Piknikdong.com, News – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di jalur kereta api wilayah Subang, Jawa Barat.
KA Argo Bromo Anggrek mengalami anjlokan di Stasiun Pegadenbaru pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Akibatnya, layanan sejumlah kereta api terganggu, dan perjalanan ribuan penumpang pun ikut terdampak.
Namun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bergerak cepat. Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyampaikan permintaan maaf atas gangguan ini.
Dalam waktu lebih dari 19 jam sejak kejadian, ratusan personel teknik dan manajemen dikerahkan untuk menangani situasi, termasuk evakuasi, perbaikan jalur, hingga pengaturan ulang operasional.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa insiden ini berdampak besar terhadap rencana perjalanan banyak pelanggan.
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berterima kasih atas kesabaran serta pengertian yang telah diberikan,” ujar Didiek.
Jalur Sudah Bisa Dilalui Kembali
Proses evakuasi selesai pada Sabtu pagi, 2 Agustus pukul 07.00 WIB. Tak lama setelahnya, jalur yang sempat terputus akhirnya kembali bisa dilintasi oleh kereta api mulai pukul 10.57 WIB, ditandai dengan melintasnya KA Argo Lawu meski dengan kecepatan terbatas.
Namun, imbas dari kejadian ini tak bisa dianggap ringan.
Total ada 80 perjalanan yang dibatalkan, dan 42 lainnya harus memutar lewat rute alternatif seperti Purwokerto – Kroya – Bandung.
Meskipun begitu, tingkat keterlambatan berhasil ditekan dan menurut data internal KAI, per Sabtu hingga Minggu (3 Agustus), ketepatan waktu keberangkatan mencapai 94%.
Penumpang Diakomodasi, Tiket Dibatalkan, Uang Kembali
KAI menunjukkan tanggung jawabnya. Hingga 3 Agustus pagi, tercatat lebih dari 22.600 tiket dibatalkan oleh penumpang yang terdampak.
Semuanya mendapat refund 100%, tanpa potongan, yang bisa diajukan di stasiun maksimal 7×24 jam setelah jadwal keberangkatan.
Tak hanya itu, KAI juga memberikan kompensasi tambahan berupa service recovery untuk penumpang yang mengalami keterlambatan cukup lama.
Meski ada tantangan dalam penyalurannya di beberapa lokasi, KAI berkomitmen terus menyempurnakan pelayanannya.
“Namun dalam pelaksanaan berbagai upaya tersebut, kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan…
Kami juga menyadari bahwa penyiapan layanan service recovery (SR) di beberapa titik masih memerlukan peningkatan,” sambung Didiek.
Layanan Berangsur Pulih, Kecepatan Masih Dibatasi
Per Minggu (3/8), kereta dari arah timur menuju Jakarta menunjukkan tren pemulihan. Dari total 72 perjalanan, 65 di antaranya tiba tepat waktu.
Meski begitu, kecepatan kereta di sekitar lokasi kejadian masih dibatasi 60 km/jam untuk memastikan keamanan maksimal. Kecepatan ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga kembali normal, yakni 120 km/jam.
Tak hanya tim teknis, seluruh jajaran direksi KAI juga turun langsung ke lapangan sejak hari pertama untuk memantau langsung pemulihan layanan.
Sementara itu, proses investigasi tengah dilakukan oleh DJKA Kementerian Perhubungan dan KNKT guna mengungkap penyebab utama insiden.
“Kami terus berupaya memperbaiki seluruh aspek layanan, termasuk dalam penanganan kondisi krisis seperti ini.
Bagi kami, pelayanan dan keselamatan pelanggan adalah yang utama. Kami menjadikan setiap tantangan sebagai bahan introspeksi untuk memperkuat sistem, meningkatkan kecepatan respons, dan menghadirkan perjalanan kereta api yang semakin andal,”
tutup Didiek.
Bagi pelanggan yang ingin mengetahui info lebih lanjut, silakan menghubungi Contact Center KAI 121 (021-121), WhatsApp 0811-1211-1121, atau melalui aplikasi Access by KAI.












