Piknikdong.com, News – Awal 2026 membawa kabar menarik bagi dunia transportasi dan pariwisata nasional.
Arus wisatawan mancanegara yang memilih bepergian dengan kereta api terus menanjak. Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan, sepanjang Februari 2026 saja ada 41.084 wisman yang menggunakan layanan kereta untuk menjelajah berbagai kota di Indonesia.

Jika ditotal sejak Januari hingga Februari 2026, angkanya sudah menyentuh 86.062 penumpang internasional.
Bukan angka kecil untuk periode dua bulan pertama tahun ini.
Tren Naik yang Konsisten dari Tahun ke Tahun
Pertumbuhan ini bukan fenomena sesaat. Dalam beberapa tahun terakhir, grafiknya terus merangkak naik.
Sepanjang 2025, tercatat 694.123 wisman naik kereta. Bandingkan dengan 2024 yang mencapai 669.226, lalu 580.995 pada 2023, dan 300.708 di 2022.
Lonjakan tersebut memperlihatkan satu hal penting: kereta api kini bukan sekadar moda transportasi alternatif, tetapi sudah menjadi bagian dari cara wisatawan asing menikmati Indonesia.
Rel yang langsung terhubung ke pusat kota membuat perjalanan terasa lebih praktis tanpa harus berkali-kali berpindah kendaraan.
Bukan Sekadar Transportasi, tapi Bagian dari Pengalaman Liburan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menilai peningkatan ini sebagai bentuk kepercayaan wisatawan internasional terhadap layanan kereta api nasional.
“Kami terus menjaga standar layanan melalui ketepatan waktu, kebersihan sarana, kenyamanan, serta kemudahan pembelian tiket berbasis digital.
Perjalanan dengan kereta api dirancang agar menjadi bagian dari pengalaman wisata yang berkesan,”
ujar Anne.
Pernyataan ini menegaskan bahwa perjalanan dengan kereta kini diposisikan sebagai pengalaman itu sendiri bukan hanya perjalanan dari titik A ke titik B.
10 Stasiun Favorit Wisman Februari 2026
Sepanjang Februari 2026, pergerakan wisatawan asing terkonsentrasi di stasiun-stasiun yang memang dikenal sebagai gerbang menuju destinasi budaya, heritage, hingga wisata alam.
Berikut sepuluh stasiun dengan jumlah keberangkatan wisman terbanyak:
- Stasiun Yogyakarta – 6.652 wisman
- Stasiun Gambir – 6.609 wisman
- Stasiun Bandung – 4.033 wisman
- Stasiun Surabaya Gubeng – 2.278 wisman
- Stasiun Pasar Senen – 2.147 wisman
- Stasiun Semarang Tawang – 1.584 wisman
- Stasiun Malang – 1.179 wisman
- Stasiun Surabaya Pasar Turi – 1.068 wisman
- Stasiun Probolinggo – 907 wisman
- Stasiun Solo Balapan – 836 wisman
Nama-nama seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo memang sudah lama dikenal sebagai kota dengan karakter kuat baik dari sisi budaya, sejarah, maupun lanskapnya.
Tak heran jika kota-kota ini menjadi magnet utama bagi turis asing yang ingin merasakan Indonesia lebih dalam.
Dampaknya Tak Hanya di Rel, tapi Juga ke Ekonomi Lokal
Pergerakan wisman lewat jalur kereta ikut menggerakkan roda ekonomi daerah. Hotel, penginapan kecil, kuliner lokal, transportasi lanjutan, hingga pelaku UMKM di sekitar stasiun merasakan efeknya.
Ketika akses makin mudah dan efisien, perputaran uang di destinasi pun ikut meningkat.
Transportasi berbasis rel juga dikenal lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan perjalanan darat jarak jauh berbasis kendaraan pribadi.
Ini menjadi nilai tambah tersendiri di tengah tren wisata berkelanjutan yang makin diperhatikan wisatawan global.
Integrasi Antarmoda Jadi Fokus Berikutnya
Ke depan, KAI Group tak berhenti di angka pertumbuhan semata. Peningkatan kualitas layanan dan integrasi dengan moda transportasi lain menjadi agenda lanjutan.
“Ke depan, KAI Group akan terus memperkuat kualitas layanan dan integrasi antarmoda agar pengalaman perjalanan wisata semakin nyaman dan terencana,”
tutup Anne.
Dengan tren yang terus menanjak dan kota-kota destinasi yang makin siap menyambut turis, kereta api tampaknya akan semakin kokoh sebagai tulang punggung perjalanan antarkota bagi wisatawan mancanegara di Indonesia.
Bagi traveler yang ingin liburan lebih santai tanpa ribet pindah kendaraan, opsi ini makin sulit untuk diabaikan.











