Piknikdong.com, News – Enam planet tata surya Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus akan tampak berjejer di langit barat dalam fenomena parade planet yang mencapai puncaknya pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Bagi pengamat di Jakarta, fenomena ini bisa disaksikan mulai pukul 18.13 WIB, tepat saat waktu berbuka puasa Ramadan, dengan menghadap ke langit barat sekitar 30 menit setelah matahari terbenam.

Empat planet Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang. Uranus dan Neptunus membutuhkan teropong atau teleskop.
Merkurius menjadi yang paling sulit dilacak karena posisinya sangat rendah di dekat horizon. NASA merekomendasikan ketinggian minimal 10 derajat di atas horizon agar planet dapat terlihat tanpa gangguan atmosfer yang meredam cahaya.
Fenomena ini bersifat global, namun tanggal puncaknya berbeda-beda: São Paulo menyaksikannya pada 25 Februari, sementara Tokyo, New York, dan Athena pada 28 Februari.
London dan Mumbai baru mencapai puncak pada 1 Maret, dan Reykjavik pada 2 Maret 2026.
Mengapa Planet Bisa Tampak Sejajar
NASA menjelaskan bahwa ilusi kesejajaran ini terjadi karena semua planet mengorbit Matahari pada bidang yang relatif datar, disebut bidang ekliptika.
Pada momen tertentu, gerak orbit masing-masing planet dengan kecepatan dan jarak yang berbeda membuat mereka tampak berada dalam satu jalur dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Secara fisik, jarak antarplanet tetap mencapai jutaan hingga miliaran kilometer.
Seberapa Langka Ini?
Tahun lalu, pada 27 Februari 2025, tujuh planet pernah terlihat sejajar peristiwa yang menurut para astronom tidak akan terulang hingga 2040.
Greg Brown dari Royal Observatory Greenwich menjelaskan bahwa parade tiga hingga lima planet sebenarnya cukup rutin terjadi setiap tahun.
Namun semakin banyak planet yang terlibat, semakin kecil peluang mereka berada dalam posisi sejajar secara bersamaan itulah yang membuat parade tujuh planet begitu istimewa.
Parade enam planet kali ini tetap tergolong langka dan layak diabadikan, terutama karena bertepatan dengan bulan Ramadan di Indonesia momentum yang memberi nilai budaya tersendiri bagi pengamat lokal.
Tips Praktis Mengamati
Gunakan aplikasi astronomi seperti Star Walk 2 untuk memastikan posisi planet secara real-time.
Pilih lokasi terbuka tanpa halangan gedung atau pohon, pastikan langit cerah, dan hindari area dengan polusi cahaya tinggi.
Bagi yang ingin menangkap Uranus dan Neptunus, siapkan teropong dengan perbesaran minimal 7×50.










