Layanan Wisata Melejit, KAI Bukukan Pertumbuhan 8,2 Persen Sepanjang 2025

Bagikan:

Piknikdong.com, News – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan dalam periode Januari–November 2025.

Advertisements

Total pengguna jasa mencapai 456.439.875 pelanggan, naik 8,2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 421.813.515.

Layanan Wisata Melejit, KAI Bukukan Pertumbuhan 8,2 Persen Sepanjang 2025
KAI Bukukan Pertumbuhan 8,2 Persen Sepanjang 2025, photo: KAI.id

Capaian ini mempertegas posisi KAI Group sebagai penyedia transportasi publik yang semakin aman, nyaman, dan terintegrasi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa kenaikan pengguna menjadi sinyal kuat atas kepercayaan publik yang terus tumbuh.

Advertisements

“Peningkatan ini menggambarkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas harian, perjalanan antarkota, hingga wisata.

Integrasi moda yang semakin kuat juga membuat perjalanan pelanggan lebih mudah dan efisien,”

ujar Anne.

Layanan Wisata Jadi Primadona Baru

Di antara seluruh layanan, unit yang dikelola KAI Wisata menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi.

Sepanjang tahun, layanan wisata mencatat 212.912 pelanggan, melesat 60,44 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kereta Panoramic, Kereta Wisata, dan Luxury terus menarik minat karena menawarkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menyajikan pemandangan alam yang memukau di sepanjang jalur.

Mobilitas Urban Semakin Mudah dengan LRT dan Commuter

LRT Jabodebek menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 38,23 persen atau 26.113.546 pelanggan.

Fasilitas integrasi langsung ke Commuter Line melalui simpul Dukuh Atas dan Cikoko membuat perjalanan dari kawasan timur Jakarta menuju pusat bisnis semakin efisien.

Pada sisi lain, layanan KAI Bandara mendata 6.362.866 pelanggan (naik 22,72 persen) dan perjalanan Makassar–Parepare mencapai 285.458 pelanggan (naik 11,41 persen).

Untuk layanan utama seperti KA Jarak Jauh dan KA Lokal, jumlah pengguna mencapai 50.152.625 pelanggan, tumbuh 7,10 persen dari tahun sebelumnya.

Di kawasan perkotaan, KAI Commuter masih menjadi moda favorit dengan 363.541.196 pelanggan, naik 6,56 persen.

LRT Sumsel juga bertumbuh 6,90 persen dengan 4.182.326 pelanggan, sementara layanan Whoosh yang dikelola KCIC mencatat 5.588.946 pelanggan atau naik 2,90 persen.

Integrasi Transportasi Jadi Penggerak Pertumbuhan

Anne menekankan bahwa percepatan pertumbuhan ini tidak terlepas dari ekosistem transportasi yang makin terhubung.

Mulai dari integrasi LRT–Commuter Line, konektivitas KAI Group dengan MRT Jakarta, hingga sambungan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta di Manggarai dan BNI City, seluruhnya memberikan kemudahan berpindah moda tanpa hambatan.

KA Jarak Jauh yang terhubung dengan Commuter Line di Pasar Senen, Jatinegara, dan Bekasi turut memperluas akses mobilitas bagi masyarakat.

“Integrasi ini memperkuat aktivitas ekonomi, mempercepat arus mobilitas pekerja dan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan wisata di berbagai wilayah.

KAI Group berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin terhubung dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,”

tutup Anne.

Transportasi Terintegrasi, Ekonomi Daerah Ikut Tumbuh

Konsistensi peningkatan pelanggan di berbagai layanan KAI Group menunjukkan betapa strategisnya peran perusahaan dalam membangun konektivitas nasional.

Dengan jaringan transportasi yang modern dan berkelanjutan, KAI tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan mendorong pertumbuhan pariwisata di banyak wilayah.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis