Piknikdong.com, News – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memastikan bahwa 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.
Penetapan ini dilakukan setelah proses rukyatul hilal yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia tidak berhasil melihat bulan sabit muda.

Dalam laporan resminya, disebutkan bahwa pemantauan hilal dilakukan pada Senin, 15 Juni 2026 atau bertepatan dengan 29 Dzulhijjah 1447 H.
Namun dari seluruh titik pengamatan, hasilnya sama: hilal belum tampak.
Karena itulah, penentuan awal bulan Muharram menggunakan metode istikmal yakni menyempurnakan bulan Dzulhijjah menjadi 30 hari.
Keputusan Resmi Berdasarkan Surat LF PBNU
Keputusan ini tertuang dalam surat resmi bernomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026 yang ditandatangani oleh Ketua LF PBNU KH Sirril Wafa dan Sekretaris LF PBNU H Asmui Mansur.
Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa awal Muharram dimulai sejak Selasa malam, menjelang Rabu.
LF PBNU turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses rukyat, termasuk para pengamat di berbagai daerah.
Mereka juga mendorong jaringan Lembaga Falakiyah di tingkat wilayah dan cabang untuk aktif menyebarkan informasi ini ke masyarakat luas, khususnya warga Nahdlatul Ulama.
Posisi Hilal Sebenarnya Sudah di Atas Ufuk
Secara astronomis, posisi hilal sebenarnya sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.
Di markaz PBNU, Jakarta, ketinggian hilal tercatat sekitar 2 derajat lebih sedikit.
Namun, posisi ini masih belum cukup kuat untuk bisa diamati secara kasat mata di seluruh wilayah Indonesia.
Konjungsi atau ijtimak bulan sendiri terjadi pada pagi hari, tepatnya pukul 09.55 WIB di tanggal yang sama.
Sementara itu, jarak sudut (elongasi) antara bulan dan matahari berada di kisaran 9 derajat, dengan durasi hilal di atas ufuk sekitar 37 menit setelah matahari terbenam.
Perbedaan Kondisi Hilal di Ujung Barat dan Timur Indonesia
Menariknya, kondisi hilal tidak seragam di seluruh Indonesia. Di wilayah paling timur seperti Merauke, tinggi hilal hanya sekitar 0 derajat 42 menit dengan durasi sangat singkat sekitar 5 menit saja di atas ufuk.
Kondisi ini membuat hilal hampir mustahil terlihat.
Sebaliknya, di wilayah barat seperti Aceh, parameter hilal jauh lebih ideal. Di Lhoknga misalnya, tinggi hilal mencapai lebih dari 3 derajat dengan elongasi mendekati 7 derajat.
Wilayah ini bahkan sudah memenuhi kriteria imkanur rukyah, yaitu batas minimal agar hilal berpotensi terlihat.
Jadi Momen Awal Tahun, Siap Sambut Muharram?
Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia bisa mulai bersiap menyambut tahun baru Hijriah pada Rabu, 17 Juni 2026.
Momen 1 Muharram sering dimanfaatkan sebagai waktu refleksi, menyusun niat baru, hingga merencanakan kegiatan positif bersama keluarga.
Buat yang suka traveling atau sekadar quality time, ini juga bisa jadi alasan untuk bikin momen kecil yang bermakna nggak harus jauh, yang penting berkesan.










