Piknikdong.com, Jadwal – Akhir pekan ini jadi momen yang dinanti pecinta bulu tangkis. Tim putri Indonesia bakal kembali turun di panggung besar, menghadapi Korea dalam babak semifinal Uber Cup 2026.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Horsens, Denmark, pada Sabtu (2/5) pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar 15.00 WIB.

Buat yang mengikuti perjalanan tim Merah Putih, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ada cerita lama yang seolah kembali diputar ulang.
Mengulang Memori Semifinal Bersejarah
Pertemuan Indonesia dan Korea kali ini mengingatkan pada duel klasik di semifinal Uber Cup 2024. Saat itu, Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang lewat pertarungan ketat dengan skor 3-2.
Menariknya, kemenangan tersebut diraih lewat dominasi sektor tunggal. Nama-nama seperti Gregoria Mariska Tunjung, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dan Komang Ayu Cahya Dewi jadi penentu kemenangan tim.
Namun, waktu terus berjalan. Dari deretan pemain tersebut, kini hanya Ester yang masih bertahan dalam skuad dan kembali berjuang membawa Indonesia melangkah lebih jauh.
Perubahan Skuad, Tantangan Baru
Komposisi tim tentu sudah banyak berubah. Gregoria saat ini tengah vakum dari kompetisi karena fokus pada pemulihan kondisi kesehatan. Sementara itu, Komang Ayu juga tidak lagi menjadi bagian dari Pelatnas Cipayung.
Meski begitu, bukan berarti kekuatan Indonesia menurun. Justru sebaliknya, muncul wajah-wajah baru yang menunjukkan performa menjanjikan sepanjang turnamen.
Putri KW Jadi Andalan Baru
Salah satu sorotan utama datang dari Putri Kusuma Wardani. Setelah sempat absen di edisi sebelumnya, kini ia tampil dengan peran lebih besar sebagai pemimpin tim.
Meski sempat tersandung saat menghadapi Michelle Li, Putri KW mampu bangkit dan menunjukkan konsistensi dengan menyumbangkan poin penting dalam tiga pertandingan berikutnya.
Performa ini jadi sinyal positif bagi Indonesia jelang laga krusial melawan Korea. Dengan semangat baru dan komposisi tim yang terus berkembang, peluang untuk kembali mencetak sejarah tentu masih terbuka lebar.
Laga nanti dipastikan berlangsung sengit. Bukan cuma soal teknik, tapi juga mental dan daya tahan di lapangan.
Menarik ditunggu, apakah Indonesia mampu kembali mengulang kisah manis seperti dua dekade lalu.












