Piknikdong.com, News – Hari Kartini sering kali identik dengan kebaya, lomba, atau seremoni tahunan. Tapi di Nuanu Creative City, Bali, momen ini terasa berbeda.
Bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan refleksi hidup tentang bagaimana perempuan hari ini benar-benar mengambil peran membangun, memimpin, sekaligus menginspirasi.
Lewat tema “She Builds, She Leads, She Inspires”, Nuanu mengangkat cerita-cerita nyata perempuan yang menjadi bagian penting dalam ekosistem kreatif yang terus berkembang di sana.
Bukan Sekadar Peringatan, Tapi Gerakan Nyata
Jika Hari Perempuan Internasional di bulan Maret punya gaung global, Kartini hadir dengan rasa yang lebih dekat bagi Indonesia.
Nilai-nilainya terasa relevan tentang pendidikan, keberanian bersuara, dan perjuangan melampaui batasan sosial.
Di Nuanu, semangat itu tidak berhenti di kata-kata. Ia hadir dalam aktivitas sehari-hari.
Dari ruang diskusi hingga area konstruksi, dari studio seni hingga program komunitas perempuan bukan hanya terlibat, tapi juga menjadi penggerak utama.
Dari Balik Layar hingga Garis Depan
Peran perempuan di Nuanu sangat beragam. Mereka hadir sebagai kreator, pemimpin, hingga pengambil keputusan penting.
Tidak ada batasan ruang semuanya terbuka untuk diisi dan didefinisikan ulang.

Ida Ayu Astari Prada, Director of Brand & Communications, melihat Kartini sebagai simbol kebebasan perempuan dalam menentukan arah hidupnya.
“Kartini hidup dalam perempuan yang berani mendefinisikan narasinya sendiri.
Di Nuanu, kami melihat perempuan Bali tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memimpin bagaimana budaya tersebut berkembang dan direpresentasikan.
Bagi saya, Hari Kartini adalah tentang memiliki suara, identitas, dan peran kita dalam membentuk ekosistem kreatif.”

Sementara itu, Kelsang Dolma, Director of Public Relations & Special Art Projects, membawa perspektif yang lebih luas.
Pengalamannya lintas negara membentuk cara pandangnya tentang keberanian perempuan dalam menciptakan ruang.
“Hari Kartini mengingatkan kita bahwa perempuan tidak perlu menunggu untuk diundang masuk ke dalam ruang kita juga bisa membangun ruang itu sendiri.
Perjalanan saya di Nuanu, dalam membantu mengembangkan platform seperti FOTO Bali Festival dan Art & Bali, memperlihatkan bagaimana menciptakan ruang dengan kesadaran dan memimpin dengan keyakinan.
Sebagai seseorang yang datang dari luar Indonesia namun merasa sangat terhubung dengan semangat budayanya, saya melihat warisan Kartini dalam keberanian untuk melangkah, membentuk budaya, dan turut menentukan arah percakapan.”
Dampak yang Terasa Sampai Komunitas

Semangat Kartini juga terasa dalam program sosial yang dijalankan. Bagi Auditya Sari, Head of Nuanu Social Funds, perubahan besar selalu berawal dari hal sederhana: empati.
“Kartini mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dari kesadaran dan empati. Di Nuanu, memberdayakan perempuan berarti memberdayakan komunitas.
Melalui program sosial, kami menciptakan dampak yang melampaui diri kami sendiri. Itulah makna warisan Kartini bagi saya hari ini.”

Di sisi lain, kekuatan perempuan juga terlihat di lapangan. Silvia Maharani, Chief of Security, menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan ruang kantor.
“Kartini hari ini tidak hanya ada di kantor. Ia hadir di lapangan mengelola tim, memastikan keamanan, dan menjaga agar semuanya berjalan dengan baik.
Bagi kami, Hari Kartini adalah tentang membuktikan bahwa kepemimpinan tidak memiliki satu bentuk dan bahwa perempuan dapat berdiri kuat dalam setiap peran.”
Nuanu, Ruang Tumbuh yang Hidup
Sebagai kawasan kreatif seluas 44 hektare di Bali, Nuanu menjadi contoh bagaimana nilai-nilai Kartini bisa diterjemahkan dalam konteks modern.
Di sini, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari cerita, tapi juga penulis utama dari perubahan itu sendiri.
Lebih dari sekadar perayaan tahunan, apa yang dilakukan Nuanu terasa seperti ajakan terbuka khususnya bagi perempuan muda untuk berani melangkah, mengambil ruang, dan menciptakan masa depan versi mereka sendiri.
Karena pada akhirnya, semangat Kartini bukan tentang masa lalu. Tapi tentang bagaimana hari ini dijalani, dan masa depan yang berani dibentuk.












