Piknikdong.com, Kuliner – Memasuki Ramadhan tahun ini, jaringan Loko Café meluncurkan program Kuliner Ramadhan (Kurma) dengan skema paket hemat mulai Rp60 ribu.
Promo ini berlaku sepanjang bulan puasa di enam titik strategis: Gambir, KCIC Halim, Pasar Senen, Bandung, Tugu, dan Malioboro.

Program ini menyasar pelanggan yang ingin berbuka puasa praktis di area stasiun tanpa mengorbankan kualitas menu.
Setiap paket sudah termasuk takjil kurma dan teh hangat, sehingga pengunjung tidak perlu memesan tambahan saat waktu Maghrib tiba.
Langkah ini mempertegas positioning Loko Café sebagai destinasi F&B berbasis transport hub yang tidak hanya melayani penumpang kereta, tetapi juga pekerja kantor dan komunitas sekitar.
Rincian Paket dan Harga
Loko Café menawarkan tiga paket utama:
- Kurma 1 (Rp60.000): Mie Godhog Malioboro + Hot Tea + Kurma
- Kurma 2 (Rp60.000): Bebek Goreng Bima + Hot Tea + Kurma
- Kurma 3 (Rp75.000): Sop Iga Jayakarta + Hot Tea + Kurma
Komposisi ini menunjukkan strategi harga yang relatif kompetitif untuk segmen casual dining di area stasiun premium seperti Gambir dan Halim.
Dengan harga di bawah Rp80 ribu, pelanggan mendapatkan menu utama dan takjil tanpa biaya tambahan.
Bukan Sekadar Promo, Tapi Strategi Momentum Ramadhan
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menyatakan program Kurma bukan sekadar paket berbuka, melainkan bagian dari perayaan momen Ramadhan di ruang publik transportasi.
Dari perspektif bisnis, Ramadhan memang menjadi periode dengan lonjakan traffic di stasiun, baik karena mobilitas mudik awal, perjalanan dinas, maupun aktivitas komuter menjelang Lebaran.
Dengan menghadirkan paket berbuka yang ringkas dan terjangkau, Loko Café berupaya menangkap potensi peningkatan dwell time pengunjung di area stasiun.
Strategi ini relevan karena pola konsumsi masyarakat saat Ramadhan cenderung berubah:
- Kebutuhan berbuka tepat waktu meningkat.
- Konsumen mencari tempat nyaman untuk bukber skala kecil-menengah.
- Harga paket menjadi faktor penentu keputusan.
Relevansi bagi Pengguna Stasiun dan Komunitas
Promo ini memberi opsi bagi pekerja kantor sekitar stasiun dan komunitas yang ingin mengadakan buka bersama tanpa harus berpindah lokasi jauh dari pusat transportasi.
Salah satu pelanggan, Yuni Saraswati, mengaku rutin berbuka puasa di Loko Café bersama rekan kantornya.
Menu Sop Iga Jayakarta menjadi favorit karena kuahnya yang gurih dan cocok disantap hangat saat berbuka.
Testimoni ini memperlihatkan bahwa daya tarik utama bukan hanya harga, tetapi juga kenyamanan lokasi dan konsistensi rasa.
Analisis: Tren F&B di Area Transport Hub
Dalam beberapa tahun terakhir, area stasiun tidak lagi diposisikan hanya sebagai titik transit.
Transformasi layanan, termasuk modernisasi fasilitas oleh KAI Group, mendorong munculnya konsep lifestyle space di dalam stasiun.
Kehadiran promo Ramadhan seperti Kurma menunjukkan adaptasi terhadap tren tersebut.
F&B di transport hub kini bersaing bukan hanya dalam kecepatan layanan, tetapi juga pengalaman makan yang layak untuk kegiatan sosial seperti bukber.
Ke depan, kompetisi kemungkinan akan bergeser pada:
- Variasi menu berbasis regional
- Skema reservasi komunitas
- Integrasi promo dengan tiket perjalanan
Bagi pelanggan, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan paket berbuka yang relatif ekonomis di lokasi premium.
Bagi operator, Ramadhan menjadi ajang pembuktian bahwa ruang stasiun bisa berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, bukan sekadar tempat naik-turun penumpang.
Dengan paket yang sudah terstandarisasi harga dan menu, Loko Café tampaknya menargetkan volume kunjungan tinggi selama satu bulan penuh strategi yang secara operasional lebih efisien dibanding promo ala carte harian.













