Piknikdong.com, News – Dalam satu tahun, jumlah penumpang KA Rajabasa melonjak dari 54.987 menjadi 79.858 orang pertumbuhan 45,23 persen antara Januari 2025 dan Januari 2026.
Angka ini bukan sekadar statistik operasional; ini cerminan betapa kebutuhan mobilitas lintas provinsi di koridor Sumatera Selatan Lampung terus tumbuh, sementara pilihan transportasi terjangkau tetap menjadi prioritas utama masyarakat.

KA Rajabasa melayani rute Kertapati (Palembang) menuju Tanjungkarang (Bandar Lampung) sejauh 389 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 9 jam 20 menit.
Sebagai layanan Ekonomi PSO di bawah mandat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, tarif maksimum untuk relasi terjauh dipatok Rp32.000 angka yang sulit ditandingi moda transportasi lain untuk jarak hampir 400 kilometer.
Siapa Penumpang KA Rajabasa?
VP Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut segmen pengguna KA Rajabasa sangat beragam: pelajar, pekerja, pedagang, hingga keluarga yang bepergian untuk keperluan silaturahmi.
Profil ini menjelaskan mengapa pertumbuhan penumpangnya konsisten bukan didorong tren wisata musiman, melainkan oleh kebutuhan mobilitas rutin yang nyata.
Rute ini melewati sejumlah kota strategis: Prabumulih, Baturaja, Martapura, Blambangan Umpu, Kotabumi, hingga Tegineneng sebelum tiba di Bandar Lampung.
Stasiun-stasiun ini bukan sekadar titik pemberhentian, melainkan simpul ekonomi kecil yang terhubung oleh jalur rel.
Fasilitas di Atas Rata-rata untuk Kelas Ekonomi
Untuk tarif di kelasnya, KA Rajabasa menawarkan fasilitas yang cukup kompetitif: pendingin udara, kursi berlapis kulit yang disusun berhadapan lengkap dengan meja kecil dan colokan listrik, toilet di setiap rangkaian, rak bagasi, serta layanan makanan dan minuman selama perjalanan.
Keberadaan colokan listrik pada kelas ekonomi PSO patut dicatat sebagai nilai tambah praktis, terutama bagi penumpang yang perlu tetap terhubung selama perjalanan hampir 10 jam.
Integrasi dengan Jawa via Bus DAMRI
Bagi penumpang dari Jakarta dan kota-kota di Jawa, KAI menyediakan jalur konektivitas yang cukup terintegrasi.
Dari Stasiun Gambir, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Tanjungkarang menggunakan bus DAMRI dengan tarif Rp255.000–Rp390.000 tergantung kelas, sudah termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni.
Skema ini memungkinkan perjalanan antarpulau tanpa berganti operator secara terputus.
Mengapa Pertumbuhan Ini Penting Secara Kebijakan
Lonjakan penumpang hampir 50 persen dalam setahun pada layanan PSO seharusnya menjadi sinyal bagi pengambil kebijakan.
Subsidi tarif yang selama ini dianggap beban fiskal justru terbukti efektif mendorong pergeseran masyarakat ke transportasi massal.
Di tengah tekanan biaya hidup dan harga bahan bakar yang fluktuatif, kereta api murah bukan sekadar alternatif ia menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat kelas menengah bawah di koridor yang belum memiliki akses tol langsung antarkota yang memadai.
Ke depan, yang perlu diantisipasi adalah apakah kapasitas armada dan frekuensi perjalanan mampu mengimbangi laju pertumbuhan ini.
Jika tidak, antrean tiket dan kursi penuh justru bisa berbalik menjadi hambatan kepercayaan yang sudah dibangun.
Informasi jadwal dan pembelian tiket tersedia melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi lainnya.













