Langit Februari 2026 Penuh Kejutan: Snow Moon, Gugus Bintang Beehive, hingga Gerhana Cincin Api

Bagikan:

Piknikdong.com, News – Februari 2026 diprediksi jadi momen emas bagi siapa pun yang gemar menatap langit malam.

Advertisements

Dalam satu bulan, publik akan disuguhi rangkaian fenomena astronomi menarik, mulai dari kemunculan Bulan Purnama Salju atau Snow Moon hingga gerhana Matahari cincin api yang tergolong langka.

Langit Februari 2026 Penuh Kejutan: Snow Moon, Gugus Bintang Beehive, hingga Gerhana Cincin Api
Langit Februari 2026 Penuh Kejutan, photo by: Pixabay

Fenomena-fenomena ini bukan sekadar indah dipandang, tapi juga menyimpan cerita kosmik yang jarang terjadi dalam satu rentang waktu berdekatan.

Snow Moon Muncul di Rasi Leo, Puncaknya 1 Februari

Sorotan utama terjadi pada 1 Februari 2026, saat Snow Moon purnama kedua di tahun tersebut mencapai fase penuh. Bulan berada di rasi Leo dan mencapai puncak purnama pada pukul 17.09 EST.

Advertisements

Momen terbaik untuk menikmatinya adalah ketika Bulan mulai naik dari ufuk timur saat senja.

Cahayanya akan tampak besar, terang, dan dramatis. Bahkan kilau purnama ini masih cukup kuat untuk dinikmati hingga 2 Februari.

Dekat Gugus Bintang Beehive, Pemandangan Makin Spesial

Dikutip dari Live Science, daya tarik Snow Moon kali ini bertambah karena posisinya yang tampak berdekatan dengan Beehive Cluster (M44).

Gugus bintang ini termasuk salah satu yang paling terang dan paling dekat dengan Tata Surya, dengan jarak sekitar 577 tahun cahaya dari Bumi.

Menggunakan teropong atau teleskop kecil, pengamat bisa melihat lebih dari 100 bintang yang berkumpul rapat, membentuk pemandangan kosmik yang memukau.

Regulus dan Pollux Ikut Meramaikan Langit

Beehive Cluster berada di antara dua bintang terang, yakni Pollux dari rasi Gemini dan Regulus dari rasi Leo. Regulus sendiri akan mulai terlihat jelas sekitar satu jam setelah Bulan terbit.

Menariknya, pada 2 Februari, sebagian wilayah Amerika Utara berkesempatan menyaksikan peristiwa langka ketika Regulus tampak “menghilang” sesaat karena tertutup Bulan.

Fenomena ini baru diperkirakan terjadi lagi pada akhir 2030-an, menjadikannya momen yang cukup spesial bagi pengamat langit.

Snow Moon dan Ragam Nama Tradisionalnya

Snow Moon tak hanya dikenal lewat keindahannya, tapi juga lewat berbagai sebutan tradisional. Dalam budaya tertentu, purnama Februari disebut sebagai Hungry Moon, Storm Moon, atau Candles Moon.

Beberapa suku asli Amerika bahkan memiliki penamaan khas seperti Eagle Moon, Bear Moon, hingga Goose Moon.

Nama-nama ini erat kaitannya dengan perubahan musim, kondisi alam, dan siklus kehidupan di masa lalu.

Gerhana Matahari Cincin Api Tutup Februari 2026

Rangkaian fenomena astronomi Februari 2026 ditutup dengan Bulan Baru pada 17 Februari 2026, yang memicu terjadinya gerhana Matahari cincin api atau Ring of Fire.

Dalam peristiwa ini, Bulan menutupi bagian tengah Matahari, namun meninggalkan lingkaran cahaya terang di tepinya.

Sayangnya, gerhana ini hanya dapat disaksikan dari wilayah Antarktika, sehingga tidak terlihat dari Indonesia.

Bulan Wajib Catat bagi Pencinta Astronomi

Perpaduan antara purnama yang fotogenik, kehadiran gugus bintang ikonik, hingga gerhana Matahari yang langka membuat Februari 2026 pantas disebut sebagai salah satu bulan paling menarik dalam kalender astronomi.

Bagi pencinta langit malam, ini adalah waktu yang tepat untuk menyiapkan teropong, kamera, atau sekadar meluangkan waktu menikmati keajaiban semesta dari Bumi.

Seberapa menarik artikel ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata 5 / 5. Jumlah suara: 2

Jadilah orang pertama yang memberi peringkat pada postingan ini.

Kami mohon maaf jika postingan ini tidak bermanfaat bagi Anda!

Mari kita perbaiki postingan ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan postingan ini?

Penulis