Data KAI 2026: Pengguna Kereta Bandara Tembus 3,7 Juta, LRT Sumsel dan KA BIAS Alami Lonjakan

Oleh: Andri and Newsroom
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, News – Pagi hari selalu jadi momen dimulainya kembali rutinitas. Ada yang berangkat kerja ke kota lain, ada yang kembali dari kampung halaman, hingga yang baru mendarat dan ingin segera sampai ke tujuan akhir.

Advertisements

Di tengah ritme perjalanan itu, kereta api hadir sebagai pilihan yang terasa lebih tertata jadwalnya jelas, alurnya rapi, dan perjalanannya relatif minim drama.

Data KAI 2026: Pengguna Kereta Bandara Tembus 3,7 Juta, LRT Sumsel dan KA BIAS Alami Lonjakan
Photo: KAI.id

Jutaan Perjalanan Terhubung dalam Tiga Bulan

Selama Triwulan I 2026, layanan transportasi terintegrasi darat udara dari KAI Group mencatat angka yang cukup signifikan.

Total ada 3.743.082 pelanggan yang menggunakan layanan seperti kereta bandara KAI Bandara, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, LRT Sumatera Selatan, KA BIAS, hingga KA Minangkabau Ekspres.

Advertisements

Angka ini bukan sekadar statistik, tapi mencerminkan perubahan kebiasaan masyarakat yang mulai mengandalkan transportasi berbasis rel untuk menghubungkan perjalanan dari kota ke bandara.

Kereta Bandara Makin Diminati

Dari keseluruhan layanan, kereta bandara yang dikelola KAI Bandara mencatat 1.755.275 pelanggan. Jumlah ini naik 8,48% dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 1.618.119 pelanggan.

Alasan utamanya sederhana: waktu tempuh yang lebih bisa diprediksi. Di tengah kondisi lalu lintas yang tak menentu, banyak orang kini memilih kereta untuk memastikan tidak ketinggalan pesawat.

Yogyakarta: Perjalanan ke YIA Kini Lebih Praktis

Buat yang sering ke Yogyakarta, akses menuju Bandara YIA sekarang terasa lebih simpel. Layanan YIA PSO melayani 469.615 pelanggan, sementara YIA Xpress digunakan oleh 227.652 pelanggan.

Perjalanan dari pusat kota ke bandara jadi lebih terukur. Tanpa harus menebak-nebak kondisi jalan, penumpang bisa mengatur waktu keberangkatan dengan lebih santai.

Medan dan Sekitarnya: Mobilitas Harian yang Lancar

Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa terus jadi tulang punggung transportasi.

Rute Medan–Bandara Kualanamu digunakan oleh 406.936 pelanggan, sementara 651.071 pelanggan melanjutkan perjalanan hingga Binjai dan Kualabingai.

Kereta di wilayah ini bukan sekadar transportasi tambahan, tapi sudah jadi bagian dari keseharian masyarakat.

Jakarta: Akses Bandara Lebih Tenang

Di ibu kota, Commuter Line Bandara Soekarno Hatta melayani 640.510 pelanggan. Angka ini meningkat sekitar 23,85% dibanding tahun sebelumnya yang mencatat 517.166 pelanggan.

Bagi banyak pengguna, perjalanan ke bandara kini terasa lebih nyaman karena tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi jalan yang sering padat.

Palembang: LRT Jadi Penghubung Utama

LRT Sumatera Selatan mencatat 1.084.242 pelanggan selama tiga bulan pertama 2026.

Jalurnya yang menghubungkan bandara, pusat kota, hingga kawasan Jakabaring membuat mobilitas di Palembang terasa lebih praktis dalam satu lintasan.

Jawa Tengah: KA BIAS Tumbuh Pesat

KA BIAS yang melayani Bandara Adi Soemarmo juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Tercatat 208.583 pelanggan menggunakan layanan ini, naik 31,11% dari tahun sebelumnya yang berjumlah 159.092 pelanggan.

Rute yang menghubungkan Madiun, Solo, hingga bandara membuat perjalanan jadi lebih ringkas dan efisien.

Sumatera Barat: Peran Penting Saat Kondisi Darurat

KA Minangkabau Ekspres melayani 54.472 pelanggan di Triwulan I 2026.

Selain jadi penghubung antara Bandara Internasional Minangkabau, Kota Padang, hingga Pulau Aie, layanan ini juga terbukti krusial saat terjadi banjir dan longsor di Padang.

Kereta ini membantu memperlancar akses relawan dan distribusi bantuan saat jalur darat lainnya terganggu.

Perjalanan yang Semakin Terhubung

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa tren perjalanan saat ini semakin mengarah pada konektivitas yang seamless.

“Perjalanan pelanggan hari ini semakin terhubung. Kereta api membantu memudahkan perpindahan dari kota ke bandara hingga ke tujuan berikutnya. Kami ingin perjalanan terasa lebih tenang, waktunya jelas, dan bisa diandalkan,”

ujar Anne.

Dengan semakin terintegrasinya berbagai moda transportasi, bepergian kini bukan lagi soal cepat sampai saja, tapi juga soal kenyamanan dan kepastian.

Kereta api perlahan mengambil peran penting sebagai penghubung yang bikin perjalanan terasa lebih simpel baik untuk liburan, kerja, maupun pulang ke rumah.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis: and
Editor: Newsroom