Ubud Food Festival 2026 Siap Digelar, Angkat Peran Petani sebagai Penjaga Rasa Nusantara

Oleh: Andri
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, Event – Pulau Bali kembali bersiap menyambut salah satu agenda kuliner paling dinanti di kawasan Asia Tenggara.

Advertisements

Ubud Food Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–31 Mei 2026, menghadirkan deretan awal talenta kuliner dari Indonesia maupun mancanegara sebelum pengumuman program lengkap dirilis.

Ubud Food Festival 2026 Siap Digelar, Angkat Peran Petani sebagai Penjaga Rasa Nusantara
Ubud Food Festival, Photo: TIM UFF

Selama bertahun-tahun, festival ini dikenal sebagai ruang pertemuan para pelaku industri kuliner, mulai dari chef, produsen bahan pangan, hingga pecinta makanan.

Tak hanya soal makan enak, festival ini juga menjadi wadah diskusi penting mengenai masa depan kuliner mulai dari keberlanjutan pangan hingga identitas rasa di tingkat regional.

Mengangkat Peran Penting Para Penjaga Pangan

Advertisements

Tahun ini, festival mengusung tema “Farmers: Guardians of Land and Sea.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebuah hidangan tidak pernah dimulai di dapur, melainkan jauh sebelumnya di ladang, kebun, hingga lautan.

Dari tanah vulkanik yang subur hingga pesisir dengan aroma garam laut, edisi 2026 memberikan sorotan khusus kepada para petani, nelayan, serta produsen lokal yang menjaga keberlanjutan rantai pangan Indonesia.

Mereka adalah pihak yang memastikan bahan baku tetap terjaga kualitasnya sekaligus mempertahankan tradisi kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Empat Hari Pesta Kuliner di Tengah Suasana Ubud

Selama empat hari penyelenggaraan, Ubud akan berubah menjadi pusat perayaan kuliner yang meriah.

Beragam aktivitas digelar, terutama di area terbuka Taman Kuliner, tempat para chef, petani, pengrajin, hingga pengunjung berkumpul menikmati atmosfer festival di bawah langit Bali.

Pengunjung bisa menyaksikan demo memasak yang atraktif dari chef ternama, mencicipi berbagai hidangan dari puluhan vendor di Food Market yang dapat dinikmati secara gratis, hingga mengikuti pengalaman bersantap di berbagai lokasi menarik di Ubud.

Tak hanya itu, festival juga menghadirkan rangkaian program edukatif seperti diskusi kuliner, kelas memasak interaktif, serta tur kuliner yang memperkenalkan kekayaan rasa dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari negara lain.

Petani Jadi Sorotan Utama Festival

Founder dan Director festival, Janet DeNeefe, menegaskan bahwa tahun ini perhatian utama memang diberikan kepada para petani.

“Melalui tema tahun ini, Farmers: Guardians of Land and Sea, kami menempatkan para petani sebagai tokoh utama,”

ujar Founder dan Director Janet DeNeefe.

“Mereka bukan sekadar pemasok. Mereka adalah penjaga keanekaragaman hayati, pembawa pengetahuan, dan perawat budaya.

Setiap hidangan berawal dari kerja dan kepedulian mereka terhadap darat dan laut.”

Deretan Chef Internasional yang Ikut Meramaikan

Sejumlah nama besar dari dunia kuliner internasional juga dipastikan hadir. Salah satunya Chef Prin Polsuk dari Bangkok, yang dikenal lewat restorannya yang telah meraih berbagai penghargaan.

Ia dikenal gemar menelusuri resep tradisional Thailand dan menyajikannya kembali dengan pendekatan modern yang tetap menghormati akar budaya.

Dari Australia, hadir Chef Ben Devlin, Executive Chef sekaligus pemilik restoran Pipit.

Gaya memasaknya identik dengan bahan laut pesisir, konsep seafood berkelanjutan, serta teknik memasak menggunakan api kayu yang memberikan karakter rasa khas.

Festival ini juga menghadirkan sosok inovatif di dunia pastry, Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie di Melbourne.

Memoarnya yang berjudul Destination Moon menceritakan perjalanan uniknya dari dunia teknik menuju dapur pastry hingga menciptakan croissant yang dikenal luas di berbagai negara.

Sementara itu, chef kelahiran Spanyol Frank Camorra, pemilik restoran legendaris MoVida di Melbourne, turut membawa sentuhan budaya makan bersama khas tapas Spanyol.

Semangat berbagi hidangan yang ia usung terasa selaras dengan budaya makan komunal yang sudah lama hidup di Indonesia.

Program Minuman dan Koktail yang Tak Kalah Menarik

Tak hanya makanan, festival ini juga menghadirkan pengalaman minuman yang menarik lewat kehadiran mixologist Darren Leane dari Caretaker’s Cottage.

Ia dikenal berani bereksperimen dengan kombinasi rasa yang tidak biasa, sekaligus menampilkan teknik meracik koktail dengan presisi tinggi.

Kehadirannya menjadi warna tersendiri bagi festival yang selama ini tidak hanya merayakan hidangan, tetapi juga kreativitas dalam dunia minuman.

Representasi Kuliner Indonesia Kontemporer

Dari dalam negeri, salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Chef Jovan Koraag dari restoran Mata Karanjang di Jakarta.

Ia dikenal menghadirkan interpretasi modern dari masakan Manado yang terkenal kaya bumbu, pedas, serta penuh karakter.

Lewat hidangan ciptaannya, cita rasa khas Sulawesi Utara akan dibawa ke panggung festival dan diperkenalkan kepada audiens internasional.

Kisah Inspiratif dari Petani Kakao Bali

Salah satu sorotan menarik tahun ini datang dari Agung Widyastuti, petani kakao asal Bali yang konsisten mengembangkan kakao lokal.

Dedikasinya terhadap pertanian kakao mencerminkan semangat besar di balik tema festival tahun ini.

Melalui kerja kerasnya, ia menunjukkan bahwa kualitas cokelat yang dinikmati banyak orang berawal dari proses panjang di kebun, dari tanah yang dirawat dengan penuh perhatian hingga panen yang dilakukan dengan pengetahuan turun-temurun.

Merayakan Seluruh Ekosistem Pangan

Bagi penyelenggara, festival ini tidak hanya tentang chef terkenal atau hidangan lezat semata. Lebih dari itu, acara ini adalah ruang untuk menghargai seluruh pihak yang berperan dalam perjalanan makanan.

“Kami menghadirkan para chef, petani, produsen, dan pemikir untuk menciptakan lebih dari sekadar Festival,”

ujar Janet DeNeefe.

“Ini adalah perayaan seluruh ekosistem pangan.

Dengan tema Farmers: Guardians of the Land and Sea, kami juga mengingat tanggung jawab bersama untuk menjaga bahan pangan, tradisi, dan masa depan kuliner di Indonesia maupun di dunia.”

Dengan konsep tersebut, Ubud Food Festival 2026 bukan hanya menjadi ajang wisata kuliner, tetapi juga pengalaman yang memperlihatkan bagaimana makanan, budaya, dan alam saling terhubung dalam satu cerita panjang.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis:
Editor: Andri