185 Ribu Penumpang Pilih KA Mutiara Selatan, Ini Alasan Jalur Selatan Makin Ramai

Oleh: Newsroom and Andri
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, News – Perjalanan lintas selatan Pulau Jawa ternyata masih punya daya tarik kuat.

Advertisements

Hal ini tercermin dari performa KA Mutiara Selatan yang terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026.

KA Mutiara Selatan
KA Mutiara Selatan, photo: KAI.id

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kereta relasi Bandung–Surabaya Gubeng ini telah mengangkut 185.808 pelanggan.

Angka tersebut naik sekitar 8,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 171.253 pelanggan.

Advertisements

Kenaikan ini bukan sekadar angka, tapi jadi sinyal bahwa rute selatan masih jadi pilihan banyak orang untuk bepergian.

Bukan Sekadar Kereta, Tapi Penghubung Banyak Cerita

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa layanan jarak jauh di jalur selatan masih sangat relevan.

“KA Mutiara Selatan memiliki karakter perjalanan yang khas. Layanan ini menghubungkan Bandung dan Surabaya Gubeng melalui kota-kota penting di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pertumbuhan pelanggan pada lima bulan pertama 2026 menunjukkan bahwa KA Mutiara Selatan tetap relevan untuk perjalanan keluarga, pendidikan, pekerjaan, wisata, dan kunjungan antarkota,”

Jalur yang dilalui bukan jalur biasa. Dari kota pelajar hingga pusat ekonomi, semuanya tersambung dalam satu perjalanan panjang yang penuh dinamika.

Maret Jadi Bulan Paling Ramai

Kalau dilihat lebih detail, jumlah penumpang KA Mutiara Selatan tiap bulan cukup fluktuatif, tapi tetap stabil di angka tinggi.

  • Januari: 39.386 pelanggan
  • Februari: 30.964 pelanggan
  • Maret: 39.672 pelanggan
  • April: 38.907 pelanggan
  • Mei: 36.879 pelanggan

Menariknya, lonjakan paling signifikan terjadi pada Maret 2026. Jumlah pelanggan naik hingga 43,62 persen dibanding Maret tahun sebelumnya.

Ini jadi salah satu momen di mana permintaan perjalanan di jalur ini melonjak cukup tajam.

Melintas di Wilayah Super Padat Penduduk

Kalau ditarik lebih luas, jalur KA Mutiara Selatan memang berada di kawasan dengan populasi besar. Data BPS 2026 mencatat:

  • Jawa Barat: 51,16 juta jiwa
  • Jawa Tengah: 38,57 juta jiwa
  • DI Yogyakarta: 3,80 juta jiwa
  • Jawa Timur: 42,35 juta jiwa

Totalnya mencapai sekitar 135,88 juta penduduk. Dengan basis populasi sebesar ini, tidak heran jika kebutuhan mobilitas antarkota terus tinggi.

Jalur Wisata yang Tak Pernah Sepi

Selain faktor jumlah penduduk, potensi wisata di jalur ini juga jadi daya tarik tersendiri.

Sepanjang 2025, perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Timur mencapai 217,20 juta perjalanan. Sementara Jawa Tengah mencatat 146,25 juta perjalanan.

DI Yogyakarta pun mengalami peningkatan kunjungan sebesar 6,74 persen dibanding tahun sebelumnya.

Artinya, KA Mutiara Selatan tidak hanya melayani mobilitas harian, tapi juga jadi bagian dari perjalanan liburan banyak orang.

Dari Bandung ke Surabaya, Singgah di Banyak Kota Penting

Salah satu keunggulan KA Mutiara Selatan adalah banyaknya titik pemberhentian strategis.

Kereta ini berhenti di berbagai kota seperti:

Bandung, Kiaracondong, Cipeundeuy, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Sidareja, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Mojokerto, hingga Surabaya Gubeng.

Dengan rute sepanjang ini, KA Mutiara Selatan jadi semacam “jalur penghubung” berbagai kebutuhan—mulai dari pendidikan, pekerjaan, wisata, hingga kunjungan keluarga.

“Masing-masing titik pemberhentian memiliki cerita dan kebutuhan pelanggan yang berbeda. Ada pelanggan yang naik dari Bandung menuju Yogyakarta untuk pendidikan, dari Priangan Timur menuju Surabaya untuk pekerjaan, atau dari Jawa Timur menuju Bandung untuk keluarga dan wisata.

KAI terus menjaga layanan ini agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan tertib,”

Sudah Ada Sejak 1972, Tetap Bertahan Hingga Sekarang

Kalau bicara sejarah, KA Mutiara Selatan bukan pemain baru. Kereta ini pertama kali beroperasi pada 17 Agustus 1972 tanggal yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Sejak awal, kereta ini dikenal sebagai layanan malam yang menghubungkan Bandung dan Surabaya melalui jalur selatan.

Seiring waktu, layanan ini terus beradaptasi, baik dari sisi rute maupun kelas penumpang.

Dulu sempat melayani hingga Malang, kini fokus pada relasi Bandung–Surabaya Gubeng dengan pilihan kelas Eksekutif dan Ekonomi Premium.

Tetap Relevan di Tengah Perubahan Zaman

Meski sudah beroperasi lebih dari lima dekade, KA Mutiara Selatan tetap mampu mengikuti perkembangan kebutuhan penumpang.

Nama legendarisnya tetap dipertahankan, sementara layanan di dalamnya terus diperbarui.

“KA Mutiara Selatan merupakan layanan yang memiliki nilai sejarah sekaligus fungsi mobilitas masa kini.

Lebih dari lima dekade setelah pertama kali hadir, kereta api ini tetap menjadi pilihan pelanggan di lintas selatan Jawa.

Tugas KAI adalah menjaga warisan layanan tersebut dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan yang terus ditingkatkan,”

Di tengah banyaknya pilihan transportasi, KA Mutiara Selatan membuktikan bahwa perjalanan dengan kereta masih punya tempat spesial di hati masyarakat bukan cuma soal sampai tujuan, tapi juga tentang pengalaman di sepanjang perjalanan.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis: and
Editor: Newsroom