Piknikdong.com, Hotel – Sembilan tahun perjalanan ARTOTEL Yogyakarta menjadi momentum untuk kembali menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar perayaan ulang tahun.
Melalui seni, hotel ini ingin membuka ruang pertemuan bagi beragam individu dengan latar belakang, pengalaman, dan cara berekspresi yang berbeda.
Semangat tersebut diwujudkan dalam rangkaian anniversary bertajuk “TDfhe Art of Impact”. Mengusung konsep seni yang inklusif dan kolaboratif, perayaan tahun ini mengajak masyarakat untuk melihat bagaimana sebuah karya dapat menjadi jembatan komunikasi sekaligus menciptakan dampak positif bagi sesama.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Collaborative Art Workshop Batik Tepung.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, bertempat di Roca Restaurant, ARTOTEL Yogyakarta.
Libatkan Anak-anak dari Berbagai Komunitas dalam Workshop Seni
Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi ARTOTEL Yogyakarta bersama Jogja Disability Arts (JDA). Sejumlah anak dari berbagai komunitas turut dilibatkan, termasuk anak-anak difabel, individu dengan spektrum autisme, hingga cancer survivors.
Sebanyak 20 peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal Batik Tepung sebagai salah satu media alternatif dalam menghasilkan karya seni. Melalui aktivitas ini, mereka diajak mengeksplorasi kreativitas tanpa harus terpaku pada teknik atau standar tertentu.
Setiap peserta memiliki kebebasan untuk menentukan bentuk karya yang ingin dibuat. Ada ruang untuk menuangkan gagasan, mencoba berbagai kemungkinan, serta menyampaikan cerita melalui proses berkesenian yang sesuai dengan kemampuan dan karakter masing-masing.
Pendekatan tersebut membuat workshop ini bukan sekadar aktivitas membuat kerajinan, melainkan juga menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk menunjukkan ekspresi dan kreativitasnya.
The Art of Impact, Seni yang Menyatukan Beragam Cerita
Bagi ARTOTEL Yogyakarta, anniversary kesembilan menjadi kesempatan untuk memperluas makna seni dalam kehidupan sehari-hari. Seni tidak hanya dipandang sebagai hasil akhir berupa karya visual, tetapi juga sebagai proses yang mampu mempertemukan banyak perspektif.
Melalui tema “The Art of Impact”, ARTOTEL Yogyakarta ingin menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkontribusi. Perbedaan latar belakang maupun kemampuan bukan menjadi penghalang untuk saling terhubung.
Timur W Trapsilo, General Manager ARTOTEL Yogyakarta, menjelaskan bahwa seni dapat menjadi ruang terbuka untuk mempertemukan berbagai pengalaman dan sudut pandang.
“Kami melihat seni sebagai sebuah ruang yang dapat mempertemukan berbagai cerita dan perspektif. Di anniversary ke-9 ini, kami ingin merayakan perjalanan ARTOTEL Yogyakarta dengan sesuatu yang memiliki makna lebih luas.
Melalui kolaborasi bersama Jogja Disability Arts dan kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang yang menyenangkan untuk berekspresi, berbagi, dan menciptakan sesuatu.
Kolaborasi ini juga menjadi bentuk komitmen ARTOTEL Yogyakarta untuk terus menghadirkan ruang yang inklusif dan kolaboratif, tempat berbagai perspektif, pengalaman, dan gagasan dapat saling bertemu melalui seni.
Sembilan Tahun Perjalanan dengan Dampak yang Lebih Luas
Memasuki usia sembilan tahun, ARTOTEL Yogyakarta berharap perayaan anniversary kali ini dapat menjadi awal dari lebih banyak kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan berbagai komunitas menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan ruang interaksi yang lebih terbuka. Melalui kegiatan seni, setiap individu dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus membangun pemahaman terhadap keberagaman.
Harapannya, pengalaman yang tercipta dari workshop Batik Tepung tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Nilai kebersamaan, kesempatan berekspresi, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan terus berkembang melalui berbagai kolaborasi berikutnya.
Pada akhirnya, sebuah karya tidak harus lahir dari tangan yang memiliki kemampuan atau cara berkarya serupa.
Setiap orang mempunyai cerita dan pendekatan masing-masing. Namun, ketika semua perbedaan tersebut dipertemukan dalam satu ruang, seni dapat menjadi sesuatu yang lebih besar: sebuah pengalaman bersama yang membawa makna bagi banyak orang.

