Beranda › News › News

Tren Wisata Q3 2026: Wonosobo, Magelang hingga Mekkah Semakin Diminati Wisatawan Indonesia

Tren wisata Q3 2026 menunjukkan Wonosobo, Magelang, dan Mekkah semakin diminati. Simak destinasi domestik dan luar negeri pilihan wisatawan Indonesia.

Tren Wisata Q3 2026: Wonosobo, Magelang hingga Mekkah Semakin Diminati Wisatawan Indonesia
Foto 2a - Ilustrasi Borobudur (Sumber_Magnific) (1)

Piknikdong.com, News – Pilihan destinasi liburan masyarakat Indonesia semakin beragam. Tidak hanya kota-kota besar atau tempat wisata yang sudah populer, sejumlah daerah dengan panorama alam, kekayaan budaya, hingga daya tarik religi mulai mencuri perhatian wisatawan.

Advertisements

Perubahan minat tersebut terlihat dalam laporan Traveloka SEA Index Q3 2026. Sepanjang Juli hingga September 2026, beberapa destinasi seperti Wonosobo, Magelang, Pangandaran, Sukabumi, dan Bukittinggi mencatat pertumbuhan pemesanan melalui platform Traveloka.

Menariknya, tren perjalanan kali ini tidak hanya terjadi di dalam negeri. Sejumlah kota di Asia, termasuk Phú Quốc di Vietnam, Chongqing di China, dan Nagoya di Jepang, juga mengalami peningkatan minat dari wisatawan Indonesia. Sementara itu, perjalanan religi menuju Arab Saudi turut memperlihatkan perkembangan positif.

Temuan Traveloka tersebut memberikan gambaran bahwa wisatawan kini memiliki pertimbangan yang semakin luas ketika menentukan tujuan perjalanan, mulai dari mencari suasana alam yang menenangkan hingga mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan memiliki nilai spiritual.

Advertisements

Perjalanan Wisata Domestik Tembus 104 Juta pada Agustus 2026

Meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian sejalan dengan perkembangan aktivitas pariwisata di Indonesia.

Advertisements

Data Kementerian Pariwisata mencatat perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Agustus 2026 mencapai 104,3 juta perjalanan. Angka tersebut tumbuh 11,47 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang paling banyak dikunjungi dengan jumlah perjalanan mencapai 18,7 juta. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan total 13,8 juta perjalanan.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas wisata di Pulau Jawa. Selain didukung akses transportasi dan pilihan akomodasi, keberadaan beragam destinasi alam, kuliner, serta wisata budaya turut menjadi daya tarik bagi pelancong.

Di tengah pertumbuhan tersebut, laporan Traveloka memberikan gambaran lebih spesifik mengenai daerah yang mengalami peningkatan pemesanan maupun pencarian perjalanan selama kuartal ketiga 2026.

1. Wonosobo hingga Bukittinggi Jadi Alternatif Liburan di Luar Kota Besar

Tidak semua wisatawan menjadikan kota metropolitan sebagai tujuan perjalanan. Sejumlah daerah dengan karakter alam dan budaya yang kuat justru menunjukkan perkembangan pemesanan cukup menarik.

Dalam laporan Traveloka SEA Index Q3 2026, Wonosobo, Magelang, Pangandaran, Sukabumi, dan Bukittinggi masuk dalam lima destinasi domestik dengan pertumbuhan relatif tercepat selama periode Juli–September 2026.

Keberadaan lima daerah tersebut memperlihatkan beragam pilihan pengalaman liburan. Wisatawan bisa menikmati kawasan pegunungan di Wonosobo, menjelajahi peninggalan sejarah di Magelang, hingga mencari suasana pantai di Pangandaran.

Sukabumi juga memiliki daya tarik melalui kawasan alamnya, sedangkan Bukittinggi menawarkan kombinasi panorama perbukitan dan kekayaan budaya Minangkabau.

Menariknya, empat dari lima destinasi tersebut dapat dijangkau melalui perjalanan darat dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Hal ini membuka alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan tanpa harus selalu menggunakan pesawat.

Perhatian terhadap wisata alam juga terlihat dari aktivitas pencarian destinasi Garut. Traveloka mencatat pencarian perjalanan menuju daerah tersebut mengalami peningkatan 48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Garut dikenal dengan bentang alam pegunungan dan suasana sejuknya. Peningkatan pencarian ini melengkapi tren positif sejumlah daerah yang menawarkan pengalaman berlibur dekat dengan alam.

2. Perjalanan Religi ke Mekkah Meningkat, Borobudur Ikut Menarik Wisatawan Malaysia

Selain wisata alam, perjalanan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan dan peninggalan sejarah juga menunjukkan perkembangan menarik.

Salah satu yang mencolok adalah meningkatnya pemesanan akomodasi dari Indonesia menuju Mekkah. Berdasarkan laporan Traveloka, jumlah pemesanan hotel di kota suci tersebut tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tidak hanya jumlah pemesanan, durasi menginap wisatawan juga cenderung lebih panjang.

Pertumbuhan perjalanan menuju Arab Saudi turut terlihat dari posisi Mekkah, Jeddah, dan Madinah dalam daftar destinasi internasional dengan peningkatan relatif tercepat dari Indonesia. Ketiganya masing-masing menempati urutan ketujuh, kesembilan, dan kesepuluh pada Q3 2026.

Sementara itu, minat terhadap destinasi religi dan budaya Indonesia juga datang dari wisatawan mancanegara.

Wisatawan asal Malaysia tercatat meningkatkan pemesanan perjalanan menuju Magelang dan Yogyakarta. Kedua daerah tersebut memiliki daya tarik berupa situs warisan sejarah yang berkaitan erat dengan perkembangan kebudayaan dan keagamaan di Indonesia.

Di Magelang, wisatawan dapat mengunjungi Candi Borobudur yang dikenal sebagai salah satu peninggalan Buddha terbesar di dunia. Sementara Yogyakarta menjadi salah satu akses utama bagi pelancong yang ingin menjelajahi kompleks Candi Prambanan.

Kedua kawasan tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman melihat bangunan bersejarah, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal perjalanan panjang kebudayaan Nusantara.

Perkembangan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan kawasan candi sebagai pusat wisata religi, aktivitas keagamaan, sekaligus pelestarian warisan budaya.

3. Phú Quốc, Chongqing hingga Nagoya Makin Dilirik Wisatawan Indonesia

Pilihan liburan ke luar negeri juga memperlihatkan perubahan menarik selama kuartal ketiga 2026.

Traveloka mencatat lima destinasi internasional di Asia dengan pertumbuhan relatif tercepat dari Indonesia, yaitu Phú Quốc di Vietnam, Chongqing dan Hangzhou di China, Nagoya di Jepang, serta Shenzhen yang juga berada di China.

Komposisi tersebut memperlihatkan kuatnya ketertarikan wisatawan Indonesia terhadap sejumlah kota di China. Tiga dari lima destinasi yang masuk daftar berasal dari negara tersebut.

Phú Quốc bahkan menjadi destinasi dengan pertumbuhan relatif tertinggi di antara destinasi pendatang baru pada tingkat regional.

Pulau di Vietnam ini dikenal dengan pantai tropis, kawasan resor, serta pemandangan laut yang menjadi daya tarik wisatawan. Karakter wisatanya menawarkan pengalaman berbeda bagi pelancong yang ingin menikmati suasana liburan di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Chongqing dan Hangzhou menawarkan pengalaman wisata perkotaan dengan karakter masing-masing. Nagoya menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Jepang di luar tujuan populer seperti Tokyo dan Osaka.

Meningkatnya minat terhadap destinasi internasional tersebut menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia semakin terbuka terhadap pilihan perjalanan lintas negara dengan pengalaman yang beragam.

4. Wisatawan Singapura Semakin Tertarik Berkunjung ke Bandung

Pertumbuhan pariwisata tidak hanya terlihat dari aktivitas masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Ketertarikan wisatawan mancanegara terhadap sejumlah kota di Indonesia juga mengalami peningkatan.

Salah satu contohnya terlihat pada Bandung. Traveloka mencatat pencarian perjalanan dari Singapura menuju kota tersebut meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bandung memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik untuk dikunjungi wisatawan regional. Mulai dari wisata kuliner, pusat belanja, kawasan kreatif, hingga destinasi alam di sekitar kota.

Kedekatannya dengan berbagai kawasan wisata di Jawa Barat juga memberikan pilihan perjalanan yang cukup beragam bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih dari satu hari.

Peningkatan pencarian dari Singapura ini menjadi salah satu indikasi bahwa kota-kota di Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menarik pasar wisatawan Asia Tenggara.

Pilihan Liburan Semakin Beragam, Wisata Alam dan Budaya Punya Peluang Besar

Jika melihat keseluruhan temuan Traveloka SEA Index Q3 2026, pola perjalanan wisatawan menunjukkan perkembangan yang cukup menarik.

Destinasi daerah seperti Wonosobo, Sukabumi, dan Bukittinggi semakin mendapatkan perhatian. Di sisi lain, perjalanan religi menuju Mekkah serta kunjungan ke kawasan warisan budaya seperti Borobudur dan Prambanan juga memperlihatkan pertumbuhan.

Untuk perjalanan internasional, sejumlah kota di China, Vietnam, dan Jepang mulai masuk dalam daftar destinasi yang semakin diperhitungkan wisatawan Indonesia.

Sementara dari pasar regional, Bandung menjadi salah satu kota yang mengalami peningkatan pencarian perjalanan dari wisatawan Singapura.

Beragam perkembangan tersebut memberikan gambaran bahwa potensi pariwisata tidak hanya bertumpu pada destinasi yang sudah lama populer. Daerah dengan kekhasan alam, budaya, sejarah, dan pengalaman lokal juga memiliki kesempatan untuk berkembang.

Bagi wisatawan, semakin banyaknya pilihan tersebut tentu memberikan keleluasaan dalam merencanakan perjalanan. Liburan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari mencari udara sejuk di kawasan pegunungan, menikmati wisata sejarah, melakukan perjalanan religi, hingga menjelajahi kota-kota baru di luar negeri.

Advertisements
Andrinong
Andrinong
Penulis Piknikdong.com