Data Terbaru Kereta Petani dan Pedagang: 11.428 Penumpang, Tarif Tetap Rp3.000

Oleh: Newsroom
Dipublikasikan
Bagikan:

Piknikdong.com, News – Ada yang berbeda di lintas Commuter Line Merak sejak awal Desember 2025.

Advertisements

Bukan sekadar kereta yang lalu-lalang, tapi hadirnya layanan yang memang dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi warga lokal.

Data Terbaru Kereta Petani dan Pedagang: 11.428 Penumpang, Tarif Tetap Rp3.000
Kereta Petani dan Pedagang, photo: KAI.id

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sejak resmi berjalan pada 1 Desember 2025 hingga 17 Februari 2026, Kereta Petani dan Pedagang sudah melayani 11.428 pelanggan naik dan turun.

Angka ini menunjukkan bahwa dalam lebih dari dua bulan operasional, layanan tersebut benar-benar dimanfaatkan secara konsisten.

Advertisements

Bagi masyarakat di sepanjang jalur Merak, kereta ini bukan hanya moda transportasi—tapi penghubung antara ladang, dapur produksi, dan pasar.

Cikeusal Jadi Titik Paling Sibuk

Dari seluruh stasiun yang dilintasi, Stasiun Cikeusal mencatat pergerakan tertinggi. Sebanyak 3.730 pelanggan tercatat naik dari stasiun ini, sementara 3.511 lainnya turun di sana.

Data ini bukan sekadar angka. Cikeusal terlihat semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul distribusi komoditas lokal.

Hasil pertanian, makanan olahan rumahan, hingga produk kerajinan tangan banyak bergerak dari titik ini menuju Serang, Cilegon, sampai Merak.

Kalau melihat pola ini, tak berlebihan jika Cikeusal disebut sebagai “nadi logistik kecil” di jalur tersebut.

Dirakit Ulang di Surabaya, Disesuaikan untuk Pedagang

Kereta Petani dan Pedagang bukan kereta biasa yang sekadar diberi nama baru. Sarana ini merupakan hasil modifikasi total yang dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng.

Penataan interior diatur ulang, ruang bagasi dipisahkan agar lebih rapi, aspek keselamatan diperkuat, dan akses naik-turun di beberapa stasiun ikut disesuaikan.

Semua proses tersebut dikerjakan tenaga teknis internal dengan mempertimbangkan kebutuhan utama pengguna yakni membawa barang dagangan dalam jumlah tertentu tanpa mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Hasilnya, ruang terasa lebih tertib dan fungsional. Cocok untuk aktivitas distribusi skala kecil hingga menengah.

14 Perjalanan Setiap Hari, Kapasitas Tetap Terkendali

Secara teknis, satu rangkaian memiliki 73 tempat duduk serta area bagasi khusus. Operasionalnya pun cukup intens: 14 perjalanan per hari.

Rinciannya, 7 perjalanan melayani rute Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan sebaliknya, Rangkasbitung–Merak, dengan total 11 stasiun pemberhentian.

Untuk menjaga ketertiban, setiap pelanggan diperbolehkan membawa maksimal dua koli dengan ukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm.

Aturan ini dibuat agar ruang tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu mobilitas selama perjalanan.

Tarif Tetap Ramah di Kantong

Layanan ini hadir lewat kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO).

Soal harga, penumpang cukup membayar Rp3.000 per perjalanan setara tarif KRL umum.

Bagi petani dan pedagang kecil yang menggantungkan distribusi produknya pada jalur rel, angka ini jelas membantu menjaga biaya operasional tetap efisien.

Transportasi murah dan stabil seperti ini punya dampak langsung pada roda ekonomi lokal.

Komitmen Evaluasi Berkelanjutan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa proses modifikasi yang dilakukan Balai Yasa Surabaya Gubeng menjadi bukti kesiapan fasilitas perawatan sarana dalam menghadirkan layanan yang relevan bagi masyarakat.

“KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak,”

tutup Anne.

Dengan evaluasi berkelanjutan dan respons berbasis data, Kereta Petani dan Pedagang berpotensi menjadi model layanan transportasi publik yang bukan hanya mengangkut penumpang, tapi juga menggerakkan ekonomi warga di sepanjang jalur rel.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 1

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis:
Editor: Newsroom