Piknikdong.com, Hotel – Tanggal 14 Februari 2026 terasa berbeda di jantung Kota Jogja. Di tengah suasana Valentine yang identik dengan bunga dan cokelat, 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro memilih merayakannya dengan cara yang lebih reflektif.
Bertempat di AMERTA Restaurant, hotel ini menggelar Breakfast Talk bertema “Merawat Cinta agar Tak Selalu Siaga”.

Bukan sekadar agenda ngobrol pagi, acara ini dihadiri puluhan tamu hotel dan masyarakat umum yang penasaran ingin memahami dinamika hubungan secara lebih dalam.
Suasananya santai, penuh tawa, namun tetap hangat dan intim cocok untuk membuka obrolan tentang cinta tanpa rasa canggung.
Mengulik Attachment Style Bareng Ahlinya
Sesi diskusi dipandu oleh Ranadhiya Pramudita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang dikenal sebagai psikolog klinis dengan pendekatan komunikatif dan mudah dipahami.
Topik yang diangkat pun terasa dekat dengan keseharian banyak orang: anxious dan avoidant attachment.
Ranadhiya mengupas mulai dari definisi dasar attachment style, ciri-ciri masing-masing pola, hingga bagaimana kecemasan dalam hubungan sering kali berakar dari pola keterikatan yang terbentuk sejak lama.
Tak hanya teori, peserta juga diajak memahami perbedaan karakter pasangan yang cenderung anxious—mudah cemas dan butuh kepastian dengan avoidant yang lebih menjaga jarak dan sulit terbuka.
Obrolan berkembang menjadi diskusi interaktif. Banyak peserta menyadari bahwa konflik kecil dalam hubungan ternyata bukan sekadar soal komunikasi, melainkan respons emosional yang lebih dalam.
Tes Singkat, Insight yang Melekat
Menariknya, acara ini tidak berhenti pada sesi materi. Para tamu juga diajak mengikuti tes attachment style melalui scan QR code.
Hanya dalam beberapa menit, peserta bisa mengetahui kecenderungan pola keterikatannya sendiri.
Momen ini menjadi ruang refleksi yang cukup personal. Beberapa tamu terlihat berdiskusi ringan dengan pasangan atau teman yang datang bersama.
Ada yang tertawa karena hasilnya “kena banget”, ada pula yang mulai memahami kenapa selama ini hubungan terasa melelahkan.
Breakfast Talk ini pun berubah menjadi ruang aman untuk belajar, berbagi, sekaligus menata ulang cara memandang cinta agar tak selalu dalam mode siaga.
Bukan Cuma Menginap, Tapi Bertumbuh
“Acara Breakfast Talk ini merupakan program rutin yang kami hadirkan di waktu-waktu tertentu, salah satunya di hari Valentine ini.
Tema attachment style kami angkat karena sedang hangat di kalangan anak muda yang semakin aware ya pastinya ke isu hubungan toxic.
Kami mau menghadirkan pengalaman yang bisa mengedukasi setiap tamu untuk mengerti cinta yang ada di diri mereka sendiri.
Harapannya, setiap tamu yang ikut breakfast talk bisa memiliki pemahaman yang baru tentang cara merawat hubungan yang lebih sehat dan bisa lebih secure”
ujar Nada Rizqi selaku Asst. Marketing Communication Manager 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro.
Hal senada juga disampaikan oleh Hotel Manager 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro, AR Atik Damarjati.
“Kami ingin menjadikan 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro bukan hanya sebagai tempat menginap, tapi juga tempat atau ruang untuk bertumbuh dan berbagi inspirasi.
Seperti kegiatan breakfast talk hari ini, Kami berharap tamu tidak hanya menikmati fasilitas dan kuliner hotel, tetapi juga memperoleh insight yang berguna dan bermanfaat dalam jangka panjang.
Kami ingin membuat setiap tamu dapat merasakan 3 pilar PHM Hotels yaitu SEE Stay, Eat, dan Experience.
Format Breakfast Talk ini kami pilih supaya suasananya santai namun tetap bermakna dan membekas setelah tamu check-out,”
Pengalaman Menginap yang Lebih Personal
Bagi traveler dan keluarga yang berkunjung ke Yogyakarta, pengalaman seperti ini memberi warna berbeda dalam perjalanan.
Menginap tak lagi sekadar soal kamar nyaman dan lokasi strategis dekat Malioboro, tetapi juga kesempatan untuk pulang dengan perspektif baru.
Di tengah tren self-awareness dan pembahasan soal hubungan yang makin ramai di media sosial, konsep Breakfast Talk terasa relevan.
Santai seperti sarapan pagi, tapi sarat makna seperti sesi konseling ringan.
Valentine kali ini pun menjadi pengingat sederhana: merawat cinta bukan hanya tentang romantisme, melainkan tentang memahami diri sendiri terlebih dahulu.
Dan di Jogja, pagi itu dimulai dari meja sarapan.










