Piknikdong.com, News – Per 3 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, tiket keberangkatan periode 11 Maret hingga 1 April 2026 sudah terjual sebanyak 2.067.560.
Total kursi yang disiapkan selama masa Lebaran mencapai 4.498.696 tempat duduk.

Artinya, tingkat keterisian sementara berada di angka 46 persen.
Masih ada sekitar 2,43 juta kursi yang bisa dimanfaatkan calon penumpang. Jadi, buat yang belum menentukan jadwal pulang kampung atau liburan, situasinya belum “lampu merah”.
Rute Favorit Mulai Ramai
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah relasi padat peminat kembali jadi primadona.
Jalur Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Semarang, dan Jakarta–Surabaya menunjukkan peningkatan pemesanan yang cukup signifikan.
Meski begitu, di berbagai tanggal tertentu, pilihan tempat duduk masih relatif longgar. Ini jadi kabar baik, terutama bagi keluarga yang bepergian bersama dan membutuhkan kursi berdekatan.
KA Jarak Jauh Mendominasi
Jika dilihat lebih detail, KA Jarak Jauh menyumbang angka penjualan terbesar.
Dari total kapasitas 3.571.760 kursi, sudah terjual 2.020.471 tiket. Tingkat okupansinya mencapai 56,6 persen.
Sebaliknya, KA Lokal masih mencatat angka yang lebih rendah: 47.089 tiket terjual dari kapasitas 926.936 kursi, atau sekitar 5,1 persen.
Namun kondisi ini dinilai wajar, karena mayoritas tiket KA Lokal baru bisa dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan. Biasanya, grafiknya akan naik mendekati hari perjalanan.
Tanggal-Tanggal yang Masih Ada
Bagi yang fleksibel dengan jadwal, ada beberapa tanggal dengan tingkat keterisian relatif rendah untuk KA Jarak Jauh:
- 1 April 2026 (H+10): 21.174 tiket terjual dari 161.100 kursi (13,1 persen)
- 31 Maret 2026 (H+9): 32.841 tiket dari 161.100 kursi (20,4 persen)
- 30 Maret 2026 (H+8): 50.672 tiket dari 163.432 kursi (31 persen)
- 11 Maret 2026 (H-10): 38.384 tiket dari 159.404 kursi (24,1 persen)
- 12 Maret 2026 (H-9): 58.439 tiket dari 159.404 kursi (36,7 persen)
Tanggal-tanggal ini bisa jadi opsi menarik untuk menghindari puncak arus mudik maupun arus balik.
Pola Mudik: Naik Bertahap, Puncak di H-3
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa pola perjalanan Lebaran cenderung meningkat perlahan sejak pra-Lebaran.
Puncaknya diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-1. Setelah itu, lonjakan kembali terlihat saat arus balik dimulai.
Kereta Ekonomi Kerakyatan Jadi Alternatif Menarik
Salah satu sorotan tahun ini adalah hadirnya Kereta Ekonomi Kerakyatan.
Tiketnya mulai dijual sejak 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan yang sama, yakni 11 Maret sampai 1 April 2026.
Hingga 3 Maret 2026, tercatat 16.855 pelanggan sudah memesan dari total kapasitas 27.368 kursi. Tingkat okupansinya mencapai 62 persen.
Menariknya, pada beberapa tanggal arus balik, tingkat keterisian bahkan melampaui 100 persen per hari perjalanan.
Ini terjadi karena adanya pola naik-turun penumpang di lintas relasi berbeda dalam satu rangkaian perjalanan.
“Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Respons yang cukup baik menunjukkan bahwa layanan ini menjadi alternatif mobilitas yang diminati pada masa Angkutan Lebaran,”
ujar Anne.
Masih Banyak Opsi untuk yang Fleksibel
KAI mengingatkan bahwa pilihan tanggal dan relasi dengan okupansi rendah masih tersedia.
Penumpang bisa mempertimbangkan jadwal yang lebih fleksibel atau memanfaatkan skema connecting train untuk mendapatkan kombinasi rute dan waktu yang lebih sesuai kebutuhan.
Di tengah tingginya mobilitas musim mudik, langkah ini bisa jadi solusi cerdas, terutama untuk traveler yang ingin perjalanan lebih santai tanpa harus berdesakan.
KAI sendiri terus memantau dinamika penjualan sekaligus memastikan kesiapan operasional, agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar memberi ruang gerak yang optimal bagi masyarakat yang ingin pulang, bersilaturahmi, atau sekadar menjelajah kota tujuan.











