Puasa Ramadan 2026 Dimulai Kapan? Ini Prediksi Tanggal Awal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Bagikan:

Piknikdong.com, News – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah diprediksi akan tiba pada Februari 2026.

Advertisements

Menjelang momen penting ini, umat Islam di Indonesia mulai menanti kepastian kapan puasa pertama akan dijalankan agar persiapan ibadah bisa dilakukan sejak dini.

Puasa Ramadan 2026 Dimulai Kapan_ Ini Prediksi Tanggal Awal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Puasa Ramadan 2026 Dimulai Kapan? Photo: Pixabay

Mengacu pada keterangan di laman resmi Nahdlatul Ulama, puasa Ramadan merupakan rukun Islam keempat yang hukumnya wajib bagi setiap Muslim.

Karena kedudukannya yang sangat fundamental, penentuan awal Ramadan selalu menjadi perhatian utama setiap tahun.

Advertisements

Hingga saat ini, pemerintah dan Nahdlatul Ulama belum mengumumkan keputusan resmi terkait awal Ramadan 2026.

Di sisi lain, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan tanggal 1 Ramadan berdasarkan metode hisab.

Lalu, bagaimana gambaran prediksi awal puasa 2026 jika dilihat dari masing-masing versi?

Prediksi Awal Ramadan 2026 dari Berbagai Versi

1. Perkiraan Versi Pemerintah

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jika dihitung dari Rabu, 28 Januari, maka jarak menuju awal puasa tinggal sekitar 22 hari. Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat prediksi.

Pemerintah baru akan menetapkan awal Ramadan secara resmi melalui sidang isbat yang digelar pada 29 Syaban.

Sidang ini mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal dengan pemantauan bulan sabit di berbagai titik observasi di Indonesia.

2. Sikap Nahdlatul Ulama (NU)

Sampai sekarang, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum mengumumkan tanggal pasti dimulainya puasa Ramadan 2026.

Dalam tradisinya, NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yakni pendekatan yang memadukan perhitungan astronomi dengan observasi langsung hilal.

Artinya, keputusan awal Ramadan versi NU baru akan ditetapkan setelah proses pemantauan hilal pada tanggal 29 Syaban dilakukan dan hasilnya diumumkan secara resmi.

3. Ketetapan Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H.

Berdasarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki yang dikaji oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, dengan mengacu pada standar Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT).

Bagaimana Cara Menentukan Awal Puasa Ramadan?

Mengacu pada penjelasan dari situs Cendekia Kemenag RI dan detikhikmah, terdapat dua metode utama yang digunakan dalam menentukan masuknya bulan Ramadan.

1. Rukyatul Hilal: Melihat Bulan Secara Langsung

Rukyatul hilal adalah metode penentuan awal bulan Hijriah dengan cara mengamati langsung kemunculan bulan sabit di akhir bulan Syaban. Metode ini juga dikenal dengan istilah imkanur rukyat.

Secara bahasa, rukyat berarti melihat, sedangkan hilal merujuk pada bulan sabit pertama. Pemantauan biasanya dilakukan pada hari ke-29 Syaban di lokasi-lokasi strategis yang telah ditentukan Kemenag.

Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari. Namun jika hilal tampak, maka malam berikutnya langsung ditetapkan sebagai awal Ramadan.

2. Hisab: Perhitungan Astronomi

Metode hisab dilakukan melalui penghitungan posisi dan peredaran bulan terhadap bumi oleh para ahli astronomi. Cara ini sering disebut sebagai Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Dalam metode hisab, awal Ramadan dapat ditetapkan meskipun hilal tidak terlihat secara kasat mata, asalkan memenuhi tiga kriteria utama.

Pertama, telah terjadi ijtimak atau konjungsi. Kedua, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam. Ketiga, saat matahari terbenam, posisi bulan sudah berada di atas ufuk.

Menanti Kepastian Awal Ramadan 2026

Perbedaan metode dalam penentuan awal Ramadan merupakan hal yang sudah lama terjadi dan menjadi bagian dari dinamika umat Islam di Indonesia.

Meski tanggalnya bisa berbeda, semangat menyambut Ramadan tetap sama: mempersiapkan diri untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki kualitas spiritual.

Kepastian awal puasa Ramadan 2026 versi pemerintah dan NU masih menunggu hasil sidang isbat.

Sementara itu, masyarakat sudah bisa menjadikan prediksi yang ada sebagai gambaran awal dalam menyusun agenda menyambut bulan suci.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis