Piknikdong.com, Jakarta – Sedang mencari infromasi tentang jadwal buka puasa Jakarta hari ini, Selasa 24 Februari 2026? Sekarang sudah berada di tempat yang sangat tepat.
Memasuki hari ke-6 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa, 24 Februari 2026, umat Islam di DKI Jakarta menjalankan ibadah puasa dengan acuan waktu resmi yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, azan Magrib yang menjadi penanda berbuka puasa di Jakarta jatuh pada pukul 18.17 WIB.
Informasi ini penting karena selisih satu hingga dua menit dapat menentukan sah atau tidaknya waktu berbuka.
Di wilayah metropolitan seperti Jakarta dengan mobilitas tinggi, ketepatan waktu ibadah menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pekerja yang masih berada di perjalanan saat azan berkumandang.
Rincian Lengkap Jadwal Salat DKI Jakarta – 24 Februari 2026 (6 Ramadan 1447 H)
Mengacu pada data resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, berikut jadwal salat untuk wilayah DKI Jakarta:
- Imsak: 04.32 WIB
- Subuh: 04.42 WIB
- Terbit: 05.55 WIB
- Duha: 06.23 WIB
- Zuhur: 12.09 WIB
- Asar: 15.16 WIB
- Magrib (Buka Puasa): 18.17 WIB
- Isya: 19.26 WIB
Waktu-waktu tersebut disusun berdasarkan perhitungan astronomi (hisab) yang menjadi standar nasional penetapan jadwal ibadah harian.
Mengapa Ketepatan Waktu Magrib Penting?
Dalam fikih puasa, berbuka sebelum masuk waktu Magrib dapat membatalkan puasa. Sebaliknya, menyegerakan berbuka setelah azan berkumandang merupakan sunah yang dianjurkan.
Karena itu, memastikan sumber jadwal berasal dari rujukan resmi menjadi krusial.
Di Jakarta dan sekitarnya, variasi waktu antarwilayah memang tidak signifikan. Namun, penggunaan jadwal sesuai zona administratif tetap dianjurkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan Bekasi, Depok, atau Tangerang.
Dampak Praktis bagi Warga Perkotaan
Ramadan 2026 bertepatan dengan aktivitas kerja dan sekolah yang berjalan normal.
Dengan waktu Magrib pukul 18.17 WIB, banyak pekerja kemungkinan masih berada di perjalanan pulang.
Artinya, perencanaan berbuka baik membawa takjil sederhana maupun menentukan lokasi singgah menjadi bagian dari manajemen waktu selama Ramadan.
Selain itu, selisih waktu antara Asar (15.16 WIB) dan Magrib (18.17 WIB) yang mencapai tiga jam lebih sering menjadi fase paling berat bagi sebagian orang.
Pola istirahat, hidrasi saat sahur, dan pengaturan aktivitas fisik turut memengaruhi daya tahan tubuh menjelang berbuka.
Antisipasi dan Konsistensi Ibadah
Memantau jadwal imsakiyah setiap hari tetap diperlukan karena waktu salat akan bergeser secara gradual seiring perubahan posisi matahari.
Perubahan ini memang hanya hitungan menit, tetapi dalam konteks ibadah, presisi memiliki konsekuensi hukum.
Ke depan, masyarakat disarankan mengakses jadwal melalui kanal resmi pemerintah atau lembaga terpercaya guna menghindari perbedaan data yang beredar di media sosial.
Ketepatan informasi bukan sekadar teknis, melainkan bagian dari menjaga kualitas ibadah selama Ramadan.
Dengan waktu Magrib hari ini pukul 18.17 WIB, umat Islam di DKI Jakarta diharapkan dapat menyiapkan berbuka tepat waktu dan menjalankan rangkaian ibadah malam dengan optimal.













