Pipol, sistem kamera dapat menghasilkan data dengan tanda tangan digital. Informasi tersebut kemudian diproses melalui Private Cloud Compute untuk membentuk gambar referensi yang tidak bisa diubah.

Pengguna nantinya dapat melihat gambar referensi tersebut berdampingan dengan foto utama melalui aplikasi Photos. Dengan cara ini, keduanya bisa dibandingkan untuk membantu mengetahui apakah gambar mengalami perubahan dari hasil pengambilan awal.

Selain itu, metadata pada gambar dan dukungan terhadap standar SynthID yang direncanakan hadir kemudian juga menjadi bagian dari upaya identifikasi konten buatan maupun hasil penyuntingan AI.

Kehadiran teknologi ini cukup relevan bagi fotografer, jurnalis, kreator digital, hingga pengguna biasa yang ingin mengetahui lebih jauh asal-usul sebuah gambar.

Greg Joswiak Sebut iPhone 18 Pro Menghadirkan Lompatan Besar

Pembaruan yang dibawa Apple pada kedua perangkat tersebut turut mendapat penjelasan dari Greg Joswiak, Wakil Presiden Senior Pemasaran Seluruh Dunia Apple.

Ia menilai peningkatan generasi terbaru ini tidak sekadar menyentuh beberapa bagian kecil, melainkan membawa perubahan yang cukup berarti pada aspek kamera, performa, dan baterai.

“Ini adalah lini Pro terbaik yang pernah kami buat, dengan kemajuan di bidang kamera, kinerja, dan baterai. Kami tidak hanya membuat peningkatan bertahap pada aspek-aspek ini, tetapi juga menghadirkan lompatan besar,” ujar Greg Joswiak, Wakil Presiden Senior Pemasaran Seluruh Dunia Apple.

Joswiak juga menekankan bahwa teknologi kamera terbaru dirancang agar semakin banyak orang bisa menghasilkan foto dan video berkualitas tanpa harus memahami pengaturan profesional secara mendalam.

“iPhone 18 Pro memudahkan siapa pun mengambil foto dan video yang menakjubkan menggunakan apertur variabel, sekaligus memberikan lebih banyak fleksibilitas bagi pembuat konten dan kendali lebih besar bagi para profesional. Dipadukan dengan peningkatan Photographic Styles dan kemampuan video yang canggih, iPhone 18 Pro membuka cara-cara baru bagi pengguna untuk mengekspresikan diri,” ujar Greg Joswiak.

Chip A20 Pro Berbasis 2 Nanometer Tingkatkan Performa

Urusan dapur pacu menjadi bagian lain yang mengalami perubahan. Apple menggunakan chip A20 Pro dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.

Mengacu pada spesifikasi yang dipaparkan Village Pipol, prosesor ini memiliki CPU enam inti dan GPU tujuh inti. Kemampuan grafisnya diklaim mampu memberikan peningkatan kecepatan hingga 40 persen dibandingkan A19 Pro.

Bandwidth memori juga mengalami peningkatan sebesar 50 persen. Kombinasi tersebut diharapkan mampu menunjang aktivitas yang membutuhkan pemrosesan intensif, seperti bermain gim, mengedit video, hingga menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan.

Apple turut menyematkan Neural Engine ganda dengan total 32 inti. Komponen ini dirancang untuk mempercepat pekerjaan berbasis kecerdasan buatan langsung di perangkat, termasuk pengolahan foto menggunakan computational photography.

Untuk menjaga performa tetap stabil, Apple memperkenalkan sistem pendingin ruang uap generasi baru. Teknologi tersebut membantu mengendalikan suhu ketika ponsel digunakan untuk menjalankan pekerjaan berat dalam waktu lama, termasuk bermain gim dengan grafis tinggi.

Konektivitas Lebih Modern dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6

Selain peningkatan prosesor, kedua model iPhone ini juga membawa pembaruan pada sektor konektivitas.

Apple menggunakan chip jaringan nirkabel N1 yang mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6, serta Thread. Dukungan tersebut memberikan pilihan koneksi yang lebih modern untuk menghubungkan perangkat dengan jaringan maupun aksesori lain.

Sementara itu, konektivitas seluler mengandalkan modem C2. Apple mengklaim komponen ini mampu memberikan kecepatan unggah lebih tinggi dibandingkan modem C1X dengan konsumsi energi yang 15 persen lebih rendah.

Peningkatan tersebut berpotensi memberikan pengalaman lebih nyaman bagi pengguna yang sering mengunggah foto dan video berukuran besar, melakukan panggilan video, atau mengakses layanan berbasis internet melalui jaringan seluler.

iPhone 18 Pro Max Punya Layar 6,9 Inci dan Baterai Tahan Lama

Daya tahan baterai menjadi salah satu keunggulan yang mendapat perhatian dalam pengujian media internasional.

The Guardian melaporkan iPhone 18 Pro Max menggunakan layar OLED berukuran 6,9 inci dengan refresh rate 120 Hz. Ukuran layar tersebut memberikan ruang pandang lebih luas untuk menikmati video, bermain gim, maupun menjalankan aplikasi produktivitas.

Namun, layar besar juga berpengaruh terhadap dimensi dan bobot perangkat. iPhone 18 Pro Max tercatat memiliki berat 249 gram, sehingga pengguna yang terbiasa mengoperasikan ponsel menggunakan satu tangan mungkin perlu beradaptasi.

Dalam pengujian The Guardian, baterainya mampu bertahan hampir tiga hari untuk penggunaan ringan. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan ketahanan yang cukup menarik, khususnya bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Pengujian pengisian daya yang dilakukan CNET juga memperlihatkan hasil yang cukup menjanjikan. Dalam waktu 30 menit, kapasitas baterai iPhone 18 Pro Max meningkat hingga 77 persen. Sementara itu, iPhone 18 Pro mencapai 82 persen pada durasi pengisian yang sama.

Meski demikian, hasil tersebut merupakan pengujian media dan bukan jaminan bahwa seluruh pengguna akan memperoleh durasi maupun kecepatan pengisian yang identik. Pola pemakaian, kondisi baterai, dan adaptor yang digunakan tetap dapat memengaruhi hasilnya.

Harga Naik, Bobot Besar Jadi Pertimbangan Sebelum Membeli

Di balik berbagai peningkatan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan calon pembeli. Harga menjadi salah satu faktor yang cukup menentukan, terutama bagi pengguna yang ingin beralih ke lini Pro.

CNET mencatat harga awal iPhone 18 Pro berada di angka US$1.199, sedangkan iPhone 18 Pro Max dibanderol mulai US$1.299. Kedua model tersebut mengalami kenaikan harga dasar sebesar US$100.

Di sisi lain, ukuran dan bobot Pro Max juga perlu diperhatikan. The Guardian menilai perangkat ini cukup sulit digunakan dengan satu tangan karena dimensinya yang besar.

Artinya, calon pengguna sebaiknya tidak hanya melihat spesifikasi di atas kertas. Kenyamanan ketika digenggam, kebiasaan menggunakan smartphone, serta kebutuhan sehari-hari juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menentukan pilihan.

Material Daur Ulang dan Ketahanan Baterai Jadi Perhatian

Apple juga membawa sejumlah aspek lain yang berkaitan dengan daya tahan perangkat dan penggunaan material.

Menurut catatan The Guardian, baterai iPhone 18 Pro dirancang untuk mempertahankan setidaknya 80 persen kapasitas awal setelah melewati lebih dari 1.000 siklus pengisian penuh.

Dari sisi perbaikan, perangkat ini memperoleh skor tujuh dari 10 berdasarkan penilaian iFixit. Sementara itu, lebih dari 40 persen material yang digunakan disebut berasal dari bahan daur ulang.

Informasi tersebut menjadi tambahan pertimbangan bagi konsumen yang tidak hanya memperhatikan performa, tetapi juga usia penggunaan perangkat dan aspek keberlanjutan produk elektronik.

Dynamic Island dan Face ID Sempat Mengalami Gangguan

Di tengah berbagai pembaruan, iPhone 18 Pro dan Pro Max juga dilaporkan menghadapi sejumlah persoalan perangkat lunak pada masa awal penggunaannya.

Laporan Lancerfeed menyebut sebagian pengguna mengalami gangguan pada fitur yang berkaitan dengan Dynamic Island dan kamera inframerah Face ID setelah adanya perubahan desain penempatan sensor.

Mengutip informasi dari 9to5Mac dan Yahoo Finance, laporan tersebut menyebut Apple telah merilis pembaruan iOS 27.0.1 pada 28 September untuk memperbaiki beberapa masalah yang ditemukan.

Apple juga memperluas kemampuan Dynamic Island sehingga dapat menampilkan hingga tiga aktivitas langsung dalam satu waktu. Fitur ini memungkinkan pengguna memantau beberapa informasi tanpa harus berpindah aplikasi.

Sementara itu, Face ID tetap menjalankan fungsi utamanya, mulai dari membuka kunci perangkat, mengonfirmasi pembelian, hingga melakukan autentikasi ketika masuk ke aplikasi.

Pembaruan iOS 27 turut membawa pengembangan pada Siri berbasis AI dan interaksi sistem. Dengan berbagai perubahan tersebut, Apple berupaya menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih terintegrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak.

Pada akhirnya, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menawarkan sejumlah peningkatan yang cukup menarik, terutama bagi pengguna yang mengutamakan fotografi, produksi video, dan performa tinggi. Namun, kenaikan harga serta ukuran perangkat tetap menjadi faktor yang layak diperhitungkan sebelum memutuskan untuk membeli salah satu dari kedua model tersebut.

Advertisements
Mimin
Mimin
Penulis Piknikdong.com