Piknikdong.com, Jadwal – Suasana Ramadhan di Jakarta mulai terasa lebih ritmis. Alarm sahur berbunyi lebih pagi, masjid kembali ramai, dan jalanan yang biasanya padat mendadak lengang menjelang Subuh.
Hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, umat Muslim di Ibu Kota menjalani hari kedua puasa Ramadhan 1447 H.

Berdasarkan data resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam di bawah naungan Kementerian Agama, waktu imsak untuk wilayah Jakarta jatuh pada pukul 04.32 WIB.
Imsak dan Subuh: Selisih Waktu yang Perlu Diperhatikan
Banyak yang masih bertanya-tanya, kenapa imsak lebih awal dari Subuh? Dalam penetapannya, Kemenag memberi jeda sekitar 10 menit sebelum azan Subuh sebagai pengingat agar umat Muslim segera menyudahi santap sahur.
Untuk 2 Ramadhan 1447 H ini, azan Subuh di Jakarta berkumandang pukul 04.42 WIB.
Artinya, setelah pukul 04.32 WIB, sudah sebaiknya tidak lagi makan dan minum agar ibadah puasa berjalan lebih tenang dan khusyuk.
Momen jeda 10 menit ini sering jadi waktu “last call” di meja makan keluarga—tegukan air terakhir, suapan nasi penutup, lalu bersiap menyambut fajar.
Menanti Maghrib di Pukul 18.18 WIB
Selepas aktivitas seharian bekerja, mengurus rumah, atau mungkin berburu takjil di sudut-sudut kota waktu berbuka puasa di Jakarta hari ini dijadwalkan tepat pukul 18.18 WIB.
Azan Maghrib menjadi penanda yang paling dinanti. Dentangnya bukan sekadar suara, tapi juga simbol jeda dari lapar dan dahaga sejak Subuh.
Niat Puasa, Awal dari Kesungguhan
Sebelum fajar menyingsing, niat menjadi pondasi penting dalam menjalankan puasa. Berikut lafaz niat puasa Ramadhan yang biasa dibaca:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya, “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Meski sederhana, niat inilah yang membedakan antara sekadar menahan lapar dan menjalankan ibadah.
Doa Berbuka, Ungkapan Syukur di Ujung Hari
Ketika azan Maghrib terdengar, umat Muslim dianjurkan membaca doa sebelum menyentuh makanan dan minuman. Salah satu doa yang umum dilafalkan adalah:
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
Doa ini memiliki arti: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Di banyak rumah, doa ini dibaca pelan sebelum kurma atau segelas air menyentuh bibir—momen sederhana yang terasa hangat dan penuh makna.
Jadwal Imsakiyah Jadi Pegangan Harian
Bagi warga Jakarta, jadwal imsakiyah yang dirilis Kemenag bukan sekadar angka waktu.
Ia menjadi panduan ritme harian selama Ramadhan kapan harus berhenti sahur, kapan bersiap ke masjid, hingga kapan menyiapkan hidangan berbuka untuk keluarga.
Dengan mengikuti jadwal resmi, ibadah puasa bisa dijalankan lebih tertib dan tepat waktu. Di tengah kesibukan kota metropolitan, kepastian waktu ini membantu menjaga konsistensi ibadah dari hari ke hari.
Selamat menjalani hari kedua Ramadhan di Jakarta. Semoga puasa hari ini berjalan lancar, penuh keberkahan, dan tetap semangat sampai waktu berbuka tiba.













