Libur Nataru 2025–2026, Cirebon Padat Penumpang dan Wisatawan Kereta Api

Bagikan:

Piknikdong.com, News – Momentum Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kembali menegaskan posisi Cirebon sebagai salah satu simpul pergerakan terpenting di Pulau Jawa.

Advertisements

Berada di titik temu jalur utara dan selatan, kawasan ini menjadi penghubung strategis bagi perjalanan antarkota, antarprovinsi, sekaligus akses menuju beragam destinasi wisata.

Libur Nataru 2025–2026, Cirebon Padat Penumpang dan Wisatawan Kereta Api
Libur Nataru 2025–2026, Cirebon Padat Penumpang dan Wisatawan Kereta Api, photo: KAI.id

Tak heran jika selama masa libur panjang, arus mobilitas masyarakat di wilayah Cirebon menunjukkan lonjakan signifikan, khususnya melalui moda transportasi kereta api yang semakin diminati.

Pergerakan Penumpang Padat di Dua Stasiun Utama

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa tingginya aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat, seiring dengan tren wisata menggunakan kereta api.

Advertisements

Kondisi tersebut terlihat jelas dari padatnya aktivitas naik-turun penumpang di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan, yang menjadi titik layanan utama wilayah ini.

Puluhan KA Reguler dan Tambahan Beroperasi Setiap Hari

Selama periode Nataru, dalam satu hari operasional tercatat 63 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah timur ke barat.

Sementara dari arah barat ke timur, terdapat 66 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan yang melayani penumpang di kedua stasiun tersebut.

Sebagian dari kereta tambahan tersebut merupakan layanan Motis Nataru, yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pengiriman kendaraan roda dua ke berbagai daerah tujuan.

“Cirebon memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta.

Posisi ini membuat Cirebon menjadi titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah,”

ujar Anne.

Ratusan Ribu Pelanggan Melintas Selama Nataru

Berdasarkan data Angkutan Nataru Daerah Operasi 3 Cirebon hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, total volume pelanggan pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 274.400 orang.

Angka tersebut terdiri dari 136.081 pelanggan naik dan 138.319 pelanggan turun.

Pada Minggu, 4 Januari 2026 saja, pergerakan harian tercatat sebanyak 16.867 pelanggan, dengan rincian 9.423 pelanggan naik dan 7.444 pelanggan turun.

Stasiun Cirebon dan Prujakan Jadi Gerbang Utama

Secara rinci, Stasiun Cirebon mencatat volume kumulatif 114.821 pelanggan, dengan pergerakan harian mencapai 6.385 orang.

Sementara itu, Stasiun Cirebon Prujakan melayani total 45.232 pelanggan, dengan pergerakan harian sebanyak 2.830 orang.

Data tersebut menegaskan peran kedua stasiun sebagai pintu masuk dan keluar utama wilayah Cirebon selama libur panjang akhir tahun.

Penjualan Tiket Tembus 108 Persen

Tingginya mobilitas masyarakat turut berdampak pada penjualan tiket kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon.

Dari total kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.244 tiket atau setara 108 persen.

Capaian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan penumpang yang dinamis, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan.

Wisatawan Mancanegara Ikut Meningkat

Tak hanya penumpang domestik, Cirebon juga mencatat pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 21.806 wisatawan asing berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 19.280 wisatawan.

Stasiun Cirebon menjadi yang tertinggi dalam melayani wisatawan mancanegara, dengan jumlah mencapai 12.566 orang.

Konektivitas Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Anne menjelaskan bahwa jaringan kereta api mempermudah wisatawan menjangkau berbagai destinasi unggulan di Cirebon.

Mulai dari kawasan keraton dan situs heritage, wisata religi, hingga pusat kuliner khas, termasuk akses menuju daerah penyangga seperti Majalengka, Indramayu, dan Kuningan.

Arus wisatawan ini turut menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kuliner, hingga penyedia jasa transportasi dan akomodasi di sekitar stasiun serta kawasan wisata.

“Arus pelanggan dan wisatawan yang melalui Cirebon memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal. Aktivitas ini menguatkan peran kereta api sebagai penghubung wilayah sekaligus penggerak ekonomi daerah,”

kata Anne.

Penjualan Tiket Nasional Terus Bertumbuh

Secara nasional, hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 telah mencapai 4.135.783 tiket.

Angka ini meningkat 10,86 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api menjadikan perjalanan antarwilayah lebih efisien dan nyaman. Cirebon menjadi contoh bagaimana simpul transportasi berperan dalam menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi lokal,”

tutup Anne.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis