Piknikdong.com, news – Perjalanan naik kereta sekarang terasa beda.
Banyak orang tak lagi antre di loket atau buka banyak platform cukup lewat satu aplikasi.

Itulah yang terlihat dari performa Access by KAI sepanjang tiga bulan pertama 2026.
Dalam periode Januari hingga Maret, aplikasi ini mencatat lebih dari 8,1 juta transaksi pembelian tiket, baik untuk kereta jarak jauh maupun lokal.
Angka ini setara dengan 76,49% dari total penjualan tiket KAI mengungguli kanal lain seperti website, mitra, hingga pembelian langsung di stasiun.
Perlu dicatat, angka tersebut merujuk pada jumlah transaksi, bukan jumlah orang. Satu kode booking bisa saja digunakan oleh beberapa penumpang sekaligus dalam satu perjalanan.
Perjalanan Jadi Lebih Praktis dalam Satu Genggaman
Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, tingginya penggunaan aplikasi ini mencerminkan perubahan gaya hidup pelanggan.
“Access by KAI kini menjadi bagian dari keseharian pelanggan dalam mengatur perjalanan. Kemudahan akses, kecepatan, serta integrasi layanan membuat pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis dalam satu aplikasi,”
ujar Anne.
Bukan cuma beli tiket, aplikasi ini juga berkembang jadi semacam “super app” versi perjalanan.
Mulai dari booking hotel, layanan E-Porter di stasiun, hingga pembayaran listrik, semuanya bisa diakses dalam satu platform.
Bahkan, aplikasi ini juga terhubung dengan moda transportasi lanjutan seperti KA Bandara, Whoosh, hingga LRT.
Lonjakan Penumpang, Tanda Kereta Makin Diminati
Tren digital ini berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang di seluruh layanan KAI Group.
Sepanjang Triwulan I 2026, total pelanggan tembus lebih dari 128 juta orang naik hampir 10% dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam.
Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,”
ujar Anne.
Momentum Lebaran Dorong Perjalanan Antarkota
Khusus untuk layanan KA jarak jauh dan lokal, jumlah penumpang mencapai 14,5 juta orang—naik 18,4% dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu faktor pendorongnya adalah periode Lebaran, di mana mobilitas masyarakat meningkat signifikan.
Commuter Line Masih Jadi Tulang Punggung Mobilitas Harian
Di sisi lain, perjalanan rutin tetap mendominasi. Layanan KAI Commuter mencatat lebih dari 101 juta pelanggan, naik sekitar 8%.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi,”
jelas Anne.
LRT, KA Bandara, hingga Whoosh Ikut Tumbuh
Pertumbuhan juga terlihat di berbagai layanan lain:
- LRT Jabodebek melayani 7,7 juta penumpang (naik 22,1%)
- KA Bandara mencatat 1,75 juta pelanggan (naik 8,48%)
- LRT Sumsel mengangkut lebih dari 1 juta penumpang
- Whoosh melayani 1,4 juta pelanggan untuk rute cepat Jakarta–Bandung
- KA Makassar–Parepare melonjak signifikan dengan kenaikan 66,45%
- KAI Wisata bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi hingga 110%
Di Sumatera Selatan sendiri, LRT Sumsel punya peran penting karena menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring—jadi solusi praktis buat mobilitas warga dan traveler.
Satu Aplikasi, Banyak Kebutuhan Terpenuhi
Melihat tren ini, jelas kalau perjalanan dengan kereta kini bukan sekadar soal berpindah tempat, tapi juga soal kemudahan merencanakan semuanya dari awal hingga akhir.
“Access by KAI hadir untuk memudahkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi. Dari tahap perencanaan hingga keberangkatan, pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan lebih praktis dan terhubung,”
tutup Anne.
Buat traveler atau keluarga yang suka jalan tanpa ribet, perubahan ini jelas jadi kabar baik—semua bisa diatur dari satu genggaman, tanpa drama.













