1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Lepas 101 Tukik di Pantai Congot, Peringati Hari Konservasi Alam Nasional

Oleh: Redaksi and Andri
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, Hotel – Upaya menjaga kelestarian penyu kembali dilakukan di kawasan pesisir Yogyakarta.

Advertisements

Sebanyak 101 tukik lekang dilepas ke laut dari Pantai Congot pada 10 Agustus 2026 sebagai bagian dari kegiatan konservasi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional ke-17.

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Lepas 101 Tukik di Pantai Congot, Peringati Hari Konservasi Alam Nasional
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Lepas 101 Tukik di Pantai Congot

Aksi tersebut menjadi bagian dari program CSR bertajuk “Truly Care” yang melibatkan tiga hotel di Yogyakarta, yakni 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro, THE 1O1 Yogyakarta Tugu, dan 1O1 URBAN Heritage Yogyakarta LYNN-Prawirotaman.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

Advertisements

Tak sekadar melepas tukik ke habitat alaminya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya menjaga penyu sekaligus ekosistem pesisir yang menjadi bagian dari siklus hidup satwa laut tersebut.

Dari Pantai Congot, Tukik Kembali ke Habitat Alaminya

Pelepasan tukik menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu meningkatkan peluang penyu bertahan hidup di alam.

Setelah melalui proses konservasi, tukik-tukik tersebut diarahkan kembali menuju laut lepas agar dapat melanjutkan siklus hidupnya di habitat alami.

Bagi pengelola konservasi dan masyarakat yang terlibat, setiap tukik yang berhasil dilepas memiliki arti tersendiri.

Jumlahnya mungkin tidak besar jika dibandingkan dengan luasnya kawasan laut, tetapi keberadaan setiap individu tetap menjadi bagian dari upaya menjaga populasi penyu di masa mendatang.

Bapak Warso Suwito, selaku tokoh lokal dan pengelola konservasi bersama BKSDA Yogyakarta, turut menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan konservasi.

“Pelepasan tukik ini mungkin terlihat sederhana, tetapi setiap tukik yang kembali ke laut memberi harapan baru untuk keberlangsungan penyu di masa depan.

Kami turut berterima kasih kepada PHM Hotels region Yogyakarta yang terus mengajak kami untuk menjaga ekosistem dan lingkungan melalui kegiatan CSR ini.

Kami berharap kepedulian seperti ini terus tumbuh, tidak hanya melalui PHM Hotels saja tetapi juga mengajak masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga alam kita,”

ujar Bapak Warso Suwito, selaku tokoh lokal dan pengelola konservasi bersama BKSDA Yogyakarta.

Hotel Tak Hanya Bicara Pariwisata

Kawasan Yogyakarta selama ini lekat dengan aktivitas wisata. Karena itu, keterlibatan pelaku industri perhotelan dalam kegiatan lingkungan menjadi salah satu cara untuk memperluas dampak positif pariwisata hingga ke kawasan pesisir.

Melalui aksi di Pantai Congot, PHM HOTELS region Yogyakarta menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan, terutama ekosistem pesisir dan perairan.

Bagi industri pariwisata, lingkungan bukan sekadar latar tempat wisata. Kondisi alam yang terjaga juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan destinasi.

Karena itu, kegiatan konservasi seperti pelepasan tukik dapat menjadi langkah kecil untuk membangun kepedulian yang lebih luas.

AR. Atik Damarjati selaku Hotel Manager 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro mengatakan bahwa,

“Kami berharap kontribusi sederhana ini bisa jadi sebuah pengingat bagi kami sebagai pelaku wisata untuk terus menjaga alam dan untuk terus aktif berkontribusi dalam pelestarian lingkungan di ruang terbuka.”

Makna “Truly Care” Lewat Aksi Nyata

Program “Truly Care” tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pelepasan 101 tukik lekang menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keberlangsungan ekosistem laut sekaligus mengajak lebih banyak pihak melihat konservasi sebagai tanggung jawab bersama.

Momentum Hari Konservasi Alam Nasional yang telah ditetapkan sejak 2009 pun menjadi pengingat bahwa upaya menjaga alam tidak hanya menjadi tugas lembaga konservasi.

Pelaku usaha, masyarakat lokal, wisatawan, hingga komunitas memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Wahyu Wikan Trispratiwi, selaku Cluster General Manager, menjelaskan bahwa semangat tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan program “Truly Care”.

“Bagi kami, Truly Care bukan hanya tentang melakukan sebuah kegiatan, tetapi bagaimana kepedulian tersebut bisa diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui pelepasan 101 tukik lekang ini, kami ingin ikut mengambil bagian dalam menjaga alam kita khususnya kehidupan laut dan mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab kita bersama.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi awal dari kepedulian yang terus berlanjut,”

tambah Wahyu Wikan Trispratiwi, selaku Cluster General Manager.

Pelepasan tukik di Pantai Congot akhirnya bukan hanya tentang 101 anak penyu yang bergerak menuju laut.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pariwisata juga berkaitan erat dengan kemampuan manusia merawat ruang hidup yang menjadi bagian dari sebuah destinasi.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis: and
Editor: Redaksi